Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Pengaruh Spatial Aliasing Pada Teknik Blind Source Separation Untuk Deteksi Kerusakan Mesin Ahmad Barelvie Rasyid; Mamat Rokhmat; Hertiana Bethaningtyas Dyah K.
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam aktivitas industri terdiri dari beberapa mesin sehingga sinyal suara menjadi tercampur. Untuk memantau kondisi alat dengan teknik analisis getar dibutuhkan sebuah metode untuk memisahkan sinyal suara tercampur. Blind source separation adalah metode untuk memisahkan sinyal suara tercampur, hasil pemisahan blind source separation dapat dilihat dari nilai mean square error (MSE). Nilai rata-rata MSE hasil pemisahan dari suara tercampur convolutive mixture2 input antara mesin normal dan bearing fault adalah 5100,924191, dan MSE hasil pemisahan sinyal suara tercampur antara mesin unbalance dan misalignment adalah 9,53463320. Sedangkan nilai MSE sinyal hasil pemisahan dari suara tercampur instantaneous linear mixture 2 input antara mesin normal dan bearing fault adalah 0,00000702, dan MSE hasil pemisahan sinyal suara tercampur antara mesin unbalance dan misalignment adalah 0,00002066. Nilai rata-rata MSE hasil pemisahan sinyal tercampur dengan teknik convolutive mixture terhadap sinyal asli 3 input adalah 42,754061, dan nilai rata-rata MSE hasil pemisahan sinyal tercampur dengan teknik instantaneous linear mixture adalah 0,016585. Spatial aliasing hanya mempengaruhi perubahan inentsitas pada sudut arah datang suatu frekuensi, namun tidak pada pola frekuensi pada spectogram masing-masing kondisi mesin. sehingga pada proses pemisahan sinyal suara tetap dapat diketahui karakteristik suatu kondisi mesin melalui spectogram hasil pemisahan sinyal suara tercampur. Kata Kunci : Blind Source Separation, Convolutive Misture, Instantaneous linear mixture, Mean Square Error(MSE)
Sistem Otomasi Dalam Penyortiran Tomat Dengan Image Processing Menggunakan Metode Deteksi Rgb Ihsan Nugraha Putra Mukhti; Suwandi Suwandi; Hertiana Bethaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan salah satu buah holtikultura yang mengalami berubahan warna menuju proses kematangannya. Perubahan warna pada tomat dapat diamati secara lansung oleh mata. Pada umumnya warna tomat muda berwarna hijau dan perlahan menjadi merah. Pakar holtikultura telah mengidentifikasikan warna tomat yang matang secara tampilan visual. Image processing menjadi solusi mendapatkan nilai warna pada tomat yang matang. Nilai didapat dari proses mendeteksi nilai RGB (Red, Green and Blue) pada warna tomat. Dimulai dari mendeteksi nilai warna setelah nilai diolah menjadi keputusan matang atau tidaknya tomat yang dilihat. Faktor cahaya dan tingkat sensitivitas kamera pada webcam berpengaruh dalam pengambilan data pada tomat.Tekstur warna pada romat dapat diidentifikasi ekstraksi cirinya dengan menggunakan metode deteksi warna. Informasi yang terdapat pada sebuah citra tomat berupa nilai - nilai ciri statistik. Berdasarkan nilai ekstraksi ciri, citra yang diakuisisi dari kamera dapat diklasifikasi dengan euclidean distance.Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, didapatkan akurasi teringgi mencapai 88% pada saat pengambilan 20 cm menggunakan preprocessing dengan kondisi cahaya terang (70-110lux). Jika jarak tidak fokus dan menjauhi objek akurasi akan menurun. Fokus jarak objek terhadap webcam maksimal dengan jarak 20 cm dengan akurasi 88%. Perbedaan parameter resolusi kamera juga memberikan tingkat akurasi yang berbeda yaitu maksimum pada 80% dengan resolusi 5MP dan menurun jika resolusi lebih kecil lagi. Waktu komputasi rata – rata untuk PC dengan RAM 2GB adalah 4500ms. Kata kunci: Image Processing, Tomat, RGB, Otomasi, Holtikultura, Matlab .
