Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analysis of the Nutritional Content of Catfish Extract as a Reliable Food Ingredient to Improve the Nutrition of Stunted Toddlers Sihombing, Ferdinan; Rumaseuw, Ellen Stephanie; Raniadita, Maria Alfa
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 3 (2024): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i3.7335

Abstract

Stunting is one of the focuses of the Sustainable Development Goals (SDGs), which includes the secondary goal of ending hunger and all forms of malnutrition. Stunting is a serious chronic nutritional problem throughout the world, especially in developing countries. Stunting occurs when a child does not get enough nutrition during his growth period and can result in impaired physical growth and cognitive development. An effective solution to overcome stunting is to increase your intake of protein and important nutrients through additional food. Catfish has been proven to be a potential nutritional raw material for overcoming stunting because it is rich in protein and nutrients. The aim of this research is to analyze in detail the nutritional content of catfish extract which is considered a superior food ingredient for overcoming stunting. This research used a purposive sampling method by measuring proximate tests, total polyphenols and antioxidant activity (DPPH). It is hoped that the results of this research will provide further insight into the nutritional value of catfish extract and its potential in improving the nutritional status of stunted children. The results showed that catfish extract had a water content of 4.97%, ash content of 8.91%, fat content of 29.87%, protein content of 48.85%, carbohydrate content of 7.40%, total polyphenol content of 0.12% and antioxidant activity with an IC50 value of 4.9724%. This research concludes that catfish extract has the potential to improve nutrition for stunted toddlers.
The Effect of Black Garlic in Lowering Blood Pressure in Hypertension Patients at Jayamekar Health Center, West Bandung Regency Rumaseuw, Ellen Stephanie; Saptiningsih, Monica; Raniadita, Maria Alfa
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i4.8110

Abstract

The Prolanis program may be a wellbeing benefit framework with a proactive community-based approach that specifically includes hypertension and diabetes patients through community strengthening to decrease NCDs in an coordinates way. Based on the comes about of the 2018 Basic Health Survey, the illnesses most commonly endured by the elderly are hypertention (63.5%), dental issues (53.6%), joint problems (18%), and mouth problems (17%), diabetes (5.7%), heart attack (4.5%) and stroke (4.4%), kidney (0.8%), and cancer (0.4%). The definition of hypertension according to the American Health Association (AHA) is a condition of increased blood pressure, characterized by blood pressure values greater than 130/90 mmHg when measured manually or digitally. Garlic (Allium sativum L.), a plant that is used extensively in the culinary and medical industries, is one of the natural remedies for high blood pressure. Fermentation is one way to turn garlic into black garlic. This study employed a paired sample t-test dependent test for data analysis and a pre-experimental design with a single group pretest and posttest design without a comparison group. After giving two bulbs of single black garlic per day for a week, the study's average posttest systolic blood pressure was 138.31, with a P-value of 0.008. Single black garlic has an effect on reducing blood pressure in hypertensive participants at Jayamekar Health Center, West Bandung Regency.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA CIPANGERAN MELALUI PENGOLAHAN BUNGA TELANG SEBAGAI MINUMAN HERBAL ANTIOKSIDAN Ellen Stephanie Rumaseuw; Carissa Wityadarda; Maria Alfa Raniadita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34494

Abstract

Abstrak: Masyarakat Desa Cipangeran, memiliki potensi tanaman bunga telang (Clitoria ternatea, L.) yang selama ini hanya dipandang sebagai tanaman hias, padahal kaya antioksidan alami. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengenalkan manfaat ilmiah bunga telang sekaligus melatih masyarakat dalam pengolahannya sebagai minuman herbal bernilai kesehatan dan ekonomi. Program dilaksanakan melalui penyuluhan, diseminasi ilmiah, dan workshop pengolahan teh rempah telang yang diikuti 20 peserta dari kader posyandu, perangkat desa, dan ibu rumah tangga. Evaluasi dilakukan dengan Pretest–Posttest, observasi praktik, dan wawancara. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 43% serta seluruh peserta mampu mengolah produk secara mandiri. Bahkan, muncul inisiatif untuk membentuk usaha kecil berbasis telang dengan dukungan perangkat desa. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan praktis dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat berbasis potensi lokal.Abstract: Thec community inc Cipangeranc Village, has long viewed butterfly pea (Clitoria ternatea L.) mainly as an ornamental plant, despite its potential as a rich source of natural antioxidants. This program aimed to introduce its health benefits while equipping the community with practical skills to process it into herbal tea with both health and economic value. The activities involved educational sessions, scientific dissemination, and a hands-on workshop with 20 participants, including health cadres, village officials, and housewives. Evaluation was carried out through pretest–posttest, direct observation, and interviews. Results showed a 43% increase in knowledge, and all participants were able to independently process butterfly pea products. Moreover, the community initiated small-scale businesses supported by local authorities. Beyond improving knowledge and skills, this program encouraged economic empowerment and showcased butterfly pea as a promising local resource. 
Edukasi dan Pelatihan Produksi Abon Lele Kaya Gizi: Strategi Komunitas untuk Pencegahan Stunting di Desa Cipeundeuy Ferdinan Sihombing; Maria Alfa Raniadita; Carrisa Wityadarda; Ellen Stephanie Rumaseuw
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/qhc4m532

