Chanif Chanif
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan Teknik Pernapasan Buteyko terhadap Perubahan Hemodinamik Pada Asuhan Keperawatan Pasien Asma Bronchial Swi Swasti Pratiwi; Chanif Chanif
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.743 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v1i1.8255

Abstract

Asma bronkial merupakan penyakit pernapasan kronis yang disebabkan terjadinya penyempitan jalan napas akibat adanya reaksi hipersensitifitas pada bronkus, yang menimbulkan gejala berupa wheezing, batuk, dan sesak napas. Ketika pasien asma mengalami sesak, maka akan terjadi peningkatan frekuensi pernapasan dan penurunan saturasi oksigen yang apabila tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan pasien kekurangan oksigen (hipoksia) yang berujung pada kematian. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan teknik pernapasan buteyko yang dikombinasikan dengan terapi bronkodilator untuk penurunan frekuensi pernapasan dan peningkatan saturasi oksigen pada asuhan keperawatan pasien asma. Metode yang digunakan deskriptif studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah pasien asma bronkhial sejumlah 3 pasien yang didapatkan secara incidental. Intervensi yang diberikan berupa teknik pernapasan buteyko selama ±15 menit setelah pasien mendapatkan terapi bronkodilator. Hasil studi ini menunjukan bahwa terdapat penurunan frekuensi pernapasan dan peningkatan saturasi oksigen pada pasien asma bronkhial yang diberikan terapi pernapasan buteyko dengan rata-rata frekuensi pernapasan pada ketiga pasien adalah 25x/menit, dan rata-rata saturasi oksigen pada ketiga pasien adalah 100%. Teknik pernapasan buteyko dapat digunakan sebagai salah satu penatalaksanaan kombinasi untuk mengurangi gejala asma bronkhial.
Efektifitas Pemberian Posisi Kepala Elevasi Pada Pasien Hipertensi Emergensi Sri Anggraini; Chanif Chanif
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.544 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i2.5491

Abstract

Hipertensi emergensi adalah kondisi dimana tekanan darah meningkat secara drastic dan dalam waktu singkat. Faktor penyebab paling sering adalah gangguan serebrovaskular dan gangguan fungsi serebral, sindrom akut coroner dengan iskemia, edema paru akut dan disfungsi renal akut. Tekanan darah yang sangat tinggi menyebabkan kerusakan organ hingga kematian. Tujuan karya ilmiah ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian elevasi kepala 30º terhadap perubahan status hemodinamik pada pasien dengan hipertensi emergensi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan total sampling. Sebanyak 2 pasien didapatkan sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penerilitan didapatkan evaluasi hari ke 3 didapatkan terjadi penurunan pada status hemodinamik diantaranya tekanan darah, nadi, frekuensi pernafasan dan keadaan umum. Hasil ini menunjukkan pemberian posisi elevasi kepala 30º dapat memperbaiki status hemodinamik pada pasien hipertensi emergensi. Iintervensi ini dapat dijadikan Tindakan mandiri keperawatan yang efektif dan efisien untuk meningkatkan status Kesehatan pasien dan pencegahan perburukan perfusi serebral.
Discharge Planning and Its Impact on Patient Outcomes: A Systematic Review Wahyudin Abd Rahman; Chanif Chanif; Amin Samiasih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48014

