Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Studi Kualitatif : Identifikasi Kebutuhan Perawatan Bayi BBLR di Rumah Dengan Pendekatan Family Centered Maternity Care Ratna Widhiastuti; Susi Muryani
Jurnal Smart Keperawatan Vol 8, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v8i2.476

Abstract

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) memerlukan perawatan lebih khusus dibandingkan dengan bayi lahir dengan berat badan normal, hal ini terlihat dari beberapa ibu yang kembali ke RSI Muhammadiyah Tegal  karena ibu  kurang memahami tentang perawatan bayi BBLR di Rumah. Family Centered Maternity Care (FCMC) adalah perawatan yang berpusat pada keluarga dengan memberikan perawatan bagi wanita dan keluarga mereka yang mengintegrasikan kehamilan, persalinan, persalinan, dan perawatan bayi ke dalam kontinum kehidupan keluarga.Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kebutuhan perawatan bayi BBLR di rumah dengan pendekatan family centered maternity care secara studi kualitatif. Penelitian dilakukan di RSI PKU Muhammadiyah Tegal. Metode dengan kualitatif dengan design studi kasus menggunakan ibu dan keluarga yang bayi BBLR sebanyak 9 orang dan focus group discussion (FGD) pada 7 perawat perinatologi. Berdasarkan hasil analisa Colaizzi didapatkan beberapa tema yaitu dukungan keluarga untuk meningkatkan kepercayaan diri ibu merawat bayi BBLR, strategi pemenuhan kebutuhan nutrisi, strategi mencegah terjadinya hipotermia, upaya mencegah terjadinya infeksi, home visit perawat. Peningkatan perhatian untuk menjaga bayi BBLR tetap hangat dalam bentuk FCMC berintergrasi pada ibu, keluarga serta perawat dapat mengoptimalkan perawatan Bayi BBLR di rumah. Kata Kunci : Bayi BBLR; family centered; maternity care, motherQualitative Study: Identification Of Low Birth Weight Baby Care Needs At Home With Family Centered Maternity Care ApproachAbstractBabies with low birth weight require more special care than babies born with normal weight; this can be seen from some mothers who return to RSI Muhammadiyah Tegal because mothers do not understand how to care for low birth weight babies at home. Family Centered Maternity Care (FCMC) is family-centered care providing care for women and their families that integrates pregnancy, childbirth, childbirth, and infant care into the continuum of family life. The purpose of this study was to identify the care needs of low birth weight baby at home with a family centered maternity care approach in a qualitative study. The research was conducted at Muhammadiyah Hospital Tegal. Qualitative method with case study design was used in 9 mothers and families of low birth weight babies and focus group discussion on 7 perinatology nurses. Based on the results of Colaizzi's analysis, several themes were found, namely family support to increase mother's confidence in caring for low birth weight babies, strategies to fulfill nutritional needs, strategies to prevent hypothermia, efforts to prevent infection, nurse home visits. Increased attention to keeping low birth weight babies warm in the form of Family Centered Maternity Care with interaction with mothers, families and nurses can optimize the care of low birth weight babies at home. Keywords: low birth weight babies; family center; maternity care; mother 
HUBUNGAN INTENSITAS BIMBINGAN SKRIPSI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI Nurhakim Yudhi Wibowo; Susi Muryani; Ramadhan Putra Satria
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v14i1.486

Abstract

Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi cenderung memiliki masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Mahasiswa merasakan takut dan khawatir sebelum bertemu dosen pembimbing, proses bimbingan skripsi juga membuat mahasiswa menjadi lebih sensitif dan gelisah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intensitas bimbingan skripsi dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Universitas Bhamada Slawi. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 96 responden dengan menggunakan teknik total samping. Berdasarkan hasil uji Kendall’s Tau didapatkan p value 0,477>0,05, sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara intensitas bimbingan skripsi dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Universitas Bhamada Slawi. Hasil peneliian menunjukkan bahwa sebagian besar responden melakukan bimbingan skripsi dengan intensitas sedang dan dengan tingkat kecemasan ringan. Hasil penelitian ini diharapkan apabila terjadi kecemasan pada mahasiswa saat menyusun skripsi, maka tidak hanya dipengaruhi oleh intensitas bimbingan yang rendah, namun perlu mengetahui faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kecemasan pada mahasiswa saat menyusun skripsi.
Developing Support System Terhadap Tingkat Kecemasan Menghadapi Skripsi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Novi Aprilia; Susi Muryani; Khodijah Khodijah; Ratna W; Nurhakim YW; Arif R; Syarifudin B
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51461