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Pencegahan stunting dapat dilakukan melalui peningkatan konsumsi protein hewani yang berkualitas tinggi, salah satunya berasal dari ikan lele. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Selasa, 2 September 2025, di Posyandu “Bina Harapan X” RW 10 Desa Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, dengan peserta sekitar 60 orang yang terdiri dari kader posyandu dan ibu balita. Metode kegiatan meliputi penyuluhan berbasis multimedia, penjelasan pembuatan ekstrak ikan lele dan demonstrasi pembuatan abon lele dengan dukungan infografis, serta diskusi interaktif. Respon peserta selama kegiatan memperlihatkan minat yang besar terhadap materi dan keterampilan yang diperagakan, khususnya pada proses pembuatan ekstrak ikan lele dan menggunakannya sebagai bahan abon ikan. Produk abon dari ekstrak ikan lele dinilai praktis, bernilai gizi tinggi, dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha keluarga. Kegiatan ini menjadi strategi efektif berbasis komunitas dalam mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat desa.
Pengembangan Model Hospice Berbasis Perguruan Tinggi Untuk Pasien Paliatif Yuanita Ani Susilowati; Ferdinan Sihombing; Maria Alfa Raniadita; Sih Ami Lestari; Alexander Risdianto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53627

Abstract

Kota Bandung dan sekitarnya menghadapi tantangan serius dalam penyediaan layanan perawatan paliatif bagi pasien dengan penyakit kronis stadium akhir . Secara nasional, laporan Globocan 2020 mencatat 396.914 kasus baru kanker di Indonesia, dengan kanker payudara sebagai jenis terbanyak, mencapai 68.858 kasus (16,6%). Lebih mengkhawatirkan, sekitar 70% pasien kanker di Indonesia terdiagnosis pada stadium lanjut, yang memerlukan perawatan paliatif intensif. Di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung, prevalensi kanker menunjukkan peningkatan signifikan dengan sekitar 15.000 kasus terdiagnosis setiap tahunnya, dan 30% di antaranya berada dalam tahap terminal. Tujuan Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan hospice bagi pasien dengan penyakit terminal. Metode Metode penelitian menggunakan model Reasearch and Development (R & D) dengan sepuluh tahapan, tahap pertama yaitu Research and information collecting. Hasil Responden sebanyak 201 diambil secara purposive sampling, hasil didapatkan terdapat kebutuhan masyarakat akan keberadaan hospice dengan mean 86,14. Kesimpulan Dilakukan analisis pasar didapatkan target utama yaitu keluarga pasien dengan penyakit terminal dan perawatan palliative, khususnya yang sudah tidak fokus pada kesembuhan medis tetapi pada peningkatan kualitas hidup (quality of life) dan keluarga kelas menengah ke atas yang membutuhkan dan menginginkan layanan holistik (perawatan medis, psikologis, spiritual, dan sosial) bagi pasien.
Catfish Extract-Based Shredded Meat as a Functional Food: Nutritional Composition, Safety, and Acceptance Among Mothers of Toddlers Ferdinan Sihombing; Ellen Stephanie Rumaseuw; Maria Alfa Raniadita; Carissa Wityadarda
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.13978

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that has serious implications for the quality of human resources in Indonesia. One potential solution is the development of affordable local food innovations based on animal protein sources, such as catfish (Clarias batrachus), which has high nutritional value and can be processed into functional food products, including extracts and shredded fish (abon). This study aimed to analyze the nutritional composition, antioxidant activity, microbiological and heavy metal safety, as well as the organoleptic acceptance of shredded catfish products based on catfish extract among mothers of under-five children. The study was conducted at the Central Laboratory of Universitas Padjadjaran and the “Bina Harapan X” Integrated Health Post (Posyandu) in Cipeundeuy Village, West Bandung. Proximate analysis was performed on both catfish extract and shredded catfish products. Antioxidant activity was assessed using the DPPH method, while safety evaluations included Escherichia coli (CFU/mL) analysis and determination of lead (Pb) and cadmium (Cd) levels using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Organoleptic testing was carried out with 31 mother panelists who had under-five children, using a 5-point hedonic scale. The catfish extract contained 4.97% moisture, 8.91% ash, 29.87% fat, 48.85% protein, and 7.40% carbohydrates, with a total polyphenol content of 0.12% and an IC₅₀ value of 4.9724%. The shredded catfish product contained 3.32% moisture, 6.55% ash, 30.45% fat, 38.33% protein, and 21.36% carbohydrates. Safety analysis showed E. coli levels of 0 CFU/mL (safe for consumption), Pb levels of 0.3999 mg/kg, and Cd levels of 0.0312 mg/kg. Organoleptic scores for color (3.87), texture (3.97), and aroma (4.00) indicated an overall acceptance level of “liked”. Shredded catfish products based on catfish extract have high nutritional value, are safe for consumption, and are well accepted by mothers of under-five children. This product has strong potential as a local fish-based functional food to support stunting prevention efforts in the community
Edukasi Pengurus Pondok Lansia Tulus Kasih tentang Abon Ekstrak Ikan Lele untuk Nutrisi Paliatif Ferdinan Sihombing; Maria Alfa Raniadita; Carissa Wityadarda; Ellen Stephanie Rumaseuw
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/7h923872

