p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Adriana Mardiah
STIKes Mitra Husada Karanganyar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Perawat Bangsal Rawat Inap di RSUD. Dr. Moewardi Surakarta Adriana Mardiah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51693

Abstract

Perawat merupakan profesi yang memiliki tugas dalam melakukan penanganan pada perawatan pasien dan asuhan kepada pasien pada rawat jalan, rawat inap, dan pelayanan kegawatdaruratan, kinerja perawat perlu mendapat perhatian agar mutu pelayanan rumah sakit terhadap pasien tetap terjaga. Tujuan penelitian ini untuk menganallisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pada perawat di bangsal rawat inap RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Variabel independen yaitu pnegaturan jam kerja, kepemimpinan, beban kerja, dan motivasi kerja. Vaiabe dependen adalah kinerja perawat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2023. Sampel sebanyak 128 perawat dipilih menggunakan random sampling. Kinerja perawat dapat ditingkatkan dengan pengaturan jam kerja non-shift (aOR=0.47; 95%CI= 0.21 hingga 1.04; p=0.063), kepemimpinan yang baik (aOR=2.55; 95% CI=1.12 hingga 5.77;p=0.025). beban kerja tinggi (aOR=0.69; 95% CI=0.32 hingga 1.51;p=0.356) dan motivasi kerja (aOR=1.05; 95% CI=0.74 hingga 3.40; p=0.931). kinerja perawat dapat ditingkatkan dengan kepemimpinan yang baik dan motivasi kerja yang baik, dan dapat menurun dengan pengaturan kerja non-shift, dan beban kerja yang tinggi. Diharapkan rumah sakit Dr.Moewardi dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan dan motivasi sehingga dapat meningkatkan kinerja pada perawat.
Pengaruh Virtual Reality Terhadap Kecemasan anak yang menjalani Tindakan Prosedural Farid Talango; Joey Anung Aninditya Widodo; Adriana Mardiah; Fadma Aji Pramudita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51703

Abstract

Latar Belakang: Tindakan prosedural pada anak sering menimbulkan kecemasan yang berdampak pada peningkatan respons stres dan ketidaknyamanan selama perawatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan adalah penggunaan teknologi Virtual Reality (VR) sebagai metode distraksi visual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Virtual Reality terhadap kecemasan anak yang menjalani tindakan prosedural. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi- eksperimen one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 36 anak berusia 3–12 tahun yang menjalani tindakan prosedur. Intervensi Penggunaan VR selama 5–10 menit sebelum dan selama prosedur berlangsung dan diukur menggunakan Modified Yale Preoperative Anxiety Scale–Short Form (m-YPAS-SF). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Hasil menunjukkan terdapat penurunan signifikan rata-rata skor kecemasan anak dari 46,82 (SD = 11,608) menjadi 26,06 (SD = 3,857) setelah intervensi VR, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). VR efektif menurunkan kecemasan anak selama tindakan prosedural. Simpulan: Virtual Reality terbukti efektif sebagai metode distraksi nonfarmakologis yang dapat menurunkan kecemasan dan meningkatkan kenyamanan anak selama tindakan prosedural. Kata Kunci: Virtual Reality, Kecemasan Anak, Tindakan Prosedural. Abstract Background: Procedural interventions in children often cause anxiety, leading to increased stress responses and discomfort during treatment. One of the non-pharmacological interventions proven effective in reducing anxiety is the use of Virtual Reality (VR) as a visual distraction method. Objective: This study aimed to determine the effect of Virtual Reality on anxiety levels in children undergoing procedural interventions. Methods: This study used a quasi-experimental one-group pretest–posttest design involving 36 children aged 3–12 years who underwent procedural interventions. The intervention consisted of using Virtual Reality for 5– 10 minutes before and during the procedure, and anxiety levels were measured using the Modified Yale Preoperative Anxiety Scale–Short Form (m-YPAS-SF). Data were analyzed using the Wilcoxon test with a significance level of p < 0.05. Results: The findings showed a significant decrease in the mean anxiety score from 46.82 (SD = 11.608) to 26.06 (SD = 3.857) after the VR intervention, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). Virtual Reality (VR) is effective in reducing children’s anxiety during procedural interventions. Conclusion: Virtual Reality has been proven to be an effective non-pharmacological distraction method that can decrease anxiety and enhance comfort in children undergoing procedural treatments