p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Ilmidin Ilmidin
Universitas Cenderawasih

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Implementasi dan Kendala dalam program MBG pada pendidikan SD, SMP dan SMA Negeri di Kota Jayapura Petrus Yohanes Ismail Arwimbar; Ulfa Rahmadani; Ilmidin Ilmidin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52057

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan nasional yang diluncurkan pemerintah sebagai implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik di seluruh jenjang pendidikan serta mendukung upaya percepatan penurunan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan kendala pelaksanaan program MBG pada jenjang SD, SMP, dan SMA Negeri di Kota Jayapura. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh sekolah negeri di lima distrik Kota Jayapura, yaitu Abepura, Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Heram, dan Muara Tami. Sampel penelitian berjumlah 158 responden yang terdiri dari dua guru per sekolah, dipilih dengan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat menggunakan IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program MBG di Kota Jayapura berjalan dengan baik pada aspek perencanaan dan koordinasi antarinstansi, namun masih terdapat kendala dalam aspek distribusi pangan, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta pengawasan mutu gizi di sekolah-sekolah tertentu. Faktor geografis dan logistik di wilayah timur Indonesia turut menjadi hambatan utama dalam efektivitas pelaksanaan program. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan tata kelola lintas sektor, peningkatan kapasitas pelaksana lokal, serta adaptasi kebijakan berbasis konteks wilayah guna menjamin keberlanjutan dan pemerataan manfaat program MBG di masa mendatang.
Wash Fit As A Complementary Tool For Industrial Hygiene In Primary Health Care Facilities: Case Study Reza Jonatan; Galio RD Burdames; Ilmidin Ilmidin; Reza Hendrawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52065

Abstract

Reliable water, sanitation, hygiene and waste services in health-care facilities (HCFs) are foundational to quality of care, infection prevention and control (IPC), and the Sustainable Development Goals (SDGs 3 and 6). In Jayapura, Papua Province, gaps in water, sanitation, hygiene (WASH), waste management in primary health centers (PHCs) compromise infection control, occupational safety, and quality of care. The WASH Facility Improvement Tool (WASH FIT), developed by WHO/UNICEF, offers a structured, risk-based approach to assess and improve these conditions. This study aims to evaluate the effectiveness of WASH FIT and promote the tool to mainstream WASH in the industrial hygiene context to improve health, safety, and environmental standards. An assessment using WASH FIT as a tool was conducted across 10 PHCs in Papua, combining scoring of key indicators (water, sanitation, hygiene, energy, waste, management) with structured observations, and technical documentation. WASH FIT assessment revealed significant shortcomings in key WASH indicators. Average scores were moderate to low: sanitation 55%, hygiene 66%, waste management 58%, and less than 60% had functional medical waste management systems. WASH FIT has proven to be an effective framework to improve occupational health standards in PHCs. Integrating WASH within an industrial hygiene lens offers a pathway to resilient systems in the broader context.
Asosiasi antara Konsumsi Kopi dan Buah Pinang secara Independen dengan Frekuensi Nyeri Punggung Bawah pada Mahasiswa Ilmidin Ilmidin; Semuel Piter Irab; Apriyana Irjayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52161

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan umum yang banyak dialami secara global dan dapat berkembang menjadi kondisi yang menyebabkan kecacatan jika tidak dicegah sejak dini, terutama pada kelompok mahasiswa yang memiliki aktivitas fisik dan postur belajar yang kurang ergonomis. Konsumsi kopi dan kebiasaan mengunyah pinang sering diasosiasikan secara tidak langsung dengan kejadian LBP, namun bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan langsung masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan secara terpisah antara konsumsi kopi dan kebiasaan mengunyah pinang dengan kejadian LBP pada mahasiswa. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan uji Chi-Square Independent melalui aplikasi Jamovi. Pengukuran LBP dilakukan menggunakan Nordic Body Map (NBM) yang telah dimodifikasi. Interpretasi kekuatan hubungan dilakukan menggunakan koefisien Cramer V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi tidak berhubungan signifikan dengan kejadian LBP, baik dalam tujuh hari terakhir (α=0.501) maupun satu bulan terakhir (α=0.058). Sebaliknya, kebiasaan mengunyah pinang menunjukkan hubungan signifikan terhadap LBP dalam tujuh hari (α=0.021) dan satu bulan (α=0.002). Koefisien Cramer V menunjukkan hubungan lemah antara mengunyah pinang dan LBP selama tujuh hari (0.180) maupun satu bulan (0.228). Tingginya prevalensi LBP pada mahasiswa menegaskan pentingnya pencegahan dini melalui edukasi dan promosi kesehatan oleh pihak universitas di Kota Jayapura