Abstract

Ansietas banyak dialami mahasiswa tingkat akhir saat menghadapi skripsi. tuntutan akademik, keterbatasan waktu, proses bimbingan, serta kurangnya dukungan sosial sering kali meningkatkan kecemasan. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh Developing Support System (DSS) terhadap tingkat ansietas mahasiswa tingkat akhir. Metode penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pre-post test without control group. Populasi adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Bhamada Slawi, dengan sampel sebanyak 65 orang menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi DSS dilakukan selama 3 bulan melalui konseling, diskusi, motivasi, dan dukungan sebaya. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 20–22 tahun (82,9%) dan berjenis kelamin perempuan (80%). Motivasi utama mahasiswa berasal dari orang tua (95,4%). Tingkat ansietas sebelum intervensi terdiri atas 56,9% cemas ringan dan 43,1% cemas sedang. Setelah intervensi DSS, mayoritas responden (98,5%) berada pada kategori cemas ringan. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna tingkat ansietas sebelum dan sesudah intervensi (p=0,000; t=13,295). DSS efektif menurunkan tingkat ansietas mahasiswa tingkat akhir dalam menghadapi skripsi. DSS dapat diterapkan secara aplikatif oleh dosen dan lingkungan akademik sebagai strategi pendampingan. Penelitian lanjutan perlu memperluas sampel dan mengombinasikan dengan intervensi psikososial lain untuk hasil yang lebih komprehensif.
First ways to find out breast cancer by Breast Self-Examination (BSE) Susi Muryani; Nurhakim Yudhi Wibowo; Prayogi Ning Tyastuti
Media Keperawatan Indonesia Vol 7, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.7.4.2024.320-326

Abstract

Breast self-examination (BSE) or SADARI is one of the first ways to find out breast cancer by seeing and feeling if there are abnormalities. The Indonesian Ministry of Health in 2022 said that the incidence of breast cancer in Indonesia was 26 per 100 thousand population, and 70% were detected at an advanced stage and could result in death. Delays in early detection of breast cancer due to lack of knowledge and information. Health education about BSE is important as an effort to prevent breast cancer. The purpose of this study was to determine the effect of BSE health education on knowledge about early detection of breast cancer in SMA Negeri 01 Jatibarang. This type of research uses a quasi-experimental design with a one-group pre-post test design without control. The sample in this study was female students in grades 10 and 11, who were taken using the simple random sampling technique with as many as 78 respondents. The Wilcoxcon signed rank test statistical test showed a p-value of 0.000 <0.05, which means that there is an effect of health education on knowledge using the demonstration method. Based on this research, it is expected that young women can apply knowledge and implement BSE prevention as an effort to detect early breast cancer. 
FEAR OF MISSING OUT SEBAGAI PREDIKTOR KECEMASAN PADA REMAJA: STUDI CROSS-SECTIONAL Susi Muryani; Nurhakim Yudhi Wibowo
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 11, No 1 (2026): (IJP) INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v11i1.3382

Abstract

Fear of Missing Out (FOMO) is an emerging psychosocial phenomenon among adolescents associated with intensive social media use, with prevalence reaching 50–60% in Indonesia. This condition contributes to mental health problems, particularly anxiety, which increased 41% during 2020–2023.  Objective the study to analyze the relationship between FOMO and anxiety levels in adolescents. A quantitative study with cross-sectional design was conducted in Tegal City, Central Java, from January to March 2026. The sample consisted of 87 adolescents aged 13–18 years selected through total sampling technique. Research variables included FOMO (independent), anxiety level (dependent), and gender (characteristic). FOMO was measured using the FOMO-12 scale (α=0.85) and anxiety using DASS-21. Univariate analysis (frequency distribution, percentage, mean ± SD, median) and bivariate analysis using chi-square test with significance level p0.05 were conducted. The result showed the majority of respondents were female (80.5%). Most experienced mild FOMO (60.9%) and normal anxiety (80.5%). Chi-square test showed a significant relationship between FOMO and anxiety level (χ²=30.07; p=0.001). Adolescents with severe FOMO had 92 times higher odds of experiencing abnormal anxiety compared to those without FOMO (95% CI: 7.32–1156.86). The Conclusion that FOMO is significantly associated with increased anxiety in adolescents, particularly in the severe FOMO category. Promotive and preventive efforts regarding healthy social media use need to be strengthened among adolescent groups through routine screening for FOMO and anxiety in community health centers and schools, as well as evidence-based digital literacy education.
Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Perianal pada Upaya Pencegahan Gangguan Integritas Kulit pada balita di Desa Dukuhlo Novi Aprilia Kumala Dewi; Feny Dwi Anggraeni; Khodijah Khodijah; Ratna Widhiastuti; Eka Diana Permatasari; Yessy Pramita Widodo; Susi Muryani; Nurhakim Yudhi Wibowo; Arif Rakhman; Deni Irawan; Wisnu Widyantoro; Budianto Agus; Firman Hidayat; Bakhtiar Syarifudin; Agung Laksana Hendra Pamungkas; Adit Ahmad Munandar; Dwiantoro Endro; Aulia Fahrul Lisa
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 7 No 1 (2026): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v7i1.981

