Stunting masih menjadi masalah gizi prioritas di Indonesia sehingga diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan Abon E-LeLe, produk hasil penelitian berbasis ekstrak ikan lele dengan kandungan protein 43,30%, sebagai pangan lokal tinggi protein untuk mendukung pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu mengenai pemanfaatan Abon E-LeLe melalui edukasi dan demonstrasi. Pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dan Community-Based Education pada 8 Juli 2026 di Desa Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Peserta terdiri atas 76 kader Posyandu dari 89 kader yang diundang (85,4%). Kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi pembuatan Abon E-LeLe, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test berisi 12 pertanyaan disertai observasi partisipatif. Mayoritas peserta berpendidikan SMA/sederajat (46,1%) dan SMP/sederajat (42,1%). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata nilai pengetahuan dari 64,6 pada pre-test menjadi 86,4 pada post-test, atau meningkat sebesar 21,8 poin (33,7%). Peserta juga mampu menjelaskan kembali manfaat, kandungan gizi, dan tahapan utama pembuatan Abon E-LeLe. Edukasi dan demonstrasi efektif meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memanfaatkan pangan lokal tinggi protein sebagai media edukasi pencegahan stunting serta berpotensi menjadi model hilirisasi hasil penelitian berbasis pemberdayaan masyarakat.