Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

UPAYA PENURUNAN HIPERTENSI LANSIA DENGAN PENERAPAN BRISK WALKING EXERCISE PADA LANSIA DI DESA BALAPULANG KULON KABUPATEN TEGAL Ramadhan Putra Satria; Sri Hidayati; Ani Ratnaningsih
ASMAT JURNAL PENGABMAS Vol. 1 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.444 KB) | DOI: 10.47539/ajp.v1i2.23

Abstract

Banyaknya kasus hipertensi yang tidak terkontrol akan menimbulkan komplikasi yang berbahaya yaitu serangan jantung, stroke, kerusakan ginjal, penyakit arteri coroner. Untuk mencegah terjadinya komplikasi tersebut maka dianjurkan untuk memelihara kesehatan tubuhnya dengan melakukan kegiatan latihan ataupun olahraga. Berbagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi banyak dilakukan, salah satunya dengan Brisk Walking. Brisk walking exercise atau berjalan cepat berdampak pada penurunan risiko mortalitas dan morbiditas pasien hipertensi melalui mekanisme pembakaran kalori, mempertahankan berat badan, membantu tubuh rileks dan peningkatan senyawa beta endorphin yang dapat menurunkan stres serta tingkat keamanan, penerapan brisk walking exercise pada semua tingkat umur penderita hipertensi. Penyampaian materi tentang brisk walking exercise meliputi definisi, manfaat, serta teknik pelaksanaan serta demonstrasi brisk walking exercice. Para warga menyimak dengan baik urutan langkah yang dijelaskan dengan memperhatikan langkah-langkah brisk walking exercise sesuai yang dipaparkan. Penerapan brisk walking exercise secara rutin dapat menurunkan hipertensi yang dialami para warga terutama warga lansia.
PENDIDIKAN KESEHATAN “GEMA CERMAT” SEDIAAN MODERN & TRADISIONAL DI LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL Ani Ratnaningsih; Uswatun Insani; Jumrotun Ni’mah; Arriani Indrastuti
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 4 No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v4i1.493

Abstract

Perkembangan tehnologi yang semakin modern mengubah perilaku masyarakat dalam mengatasi keluhan kesehatan. Swamedikasi saat merasakan keluhan kesehatan meningkat seiring dengan kemudahan akses terhadap informasi tentang pengobatan. Swamedikasi akan aman jika dilakukan sesuai dengan aturan, namun pada kenyatannya banyak perilaku swamedikasi yang tidak aman di masyarakat, termasuk yang terjadi pada mitra. Perilaku swamedikasi yang tidak aman disebabkan oleh pengetahuan yang kurang sehingga perlu ada sosialisasi swamedikasi pada mitra. Sosialisasi dengan tema “Gema Cermat” dalam menggunakan sediaan obat telah dilakukan di kelompok ibu PKK di desa Lebaksiu Kidul, Kabupaten Tegal. Pendidikan kesehatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan menggunakan leaflet untuk menjelaskan terkait: jenis sediaan obat modern, jenis sediaan obat tradisional, perilaku swamedikasi yang tepat, serta kemampuan mengenali keamanan obat melalui cek label dan BPOM. Evaluasi dilakukan dengan menilai pengetahuan mitra melalui penilaian pre-post test. Hasil dari penilaian pengetahuan adalah terdapat peningkatan rerata pengetahuan dibandingkan dengan sebelum pendidikan kesehatan (pre test 20,75 dan post test 31,05).
Pengaruh Latihan Peregangan Selama Hemodialisis Dalam Mengurangi Kram Otot Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Kardinah Kota Tegal Ani Ratnaningsih; Theodora Rosaria; Woro Hapsari; Sri Hidayati; Imam Syafi’i
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53798

