Theodora Rosaria
Universitas Bhamada Slawi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Latihan Peregangan Selama Hemodialisis Dalam Mengurangi Kram Otot Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Kardinah Kota Tegal Ani Ratnaningsih; Theodora Rosaria; Woro Hapsari; Sri Hidayati; Imam Syafi’i
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53798

Abstract

Pendahuluan: Kram menjadi salah satu masalah yang dikeluhkan pasien hemodialisis di RSUD Kardinah Kota Tegal. Nyeri kram dirasakan sering kali membuat sesi hemodialisis harus dihentikan sehingga menurunkan kualitas dialisis. Penanganan kram selama ini bersifat reaktif. Penelitian sebelumnya menunjukkan latihan peregangan yang dilakukan rutin selama hemodialisis dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan kram. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh latihan peregangan selama hemodialisis dalam mengurangi kram otot pada pasien yang menjalani hemodialisis. Metode: Desain Quasi Experimental dengan one group pretest posttest digunakan, dengan intervensi latihan peregangan selama hemodialisis selama 5 sesi pada 20 responden di ruang HD RSUD Kardinah Tegal. Evaluasi pretest dan posttest dilakukan dengan menilai derajat kram. Uji Marginal Homogeneity dilakukan untuk menilai adanya pengaruh kedua variabel. Hasil: Kram yang dialami responden sebelum intervensi ada pada level sedang-berat sedangkan setelah intervensi level kram ada pada level tidak kram, ringan, dan sedang. Hasil uji yang dilakukan menunjukkan nilai p value (sig(2-tailed) < 0,05 (0.00). Kesimpulan: Latihan peregangan yang dilakukan selama 5 kali sesi hemodialisis dapat mempengaruhi penurunan kram otot pasien
Differences in Bullying Incidence Among Perpetrators and Victims Across Three Educational Levels: A Quantitative Comparative Study Susi Muryani; Kamil Kustiarso; Theodora Rosaria
Media Keperawatan Indonesia Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.9.2.2026.150-158

Abstract

Bullying is a mental and social health problem that significantly affects the psychosocial development of children and adolescents. Differences in developmental characteristics across educational levels may influence individuals' involvement as perpetrators and victims. This study examines variations in bullying incidence from the viewpoints of both perpetrators and victims across three educational tiers (elementary, junior high, and senior high) in Tegal City, Indonesia. This quantitative study used a descriptive comparative design involving 90 students selected through purposive sampling (30 elementary, 30 juniors high, and 30 seniors high). Bullying perpetration and victimization were measured using the Peer Relations Questionnaire (PRQ). Data were analyzed using one-way ANOVA with a significance level of 0.05. There was a significant difference in bullying victim scores across educational levels (F=3.935, p=0.023), with higher victimization among junior high (mean=9.07) and senior high students (mean=8.87) compared to elementary students (mean=7.37). Perpetrator scores showed variation between levels (elementary mean=7.87, junior high mean=8.67, and senior high mean=8.83), but differences did not reach strong statistical significance. These findings support Erikson's psychosocial developmental theory that adolescents in the identity versus role confusion stage are more vulnerable to relational conflict and social pressure, increasing victimization risk. Bullying incidence, particularly from the victim perspective, differs significantly across educational levels, indicating the need for developmentally tailored prevention strategies in schools.