Identifikasi Pada Seragam Personel Militer Menggunakan Image Processing Hasbi Naufal Ashshidiqi; Suprayogi Suprayogi; Hertiana Bethaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seragam militer memiliki ciri khusus warna dan corek yang berbeda, hal ini dapat digunakan sebagai identifikasi di medan perang agar personel dapat mengenali satu sama lain. Telah dilakukan penelitian identifikasi pada seragam personel militer berbasis image processing yang menggunakan metode ekstraksi ciri warna dan bentuk. Ekstraksi ciri warna menggunakan parameter persentase penyebaran hue color yang didapatkan setelah mengubah citra RGB (Red Green Blue) menjadi citra HSV (Hue Saturation Value). Untuk ekstrasksi ciri bentuk menggunakan parameter nilai eccentricity dan metric yang didapatkan setelah melakukan segmentasi terlebih dahulu yang terdiri dari beberapa proses yaitu grayscale, contrast adjustment, binarization, dan labeling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, sistem mampu mengidentifikasi citra loreng Malvinas dengan citra loreng lain menghasilkan akurasi 20% menggunakan ekstraksi ciri warna dan 92.075% menggunakan ekstraksi ciri bentuk. Kata Kunci: Seragam Personel Militer, Pengolahan Citra, Ekstraksi Ciri Warna dan Ekstraksi Ciri Bentuk
Analisis Kinerja Terowongan Angin Subsonik Dengan Menggunakan Contraction Cone Polinomial Orde 5 Mahesa Agni; M. Ramdlan Kirom; Hertiana Bethaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terowongan angin adalah sebuah alat untuk membantu proses analisis aliran udara di sekitar benda padat. Terowongan angin terdiri dari motor dan fan, dimer, contraction cone dan diffuser. Contraction cone adalah salah satu bagian terowongan angin yang mempengaruhi kualitas aliran di dalam test section, dalam perancangan contraction cone digunakan persamaan polinomial orde 5 yang di temukan oleh Bell dan Mehta. Persamaan polinomial orde 5 pada contraction cone mampu menghindari pemisahan aliran, sehingga didapatkan keseragaman aliran pada test section [7]. Terowongan angin yang akan dianalisis merupakan terowongan angin subsonik (M < 1) dengan sirkuit terbuka, ukuran test section 25 cm x 25 cm, kecepatan maksimum angin di dalam test section terowongan adalah 7 m/s dengan pengaturan tegangan motor 50 v, 70 v, 90 v, 125 v, 175 v. Fluktuasi aliran rata – rata pada pengaturan tegangan motor 50 v sebesar 0,0698 m/s, 70 v sebesar 0,0278 m/s, 90 v sebesar 0,0348 m/s, 125 v sebesar 0,0952 m/s dan 175 v sebesar 0,0952 m/s. Kata Kunci : Terowongan angin, kecepatan angin, subsonik, polinomial, contraction cone
Klasifikasi Jenis Jerawat Berdasarkan Tekstur Dengan Menggunakan Metode Glcm Maghfirah Ramadhani; Suprayogi Suprayogi; Hertiana Bethaningtyas Dyah
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap jenis jerawat memiliki karakteristik tekstur atau bentuk masing – masing, sehingga tekstur atau bentuk dapat digunakan untuk mengidentifikasi setiap jenis jerawat. Pada penelitian ini akan dilakukan klasifikasi jenis jerawat berdasarkan tekstur pada setiap jenis jerawat dengan teknologi pengolahan citra digital. Analisa tekstur menggunakan nilai – nilai dari ekstraksi ciri pada metode GLCM (Gray Level Co – occucerence Matrix). Ekstraksi ciri diperoleh dengan menghitung hubungan ketetanggaan antara dua piksel pada jarak dan orientasi sudut 0°,45°,90°, dan 135°. Selain itu, untuk menghasilkan nilai ciri dengan menggunakan lima ciri statistik yaitu contrast, correlations, dissimilarity, energy, entropy. Kelima ciri yang digunakan merupakan ciri yang dapat membedakan tekstur pada setiap jenis jerawat. Hasil dari penelitian yang dilakukan, sistem mampu mengklasifikasi setiap jenis jerawat berdasarkan tekstur pada setiap jenis jerawat yang menghasilkan akurasi 72%.
