Carissa Wityadarda
Universitas Santo Borromeus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pengurus Pondok Lansia Tulus Kasih tentang Abon Ekstrak Ikan Lele untuk Nutrisi Paliatif Ferdinan Sihombing; Maria Alfa Raniadita; Carissa Wityadarda; Ellen Stephanie Rumaseuw
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/7h923872

Abstract

Pemenuhan kebutuhan protein merupakan salah satu komponen penting dalam perawatan paliatif lansia karena berperan dalam mempertahankan massa otot, fungsi tubuh, dan kualitas hidup. Namun, keterbatasan pengetahuan pengurus pondok lansia mengenai nutrisi paliatif serta minimnya pemanfaatan pangan tinggi protein berbasis sumber daya lokal menjadi tantangan dalam penyelenggaraan makanan bagi lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pengurus Pondok Lansia Tulus Kasih Sarijadi mengenai pemanfaatan abon ekstrak ikan lele untuk memenuhi kebutuhan nutrisi paliatif pada lansia. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Juni 2026 dengan melibatkan 13 peserta yang terdiri atas pengasuh, pengelola, dan Ketua Yayasan. Metode yang digunakan meliputi edukasi, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan abon ekstrak ikan lele, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi disampaikan oleh tim multidisiplin yang mencakup aspek nutrisi paliatif lansia, pengolahan ekstrak ikan lele, dan pembuatan abon ekstrak ikan lele. Selain itu, dilakukan pengukuran lingkar lengan atas, lingkar betis, dan lemak kaki pada 18 lansia penghuni pondok sebagai skrining awal status gizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai pengetahuan peserta dari rata-rata 66,67 menjadi 82,05. Lansia yang mencicipi produk juga memberikan respons positif terhadap rasa dan tekstur abon. Kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan pengurus serta memperkenalkan abon ekstrak ikan lele sebagai alternatif pangan tinggi protein untuk mendukung nutrisi paliatif lansia.
Hilirisasi Hasil Penelitian Abon E-Lele Sebagai Pangan Tinggi Protein Dalam Upaya Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Kader Posyandu Di Desa Cihampelas Maria Emilia Putri Parera; Ferdinan Sihombing; Yuliati Widiastuti; Ellen Stephanie Rumaseuw; Maria Alfa Raniadita; Carissa Wityadarda
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/32jxpy69

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi prioritas di Indonesia sehingga diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan Abon E-LeLe, produk hasil penelitian berbasis ekstrak ikan lele dengan kandungan protein 43,30%, sebagai pangan lokal tinggi protein untuk mendukung pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu mengenai pemanfaatan Abon E-LeLe melalui edukasi dan demonstrasi. Pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dan Community-Based Education pada 8 Juli 2026 di Desa Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Peserta terdiri atas 76 kader Posyandu dari 89 kader yang diundang (85,4%). Kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi pembuatan Abon E-LeLe, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test berisi 12 pertanyaan disertai observasi partisipatif. Mayoritas peserta berpendidikan SMA/sederajat (46,1%) dan SMP/sederajat (42,1%). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata nilai pengetahuan dari 64,6 pada pre-test menjadi 86,4 pada post-test, atau meningkat sebesar 21,8 poin (33,7%). Peserta juga mampu menjelaskan kembali manfaat, kandungan gizi, dan tahapan utama pembuatan Abon E-LeLe. Edukasi dan demonstrasi efektif meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memanfaatkan pangan lokal tinggi protein sebagai media edukasi pencegahan stunting serta berpotensi menjadi model hilirisasi hasil penelitian berbasis pemberdayaan masyarakat.