p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Annisa Shalma Ginar Pradani
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Konsep Adaptasi Pasien dengan Gangguan Kecemasan Pasca Operasi Berdasarkan Teori Adaptasi Roy Gusana Prinda Erawati; Annisa Shalma Ginar Pradani; Aric Vranada; Siti Aisah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53352

Abstract

Gangguan kecemasan pasca operasi merupakan respon psikologis yang umum dialami pasien setelah menjalani tindakan pembedahan. Kecemasan yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi proses penyembuhan, meningkatkan nyeri, memperpanjang lama rawat inap, serta menghambat adaptasi fisiologis dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep adaptasi pasien dengan gangguan kecemasan pasca operasi berdasarkan teori Adaptasi Roy menggunakan pendekatan analisis konsep Walker dan Avant. Delapan tahapan analisis dilakukan untuk mengidentifikasi atribut, antecedent, konsekuensi, serta mendefinisikan konsep secara operasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa adaptasi pasien pasca operasi ditandai dengan kemampuan mengendalikan respon emosional, stabilitas fisiologis, penerimaan diri, serta dukungan sosial dan spiritual yang memadai. Atribut utama yang teridentifikasi meliputi respon fisiologis stabil, kontrol emosional, koping efektif, dukungan sosial, dan penerimaan terhadap kondisi pasca operasi. Konsep adaptasi ini dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan intervensi keperawatan yang berfokus pada peningkatan kemampuan adaptasi dan pengurangan kecemasan pada pasien pasca operasi. (Walker & Avant, 2018; Alligood, 2022). Postoperative anxiety is a common psychological response experienced by patients following surgical procedures. Poorly managed anxiety may negatively impact recovery by increasing pain perception, prolonging length of stay, and hindering both physiological and psychological adaptation. This study aims to analyze the concept of patient adaptation with postoperative anxiety based on Roy’s Adaptation Model using Walker and Avant’s concept analysis approach. Eight stages of analysis were conducted to identify defining attributes, antecedents, consequences, and to establish an operational definition of the concept. The analysis revealed that adaptation in postoperative patients is characterized by the ability to regulate emotional responses, maintain physiological stability, achieve self‐acceptance, and receive adequate social and spiritual support. The main defining attributes include stabilized physiological responses, emotional regulation, effective coping, social support, and acceptance of postoperative conditions. This conceptualization of adaptation may serve as a foundation for nursing interventions focused on enhancing adaptive responses and reducing anxiety among postoperative patients (Walker & Avant, 2018; Alligood, 2022).
Hambatan dan Fasilitator Kepatuhan Rehabilitasi Jantung pada Pasien dengan Congestive Heart Failure: Systematic Literature Review Annisa Shalma Ginar Pradani; Yunie Armiyati; Chanif Chanif
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59237

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan penyakit kronis progresif dengan angka morbiditas, mortalitas, dan rehospitalisasi yang tinggi. Rehabilitasi jantung menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam meningkatkan kapasitas fungsional, kualitas hidup, dan menurunkan angka rehospitalisasi pasien CHF. Namun, kepatuhan pasien terhadap program rehabilitasi jantung masih rendah akibat berbagai hambatan fisik, psikologis, sosial, ekonomi, dan sistem pelayanan kesehatan. Di sisi lain, terdapat berbagai faktor fasilitator yang dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap rehabilitasi jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan dan fasilitator kepatuhan rehabilitasi jantung pada pasien CHF berdasarkan evidence penelitian terkini. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar pada rentang tahun 2021–2026 menggunakan kata kunci terkait CHF, cardiac rehabilitation, adherence, barriers, dan facilitators. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi kemudian dilakukan critical appraisal menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool. Hasil review menunjukkan bahwa kepatuhan rehabilitasi jantung pada pasien CHF dipengaruhi oleh faktor multidimensional yang saling berinteraksi. Hambatan utama meliputi faktor psikologis dan kognitif, sosial-ekonomi, fisik-klinis, logistik dan geografis, serta sistem pelayanan kesehatan. Sementara itu, fasilitator utama mencakup dukungan sosial, pendekatan home-based dan community-based rehabilitation, pemanfaatan teknologi digital dan mHealth, self-efficacy pasien, serta dukungan tenaga kesehatan dan sistem pelayanan.