Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Intervensi Mobilisasi Dini Terstruktur Terhadap Kemandirian Activity Daily Living Pasien Stroke Iskemik Fase Akut di Ruang Rawat Inap Merapi Rsomh Bukittinggi Junita Irawaty Lispandon Siboro; Fauzi Ashra; Mellia Fransiska
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54548

Abstract

Abstrak Pasien stroke iskemik pada fase akut umumnya mengalami gangguan fungsi motorik yang berdampak langsung terhadap terjadi penurunan kapasitas pasien dalam melaksanakan aktivitas kehidupan sehari-hari (Activity Daily Living). Keadaan imobilisasi pada periode awal perawatan dapat memperlambat pemulihan fungsional serta meningkatkan ketergantungan pasien terhadap bantuan orang lain. Oleh karena itu, diperlukan intervensi keperawatan yang sistematis dan terencana, salah satunya melalui mobilisasi dini terstruktur yang mengacu pada teori konservasi Levine untuk mendukung pemulihan kemandirian pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intervensi mobilisasi dini yang terencana terhadap tingkat kemandirian aktivitas kehidupan sehari-hari pada pasien stroke iskemik fase akut. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan quasi-eksperimen menggunakan desain kelompok kontrol tidak ekuivalen. Total responden yang terlibat berjumlah 43 orang, yang terdiri atas 22 responden pada kelompok intervensi dan 21 responden pada kelompok kontrol (21 orang). Kelompok intervensi diberikan mobilisasi dini terstruktur selama lima hari dengan frekuensi dua kali per hari dan durasi 15–30 menit, sementara itu kelompok kontrol memperoleh perawatan yang mengikuti standar operasional rumah sakit. Penilaian kemandirian ADL dilakukan menggunakan Barthel Index pada tahap sebelum maupun setelah pemberian intervensi. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kemandirian ADL yang signifikan pada kelompok yang mendapatkan intervensi mobilisasi dini terstruktur (p<0,001). Selain itu, ditemukan adanya perbedaan nilai rata-rata kemandirian ADL yang signifikan antara kelompok yang memperoleh intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai statistik t sebesar 8,025. Mobilisasi dini terstruktur terbukti efektif dalam meningkatkan kemandirian Activity Daily Living pada pasien stroke iskemik fase akut. Intervensi ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam praktik asuhan keperawatan sebagai upaya mendukung pemulihan fungsi dan meningkatkan kemandirian pasien sejak tahap awal perawatan. Kata Kunci: Kemandirian ADL; mobilisasi dini terstruktur; stroke iskemik; teori Levine
Penerapan Teknologi Sanitasi Air Bersih dan Pemulihan Lingkungan Pascabencana di Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar Mellia Fransiska; Evi Susanti; Fauzi Ashra; Lady Wizia; Yuhendri Putra; Diana Fanti Sukma Perdana; Indrie Aulia Rifni; Ega Aprisia; Dina Ediana; Rini Suryanti; Meutia Askina
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i2.1325

Abstract

Kenagarian Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan berada pada jalur aliran sungai dan dataran rendah yang secara historis sering terdampak galodo. Berdasarkan laporan dan pendataan awal BPBD Tanah Datar, galodo berdampak pada ±850–900 kepala keluarga atau ±3.200–3.500 jiwa di Kecamatan Batipuh Selatan. Sekitar 35–40% rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat, sementara infrastruktur lingkungan seperti saluran air, sumur gali, dan jaringan air bersih mengalami kerusakan dan pencemaran akibat lumpur serta material banjir. Tujuan kegiatan: menerapan Teknologi Sanitasi Air Bersih. Kegiatan difokuskan pada penguatan kapasitas kelompok masyarakat nonproduktif secara ekonomi melalui peningkatan aspek manajemen dan sosial kemasyarakatan, serta penerapan teknologi sanitasi air bersih dan pemulihan lingkungan yang sederhana, tepat guna, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan dibagi ke dalam dua kelompok mitra, yaitu Mitra 1: Satgas Bencana dan Mitra 2: Linmas. Tahapan pelaksanaan terdiri dari sosialisasi, pendekatan partisipatif dan kolaboratif, penerapan tekonologi dan inovasi, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan: identifikasi permasalahan melalui pengumpulan data primer dan dilanjutkan dengan MMD untuk menentukan prioritas, akar penyebab, dan intervensi. Berdasarkan MMD, solusi yang berikan adalah pelatihan manajemen sanitasi air bersih, penyusunan SOP pemeliharaan dan pengawasan tandon air bersih, pemasangan tandon air bersih, penyusunan peta distribusi titik air bersih, dan evaluasi kegiatan.