This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Bella N. Wijaya
Universitas Kristen Krida Wacana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji In Vivo Aktifitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Bunga Melinjo (Gnetum Gnemon L.) Anna Maria Dewajanti; Agus Limanto; Bella N. Wijaya; Erma Mexcorry Sumbayak; Hendrik Kurniawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55409

Abstract

Hiperurisemia merupakan keadaan di mana kadar asam urat di dalam darah tinggi sehingga dapat menimbulkan penyakit gout, kerusakan ginjal, dan komplikasi lain. Dalam beberapa dekade terakhir, peneliti mulai mengembangkan tanaman obat untuk menyembuhkan beberapa penyakit, salah satunya adalah tanaman melinjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antihiperurisemia ekstrak bunga melinjo (Gnetum gnemon L). Desain penelitian eksperimental ini pre-post test control group. Aktivitas antihiperurisemia dinilai melalui pengukuran kadar asam urat plasma darah tikus putih Sprague Dawley yang diinduksi hiperurisemia. Kelompok perlakuan menerima ekstrak dengan dosis 450 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB, yang dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (allopurinol 90 mg/kgBB) dan negatif (Na- CMC 0,5%). Pemberian ekstrak dosis 450 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar asam urat darah, dengan nilai p < 0,05 (Uji Wilcoxon), begitu pula dengan allopurinol. Pada analisis antar kelompok, kadar asam urat hari ke-7 berbeda bermakna (uji Kruskal–Wallis), dengan perbedaan terutama antara kontrol negatif dan kelompok perlakuan/kontrol positif (post-hoc Bonferroni). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kontrol positif dan kelompok ekstrak pada hari ke-7. Hasil penelitian ini membuktikan potensi ekstrak bunga melinjo sebagai agen alami dan berperan dalam pengelolaan antihiperurisemia. Temuan ini mendukung pengembangan terapi alternatif berbasis bahan alami dengan risiko efek samping yang lebih rendah