Abstract

Latar Belakang: Discharge planning adalah proses penting dalam transisi perawatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien, mengurangi rehospitalisasi, dan memperkuat kesiapan pasien serta keluarga. Namun, implementasinya di berbagai fasilitas kesehatan belum optimal. Metode: Studi ini merupakan systematic review berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan pada database Google Scholar, ProQuest, PubMed, ScienceDirect, dan SpringerLink dengan kata kunci: “discharge planning” OR “hospital discharge” OR “patient outcomes” OR “readmission” OR “rehospitalization”, dalam rentang tahun 2020–2024. Dari 294 artikel, 10 artikel dipilih setelah melalui proses seleksi. Hasil: Discharge planning berdampak positif terhadap kualitas hidup, kesiapan pulang, dan penurunan rehospitalisasi. Faktor pendukungnya meliputi motivasi perawat, supervisi, dan kepemimpinan. Hambatan utama adalah beban kerja tinggi dan kurangnya dokumentasi. Kesimpulan: Discharge planning yang efektif membutuhkan dukungan sistem, keterlibatan perawat, dan pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan pasien. Implementasi yang terstruktur dapat meningkatkan luaran pasien dan efisiensi layanan kesehatan. Kata Kunci: Discharge planning, rehospitalisasi, kesiapan pulang, luaran pasien, supervisi keperawatan Abstract Introduction: Discharge planning is a critical process in care transition aimed at improving patients’ quality of life, reducing rehospitalization, and enhancing the readiness of both patients and families. However, its implementation remains suboptimal across various healthcare facilities. Methods: This study is a systematic review conducted based on the PRISMA guidelines. Article searches were performed in Google Scholar, ProQuest, PubMed, ScienceDirect, and SpringerLink using the keywords: “discharge planning” OR “hospital discharge” OR “patient outcomes” OR “readmission” OR “rehospitalization”, with a publication range from 2020 to 2024. Out of 294 identified articles, 10 were selected after screening and eligibility assessment. Results: Discharge planning has a positive impact on quality of life, discharge readiness, and reduced rehospitalization rates. Supporting factors include nurse motivation, supervision, and leadership. Main barriers are high workload and lack of documentation. Conclusion: Effective discharge planning requires system support, active nurse involvement, and a patient-centered approach. Structured implementation can improve patient outcomes and healthcare service efficiency. Keywords: Discharge planning, rehospitalization, discharge readiness, patient outcomes, nursing supervision.
Gangguan Metabolik dalam Fokus Keperawatan Global: Pemetaan Pengetahuan dan Peluang Riset Masa Depan Dyah Winarni; Satriya Pranata; Chanif Chanif
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lanskap ilmiah keperawatan terkait gangguan metabolik melalui pendekatan bibliometrik. Dengan menganalisis 391 dokumen dari total 657 publikasi yang teridentifikasi dalam periode 1953–2025, studi ini mengungkap tren pertumbuhan tahunan sebesar 3,25%, dengan rata-rata sitasi 16,51 per dokumen. Analisis ko-okurensi kata kunci menggunakan VOSviewer menghasilkan tiga klaster utama: (1) aspek klinis akut, (2) hubungan gangguan metabolik dengan penyakit kronis, dan (3) dimensi psikososial dan farmakologis. Hasil overlay dan density visualization menunjukkan bahwa tema seperti metabolic disorder dan water-electrolyte imbalance mendominasi, sementara beberapa topik strategis seperti insulin sensitivity dan neuroleptic agent masih kurang mendapat perhatian. Analisis kontribusi penulis dan negara menyoroti peran signifikan United States, Brasil, dan negara-negara Eropa dalam pengembangan literatur ini. Selain itu, artikel yang paling berpengaruh umumnya berasal dari jurnal bereputasi tinggi (Q1), dengan fokus pada intervensi keperawatan dalam penanganan pasien lansia dan kritis. Temuan ini menunjukkan perlunya revitalisasi riset keperawatan yang lebih kontekstual, integratif, dan berbasis teknologi. Studi ini memberikan arah strategis bagi penguatan kapasitas ilmiah, pengembangan praktik keperawatan berbasis bukti, serta kolaborasi global dalam menghadapi tantangan gangguan metabolik secara holistik.
Family Support Interventions in Hemodialysis Patients :A Systematic Review Nur Kasan; Yunie Armiyati; Chanif Chanif
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52383

Abstract

Introduction: Patients undergoing hemodialysis in hospitals are often faced with a variety of complex physical, psychological and social challenges. Family support has been identified as a key factor in improving patients' quality of life and adherence to therapy. Family support interventions for hemodialysis patients can help address issues related to the decline in quality of life. Objective: This study aims to examine the relationship between family support interventions and self-care behaviors and the quality of life of chronic kidney patients undergoing hemodialysis. Methods: This study was conducted using nine articles obtained between April 2 and May 18, 2025. Results: A total of nine relevant research articles were identified and analyzed, revealing a positive relationship between family support interventions and both self-care behavior and the quality of life of chronic kidney patients undergoing hemodialysis. Several factors were found to influence the effectiveness of these interventions, including patient characteristics, family conditions, the type and intensity of the intervention, socioeconomic factors, and the role of healthcare professionals. However, some aspects remain underexplored, such as family emotional intelligence, multigenerational family dynamics, the role of technology in family support, family spirituality, caregiver burnout, and family perceptions and expectations regarding treatment outcomes. Conclusion: Family support interventions can enhance self-care behavior and improve the quality of life of hemodialysis patients.
Model Penyelesaian Kasus Maqashid Syariah Kasus Fertilisasi Buatan Asmi Asmi; Muliani Muliani; Verawaty Taliki; Galuh Iriantono; Suzanna Amelina; Rohmat Suprapto; Chanif Chanif
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.23530

