Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan dan memperkuat sistem pertanian–peternakan terpadu berbasis sumber daya lokal pada Kelompok Tani Arjuna 3 di Desa Kolpajung, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya efisiensi usaha tani dan peternakan akibat pengelolaan yang masih terpisah antara sektor pertanian dan peternakan. Oleh karena itu, kegiatan ini menerapkan model integrated farming system. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan petani dan peternak secara aktif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan pembuatanbakteri nutrsi untuk tanaman pangan dan holtikultura yang nantinya limbah tersebut akan dimanfaatkan oeh ternak, implementasi pada lahan percontohan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam mengelola limbah pertanian dan peternakan secara produktif. Petani mampu memproduksi bakteri nutrisi pertumbuhan secara baik. Peningkatan pengetahuan ini berdampak pada penurunan biaya produksi serta peningkatan efisiensi usaha tani dan peternakan. Selain itu, implementasi sistem pertanian–peternakan terpadu memberikan dampak positif terhadap hasil panen tanaman, serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Kemapuan kemandirian pertanian terpadu menjadi langkah konkrit dalam pemberdayaan sumberdaya manusia ditingkat kelompok tani. Hasil preetest dan postes menunjukkan bahwa sebelum pelatihan pengetahuan terhadap pengolahan lahan 50% meningkat, dampak penggunaan pupuk kimia 35% meningkat, manfaat pupuk organic 62% meningkat, pengendalian hama penyakit tanaman 47% meningkat, dan penggunaan bakteri nutrisi tanaman 43% meningkat.