Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Breathing Exercise Pursed Lips Breathing pada Pasien COVID-19 dan Non COVID-19: A Systematic Review Chairul Huda; I Made Kariasa; Luluk Nafisah; Asri Bashir; Imam Ghozali
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51137

Abstract

Pasien yang terdiagnosis Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) berpotensi mengalami gangguan pada fungsi pernapasan yang dapat menyebabkan penurunan kadar saturasi oksigen dalam darah, sehingga menyebabkan terjadinya hipoksia. Diperlukan upaya untuk meningkatkan saturasi oksigen dalam darah, melalui penerapan latihan pernapasan atau Breathing Exercise sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam memperbaiki oksigenasi. Salah satu teknik latihan pernapasan adalah Pursed Lip Breathing. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas latihan pernafasan Pursed Lip Breathing pada pasien COVID- 19 dan Non COVID-19. Metode dalam penelitian ini adalah penelusuran sistematik literatur yang dilakukan secara sistematis melalui berbagai basis data daring dengan kata kunci “Breathing Exercise AND Pursed Lip Breathing AND COVID-19”. Artikel yang dipilih adalah artikel lengkap yang diterbitkan pada tahun 2019- 2021 dalam bahasa Inggris. Hasilnya ditemukan 243 artikel dan 6 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil sintesis berbagai literatur telah menunjukkan efek positif latihan pernapasan Pursed Lips Breathing dalam mengurangi gejala persisten dan peningkatan saturasi oksigen pada pasien COVID-19 dan non COVID-19.
PENDAMPINGAN TERAPI RELAKSASI AUTOGENIK UNTUK MANAJEMEN STRES LANSIA DI MASJID HIDAYATULLAH PALEMBANG Jaji Jaji; Khoirul Latifin; Imam Ghozali; Chairul Huda
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2337

Abstract

Every year, older adults in Indonesia face various health challenges, particularly in maintaining psychological well-being. More than one-third of older adults experience mild to moderate psychological disorders, such as stress, anxiety, and sleep disorders. Based on initial observations made during regular recitation activities at the Hidayatullah 26 Ilir Mosque in Palembang, it was found that most elderly people complained of poor sleep, tension, and difficulty calming down after a day of activities. Autogenic relaxation therapy is one approach that is suitable for overcoming stress in the elderly. Autogenic relaxation is a method of self-control through concentration exercises on bodily sensations (feelings of heaviness, warmth, and relaxation). This activity aims to increase older adults' knowledge of autogenic relaxation therapy and serve as a model for the application of evidence-based nursing practice in the community. The method used was quantitative descriptive, using a pre-test and post-test design. The respondents were 21 elderly people who were members of the Hidayatullah Mosque men's study group. Based on the results of the paired t-test, a t-value of 10.55 with a p-value 0.001 was obtained. These results indicate that there was a significant increase in knowledge after the training and autogenic relaxation therapy assistance. It is hoped that the elderly will actively use this autogenic relaxation therapy in their daily lives.ABSTRAKLanjut usia di Indonesia setiap tahun mengalami berbagai tantangan dalam bidang kesehatan, khususnya dalam pemeliharaan kesejahteraan psikologis. Lebih dari sepertiga lansia mengalami gangguan psikologis ringan hingga sedang, seperti stres, kecemasan, dan gangguan tidur. Berdasarkan observasi awal, yang dilakukan dalam kegiatan pengajian rutin di Masjid Hidayatullah 26 Ilir Palembang, diketahui bahwa sebagian besar lansia mengeluh tidur kurang nyenyak, mudah tegang, serta sulit menenangkan diri setelah beraktivitas seharian. Terapi relaksasi autogenik menjadi salah satu pendekatan yang sesuai mengatasi strees pada lansia. Relaksasi autogenik merupakan metode pengendalian diri melalui latihan konsentrasi terhadap sensasi tubuh (rasa berat, hangat, dan rileks). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia tentang terapi rileksasi autogenik, dan sebagai model penerapan evidence-based nursing practice di komunitas. Metode yang di pakai adalah deskriptif kuantitatif, menggunakan pre-test dan post-test desain. Responden pengabdian adalah lansia yang tergabung dalam pengajian bapak-bapak Masjid Hidayatullah sebanyak 21 orang. Berdasarkan hasil uji t-berpasangan diperoleh nilai t = 10,55 dengan p-value 0,001. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah diberikan pelatihan dan pendampingan terapi relaksasi autogenik. Di harapkan lansia aktif menggunakan terapi rileksasi autogenik ini dalam kesehariannya.