Abstract

Diaper rash is a common condition among children aged 0–18 months and is often caused by mothers' insufficient knowledge of proper perianal care. This community service program aimed to improve mothers' knowledge regarding perianal care for children aged 0–18 months in Dukuhlo Village, Tegal Regency, through the provision of an educational module. The program involved 51 mothers who had children aged 0–18 months and used disposable diapers. Participants were selected using a proportionate stratified random sampling technique. The intervention consisted of a pre-test, distribution of a perianal care educational module for self-directed learning, and a post-test evaluation. The results showed that prior to the intervention, the majority of mothers (58.8%) had poor knowledge regarding perianal care. Following the educational intervention, 92.2% of the mothers demonstrated good knowledge. These findings indicate a significant improvement in mothers' knowledge after receiving education on perianal care. Educational modules combined with demonstrations and audiovisual media can effectively enhance mothers' knowledge, thereby helping to prevent diaper rash in children.
Differences in Bullying Incidence Among Perpetrators and Victims Across Three Educational Levels: A Quantitative Comparative Study Susi Muryani; Kamil Kustiarso; Theodora Rosaria
Media Keperawatan Indonesia Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.9.2.2026.150-158

Abstract

Bullying is a mental and social health problem that significantly affects the psychosocial development of children and adolescents. Differences in developmental characteristics across educational levels may influence individuals' involvement as perpetrators and victims. This study examines variations in bullying incidence from the viewpoints of both perpetrators and victims across three educational tiers (elementary, junior high, and senior high) in Tegal City, Indonesia. This quantitative study used a descriptive comparative design involving 90 students selected through purposive sampling (30 elementary, 30 juniors high, and 30 seniors high). Bullying perpetration and victimization were measured using the Peer Relations Questionnaire (PRQ). Data were analyzed using one-way ANOVA with a significance level of 0.05. There was a significant difference in bullying victim scores across educational levels (F=3.935, p=0.023), with higher victimization among junior high (mean=9.07) and senior high students (mean=8.87) compared to elementary students (mean=7.37). Perpetrator scores showed variation between levels (elementary mean=7.87, junior high mean=8.67, and senior high mean=8.83), but differences did not reach strong statistical significance. These findings support Erikson's psychosocial developmental theory that adolescents in the identity versus role confusion stage are more vulnerable to relational conflict and social pressure, increasing victimization risk. Bullying incidence, particularly from the victim perspective, differs significantly across educational levels, indicating the need for developmentally tailored prevention strategies in schools. 
Pengaruh Senanti (Senam Anti Hipertensi) Terhadap Tingkat Stres Penderita Hipertensi: Pre-Experimental Study Yessy Pramita Widodo; Eka Diana Permatasari; Susi Muryani; Syariffudin Bakhtiar; Rizkiana Molida
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 7 No 1 (2026): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v7i1.2475

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat. Secara global, pada tahun 2019 prevalensi hipertensi mencapai 33,1% atau sekitar 1,28 miliar orang, sedangkan di Indonesia meningkat dari 25,8% pada tahun 2013 menjadi 34,1%. Kondisi ini sering berkaitan dengan stres, yang dapat memperberat hipertensi melalui aktivasi sistem saraf simpatis sehingga tekanan darah meningkat. Salah satu pendekatan nonfarmakologis untuk mengurangi stres dan membantu mengontrol tekanan darah adalah aktivitas fisik, termasuk senam anti-hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Senanti terhadap tingkat stres pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 25 penderita hipertensi di Posyandu RW 06 Desa Bedug, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, yang dipilih melalui total sampling. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-15). Intervensi Senanti dilakukan dua kali dalam satu minggu dengan durasi 15–30 menit setiap sesi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil: Rerata tingkat stres menurun dari 2,04 sebelum intervensi menjadi 1,44 setelah intervensi dengan nilai p = 0,001. Kesimpulan: Senanti menurunkan tingkat stres secara signifikan, dari mayoritas kategori sedang menjadi ringan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis untuk mengelola stres pada pasien hipertensi di layanan komunitas sebagai pendamping aman terapi medis rutin.
HUBUNGAN PERSEPSI REMAJA TENTANG POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEPRIBADIAN REMAJA DI BREBES Susi Muryani; Nurhakim Yudhi Wibowo
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v15i1.611

Abstract

Proses perkembangan remaja tidak pernah lepas dari peran keluarga. Tipe pola asuh terhadap anak yang tepat dari dini akan mempengaruhi kepribadian anak di masa mendatang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisia hubungan persepsi remaja tentang pola asuh orang tua dengan kepribadian remaja di SMP Negeri 7 Brebes. Penelitian ini menggunakan desain survey dengan metode Cross Sectional. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner persepsi remaja tentang pola asuh orang tua dan kepribadian remaja, dengan jumlah sampel 59 responden siswa kelas 8. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi pada variabel tersebut yang mayoritas pada kategori “cukup”, yaitu sebanyak 35 responden (59,3%) dan pada variabel epribadian anak mayoritas pada kategori “cukup”, yaitu sebanyak 27 responden (45,8%). Selanjutnya, diketahui bahwa hubungan antara variabel persepsi remaja tentang pola asuh orang tua dengan variabel kepribadian remaja di SMP Negeri 7 Brebes berdasarkan pada hasil uji Kendall’s Tau menunjukkan nilai signifikansi atau Sig. (2tailed) sebesar 0,012 (< 0,05), yang diperoleh nilai koefisien korelasi (Correlation Coefficient) sebesar 0,303*, yang terdapat hubungan antara kedua variable memiliki tingkat keeratan yang cukup kuat pada nilai signifikansi 0,05.