Abstract

Pendahuluan: Kram menjadi salah satu masalah yang dikeluhkan pasien hemodialisis di RSUD Kardinah Kota Tegal. Nyeri kram dirasakan sering kali membuat sesi hemodialisis harus dihentikan sehingga menurunkan kualitas dialisis. Penanganan kram selama ini bersifat reaktif. Penelitian sebelumnya menunjukkan latihan peregangan yang dilakukan rutin selama hemodialisis dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan kram. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh latihan peregangan selama hemodialisis dalam mengurangi kram otot pada pasien yang menjalani hemodialisis. Metode: Desain Quasi Experimental dengan one group pretest posttest digunakan, dengan intervensi latihan peregangan selama hemodialisis selama 5 sesi pada 20 responden di ruang HD RSUD Kardinah Tegal. Evaluasi pretest dan posttest dilakukan dengan menilai derajat kram. Uji Marginal Homogeneity dilakukan untuk menilai adanya pengaruh kedua variabel. Hasil: Kram yang dialami responden sebelum intervensi ada pada level sedang-berat sedangkan setelah intervensi level kram ada pada level tidak kram, ringan, dan sedang. Hasil uji yang dilakukan menunjukkan nilai p value (sig(2-tailed) < 0,05 (0.00). Kesimpulan: Latihan peregangan yang dilakukan selama 5 kali sesi hemodialisis dapat mempengaruhi penurunan kram otot pasien
Pengaruh Terapi Story Telling Kisah Nabi Pada Anak Prasekolah Untuk Menurunkan Kecemasan Hospitalisasi Jumrotun Ni’mah; Ani Ratnaningsih; Akhmad Sayuti
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v2i1.168

Abstract

Background: Hospitalization anxiety in children is quite large (60-80%), this is happen if a children had experienced unpleasant events. Hospitalization anxiety needs to be a special concern for health workers because this problem can interfere with the child's growth and development, the healing process and worsen the child's condition. Storytelling therapy for children has many benefits for developing imagination, empathy, establishing closeness, fostering interest in reading and becoming a medium of learning for children. Objective: This research aims to describe the process of providing story telling therapy to preschool aged in anxiety of hospitalization. Method: This study used a case study research design with 2 child patient subjects. The Visual Facial Anxiety Scale (VFAS) measured children's anxiety. This research was conducted in children's rooms at Kardinah Regional Hospital Tegal City. Results: Both research subjects experienced a decrease in hospitalization anxiety. Subject 1 experienced "moderate" became "none" anxiety scale. Subject 2 experienced "moderate high" became "mild" anxiety scale.
Pengaruh Terapi Genggam Bola Karet terhadap Peningkatan Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Non Hemoragik di RSUD Kardinah Kota Tegal Salma Munifah; Ani Ratnaningsih; Eko Sistyawan; Imam Safii
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 2 No. 3 (2024): July : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v2i3.369

Abstract

Non hemorrhagic stroke is a disorder caused by ischemia, thrombosis, embolism, and narrowing of the lumen so that blood flows to the brain stops. This type of stroke can have an impact on various body functions including muscle weakness. Rubber ball grip exercises can stimulate movement in the hands for gripping function so that it can restore brain control over weakened upper extremity muscles. This study aimed to describe the application of rubber ball grip exercises to upper extremity muscle strength in non-hemorrhagic stroke patients. The research design used a case study approach. Data collection was carried out on May 30 - June 1 2023 at Kardinah Hospital, Tegal City with 2 patients having a medical diagnosis of non-hemorrhagic stroke. Both patients experienced an increase in upper extremity muscle strength. Patient 1 during 3 days of therapy experienced a change in muscle strength from 4 to 5. In patient 2 after 3 days of therapy experienced a change in muscle strength from 3 to 4.. The results showed that subject 1 experienced an increase in muscle strength from 4 to 5, subject II experienced an increase in muscle strength from 3 to 4. patients with non-hemorrhagic stroke are used to do rubber ball grip therapy for 10-15 minutes per day within 3 days to stimulate weak muscle strength.