Abstract

Pemenuhan kebutuhan protein merupakan salah satu komponen penting dalam perawatan paliatif lansia karena berperan dalam mempertahankan massa otot, fungsi tubuh, dan kualitas hidup. Namun, keterbatasan pengetahuan pengurus pondok lansia mengenai nutrisi paliatif serta minimnya pemanfaatan pangan tinggi protein berbasis sumber daya lokal menjadi tantangan dalam penyelenggaraan makanan bagi lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pengurus Pondok Lansia Tulus Kasih Sarijadi mengenai pemanfaatan abon ekstrak ikan lele untuk memenuhi kebutuhan nutrisi paliatif pada lansia. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Juni 2026 dengan melibatkan 13 peserta yang terdiri atas pengasuh, pengelola, dan Ketua Yayasan. Metode yang digunakan meliputi edukasi, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan abon ekstrak ikan lele, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi disampaikan oleh tim multidisiplin yang mencakup aspek nutrisi paliatif lansia, pengolahan ekstrak ikan lele, dan pembuatan abon ekstrak ikan lele. Selain itu, dilakukan pengukuran lingkar lengan atas, lingkar betis, dan lemak kaki pada 18 lansia penghuni pondok sebagai skrining awal status gizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai pengetahuan peserta dari rata-rata 66,67 menjadi 82,05. Lansia yang mencicipi produk juga memberikan respons positif terhadap rasa dan tekstur abon. Kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan pengurus serta memperkenalkan abon ekstrak ikan lele sebagai alternatif pangan tinggi protein untuk mendukung nutrisi paliatif lansia.
Smart Love, Safe Choices : Edukasi Seksual untuk Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Yuanita Ani Susilowati; Linda Sari Barus; Didik Agus Santoso; Maria Alfa Raniadita; Lidwina Triastuti Listianingsih; Stepanus Prihasto Septiawan; Ferdinan Sihombing
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/xqzcf379

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi pada remaja masih menjadi tantangan serius, terutama akibat rendahnya pengetahuan dan keterbatasan akses informasi yang benar di lingkungan sekolah. Mitra dalam kegiatan ini adalah siswa kelas XI dan XII di salah satu SMA swasta di Bandung yang menunjukkan pemahaman yang masih rendah terkait kesehatan reproduksi serta pengambilan keputusan yang aman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi melalui pendidikan seks berbasis nilai “Smart Love, Safe Choices”. Kegiatan diikuti oleh 44 orang siswa laki-laki. Metode yang digunakan adalah pendekatan pendidikan berbasis komunitas melalui workshop interaktif yang meliputi ceramah, diskusi, dan tanya jawab, dengan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dari 42,52 menjadi 60,77, serta perubahan distribusi kategori pengetahuan dari dominan rendah menjadi dominan sedang dan tinggi. Kegiatan ini juga menunjukkan peningkatan partisipasi dan kesadaran peserta terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Disimpulkan bahwa pendidikan seks berbasis nilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja, serta berpotensi dikembangkan sebagai program promotif-preventif di lingkungan sekolah.
Hilirisasi Hasil Penelitian Abon E-Lele Sebagai Pangan Tinggi Protein Dalam Upaya Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Kader Posyandu Di Desa Cihampelas Maria Emilia Putri Parera; Ferdinan Sihombing; Yuliati Widiastuti; Ellen Stephanie Rumaseuw; Maria Alfa Raniadita; Carissa Wityadarda
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/32jxpy69

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi prioritas di Indonesia sehingga diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan Abon E-LeLe, produk hasil penelitian berbasis ekstrak ikan lele dengan kandungan protein 43,30%, sebagai pangan lokal tinggi protein untuk mendukung pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu mengenai pemanfaatan Abon E-LeLe melalui edukasi dan demonstrasi. Pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dan Community-Based Education pada 8 Juli 2026 di Desa Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Peserta terdiri atas 76 kader Posyandu dari 89 kader yang diundang (85,4%). Kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi pembuatan Abon E-LeLe, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test berisi 12 pertanyaan disertai observasi partisipatif. Mayoritas peserta berpendidikan SMA/sederajat (46,1%) dan SMP/sederajat (42,1%). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata nilai pengetahuan dari 64,6 pada pre-test menjadi 86,4 pada post-test, atau meningkat sebesar 21,8 poin (33,7%). Peserta juga mampu menjelaskan kembali manfaat, kandungan gizi, dan tahapan utama pembuatan Abon E-LeLe. Edukasi dan demonstrasi efektif meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memanfaatkan pangan lokal tinggi protein sebagai media edukasi pencegahan stunting serta berpotensi menjadi model hilirisasi hasil penelitian berbasis pemberdayaan masyarakat.