Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Terapi Bekam Basah Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol dan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Klinik Komplementer Dawan Usadha I Wayan Antariksawan; I Wayan Suardana; Kadek Yudi Aryawan; Gede Budi Widiarta; Ni Luh Seri Astuti; Ni Putu Ika Novita Gunawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54668

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan berkontribusi besar terhadap morbiditas serta mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular. Kondisi ini sering disertai gangguan metabolik seperti peningkatan kadar kolesterol yang memperberat risiko penyakit jantung. Terapi komplementer, salah satunya bekam basah, mulai banyak digunakan sebagai alternatif pendukung pengendalian hipertensi dan dislipidemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol dan tekanan darah pada pasien hipertensi di Klinik Komplementer Dawan Usadha The Holistic Nursing & Home Care. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel terdiri dari 53 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran kadar kolesterol serta tekanan darah sistolik dan diastolik dilakukan sebelum dan sesudah intervensi terapi bekam basah. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan bermakna pada kadar kolesterol (mean penurunan 18,00; p = 0,001), tekanan darah sistolik (mean penurunan 15,49; p = 0,001), dan diastolik (mean penurunan 5,11; p = 0,001). Disimpulkan bahwa terapi bekam basah efektif menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah pada pasien hipertensi, sehingga berpotensi menjadi intervensi komplementer dalam manajemen hipertensi berbasis keperawatan holistik.
The Relationship Between Self-Management and Blood Pressure of Hypertension Sufferers in the Kediri I Health Center Region, Tabanan District Ni Putu Putri Kumalasari; I Ketut Gama; Komang Ayu Henny Achjar; I Wayan Suardana; I Gusti Ketut Gede Ngurah; I Wayan Mustika
Health Dynamics Vol 1, No 11 (2024): November 2024
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd11105

Abstract

Background: Cases of hypertension in Indonesia show a significant increase. Hypertension continues to lead to complications when people with hypertension have not implemented self-management regularly. Management of hypertension which includes routine medication and healthy lifestyle changes requires good self-management. The purpose of this study was to determine the relationship between self-management and blood pressure of hypertensive patients in the Kediri I Health Center Working Area. Methods: This study uses a quantitative research design (non-experimental) using a cross-sectional approach. The sample amounted to 82 respondents obtained by purposive sampling technique, who met the inclusion criteria, namely hypertensive patients aged 15-59 years. Data collection instruments used the Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) and blood pressure measurements using a sphygmomanometer. Results: Data analysis using the Spearman rank test showed the results of ρ = 0.000 and the correlation coefficient r = -0.732 which means that there is a significant and strong relationship (0.60 - 0.79) between the two variables. The majority of respondents showed poor self-management behavior 56.1%. Conclusion: It is hoped that it can be used as information for the relevant health centers, that the importance of implementing self-management to prevent an increase in blood pressure in hypertensive patients.