Abstract

ABSTRACT Infertility is agrowing health problem that has a major impact on the biological, psychological, and spiritual aspects of married couples, making artificial fertilization(IVF) one of the most widely used medical solutions. However, it stillraises ethical issues and Sharia considerations that must be carefully examined. This study aims to analyze the practice of artificial fertilizationthrough the maqasid asy-Syari'ah approach, identify forms ofIVF that are in line with Islamic law, and formulate a case resolution modelthat can be applied in holistic Islamic nursing services.The research uses a qualitative method with a literature study approachthrough the analysis of various fiqh literature, contemporary literature, fatwas from Islamic institutions, reproductive medicine journals, and nursing practice guidelines related toreproductive bioethics. The results of the study show that artificial fertilization ispermissible according to Sharia law, provided that the entire fertilization processuses sperm and eggs from a legally married couple, is carried outwhile the marriage bond is still valid, and does not involve gamete donors,surrogate wombs, or other processes that could lead to the mixing of masab andviolate the principle of hifz an- nasl. The study also confirms that IVF that complies with Islamic law can support the protection of life, honor, reason, and emotional stability of couples when carried out with comprehensive nursing assistance, both in terms of clinical education, anxiety management, and spiritual guidance. Based on these findings, it is concluded that artificial fertilization can be a medically and sharia-compliant solution if carried out within the limits set by Islam, while nursing staff need to integrate the values of maqasid asy-syariah to ensure a safe, ethical process that provides spiritual peace for patients. Keywords: Artificial Fertilization, IVF, Maqasid Asy-Syariah, Islamic Nursing, Reproductive Bioethics.  ABSTRAK Infertilitas merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat dan berdampak besar terhadap aspek biologis, psikologis, dan spiritual pasangan suami istri, sehingga fertilisasi buatan (IVF) menjadi salah satu solusi medis yang banyak digunakan, namun tetap memunculkan persoalan etilka serta pertimbangan syariah yang harus dikaji dengan seksama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik fertilisasi buatan melalui pendekatan maqasid asy- Syari’ah, menidentifikasi bentuk bentuk IVF yang sejalan dengan hukum islam, serta merumuskan model penyelesaian kasus yang dapat diterapkan dalam pelayanan keperawatan islam secara holistic. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis berbagai literature fikih, kontemporer, fatwa lembaga keislaman, jurnal medis reproduksi, dan pedoman praktik keperawatan terkait bioetika reproduksi. Hasil kajian menunjukan bahwa fertilisasi buatan termasuk tindakan yang dibolehkan secara syar’I dengan syarat seluruh proses pembuhan menggunakan sperma dan ovum dari pasangan suami istri yang sah, dilakukan selama ikatan pernikahan masih berlangsung, serta tidak melibatkan donor gamet, rahim pengganti, atau proses lain yang dapat menimbulkan pencampuran masab dan melanggar prinsip hifz an- nasl. Kajian juga menegaskan bahwa IVF yang sesuai syariat dapat mendukung perlindungan jiwa, kehormatan, akal serta stabilitas emosional pasangan apabila dilakukan dengan pendampingan keperawatan yang komperhensif, baik dari aspek edukasi klinis, manajemen kecemasan, maupun bimbingan spiritual. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa fertilisasi buatan dapat menjadi solusi yang sah secara medis dan syariah apabila dilaksanakan dalam batas yang diterapkan islam, sementara tenaga keperawatan perlu mengintegrasikan nilai nilai maqasid asy-syari’ah untuk memastikan proses yang aman, etis, dan memberikan ketenangan spiritual bagi pasien.  Kata Kunci: Fertilisasi Buatan, IVF, Maqasid Asy- Syariah, Keperawatan Islam, Bioetika Reproduksi.