Analisis Koefisien Absorbsi Pada Material Berbahan Baku Kertas Duplex Menggunakan Tabung Impedansi Rifki Irawan; Suwandi Suwandi; Hertiana Bethaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan material akustik pada saat ini mulai berkembang. Material yang biasa digunakan berupa mineral wool. Hanya saja material tersebut masih sulit terjangkau karena harganya yang tinggi. Dari permasalahn tersebut akan dilakukan penelitian pembuatan material papan serat untuk dijadikan sebagai pelapis dinding yang ramah lingkungan. Material akustik tersebut akan dibuat dengan memanfaatkan buangan kertas duplex dan perekat portland cement. Material akustik dibuat dengan ketebalan 1.5 cm, 2.5 cm, dan 4.0 cm serta tiga nilai rasio perekat:kertas:air, 1:3:24, 1:3:36, dan 1:3:48. Pengujian dilakukan menggunakan tabung impedansi dua microphone dengan metode fungsi transfer. Pada pengukuran range frekuensi yang digunakan mulai dari 64 Hz- 6300 Hz, range tersebut manjadi nilai batas frekuensi dari tabung impedansi dua microphone yang digunakan. Hasil yang didapat pada ketebalan panel 1.5 cm dengan nilai rasio 1:3:24 memiliki nilai koefisien absorbsi 0.38 dalam range frekuensi tinggi. Nilai tersebut lebih baik dibanding dengan ketebalan yang lain. Sedangkan pada ketebalan panel 4.0 cm dengan nilai rasio 1:3:36 memiliki nilai koefisien absorbsi mencapai 0.6 pada range frekuensi sendang. Dari keseluruhan panel menunjukan semakin tinggi frekuensi semakin tinggi nilai koefisien absorbsi yang diuji. Kata Kunci : Material Akustik, Kertas Duplex, Koefisien Absorbsi, Tabung Impedansi
Deteksi Kesalahan Huruf Hijayyah Menggunakan Metode Mel Cepstrum Frequency Cepstrum Coefficient Muh Khaerul Amri S.P; Suprayogi Suprayogi; Hertiana Bethaningtyas Dyah K
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Speech Recogtintion (SR) adalah teknik untuk mengubah dari informasi speech ke text. Mel Frequency Cepstrum Coefficient sebagai salah satu teknik Speech  Recognition memiliki prinsip seperti pendengaran manusia. Metode MFCC penting sebab makhraj huruf hijayyah dalam proses pelafalan menggunakan organ articulator dan vocal tract yang mampu dikenali dengan baik oleh pendengaran manusia .Penelitian terkait diperoleh 12 huruf hijayyah yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam pelafalan yaitu ،/ع/،/غ/، /ق/./  ټ/، /ح/، /خ/، /ذ/، /ش/، /ص/، /ض/، /ط/، /ظ/. Perkembangan sarana belajar terbaru hanya sebatas memandu orang untuk membaca dengan baik, bukan mengoreksi bacaan sehingga dibutuhkan media layak untuk membantu proses belajar huruf hijayyah. Untuk keperluan akurasi sistem maka diuji penggunaan 3, 6, 9, atau 12 channel (filter) MFCC. Penggunaaan channel dengan akurasi pengujian data uji tertinggi digunakan sebagai acuan sistem. 
Klasifikasi Suara Anak-anak Menggunakan Metode Fast Fourier Transform Rizka Nugra Annisa; Suprayogi Suprayogi; Hertiana Bethaningtyas Dyah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Suara pada setiap manusia memiliki tipe yang berbeda-beda. Tipe suara adalah berbagai jenis suara yang diklasifikasikan bedasarkan frekuensi suara yang dihasilkan. Terdapat 6 tipe suara manusia, yaitu untuk tenor,bariton, dan bass, sopran, mezosopran dan alto. Jika dibandingkan dengan suara pria dan wanita dewasa, wilayah suara anak - anak memiliki kondisi berubah - ubah. Pada anak-anak jangkauan suara yang dimiliki masih dapat berubah, kondisi tersebut dikarenakan organ pembentuk suara yang masih terus berkembang. Dengan demikian akan dilakukan penelitian untuk tugas akhir dengan mengidentifikasikan suara anak - anak serta mengklasifikasikan suara tersebut kedalam jenis tipe suara manusia bedasarkan frekuensi dengan menggunakan metode Fast Fourier Transform. yang dapat mengubah sinyal dari domain waktu ke domain frekuensi. dengan menggunakan metode FFT, laju komputasi dari perhitungan transformasi fourier dapat ditingkatkan. Dimana suara anak-anak akan direkam dengan mengucapkan nada dasar suara, kemudian hasil rekaman suara tersebut akan diolah menggunakan software MATLAB R2015b dengan menggunakan metode Fast Fourier Transform untuk melihat frekuensi yang dihasilkan oleh suara anak tersebut kemudian diklasifikasikan dengan tipe suara. Kata kunci: suara manusia; tipe suara; anak-anak; FFT; Matlab. Abstract Every human being has a different type of voice. The type of voice is various types of sound that are classified according to the frequency of sound produced. There are 6 types of human sounds, namely for tenor, baritone, and bass, soprano, mezosopran and alto. When compared with the voice of adult men and women, the children's voice area has changing conditions. In children the range of sound they have can still change, this condition is due to the sound-forming organs that are still developing. Thus, research will be carried out for the final project by identifying the voices of children and classifying the sounds into types of human voice based on frequency using the Fast Fourier Transform method. which can change signals from the time domain to the frequency domain. by using the FFT method, the computational rate of the fourier transformation calculation can be increased. Where the voices of children will be recorded by saying the basic tone of sound, then the sound recording results will be processed using MATLAB R2015b software using the Fast Fourier Transform method to see the frequency produced by the child's voice then classified by the type of sound. Keywords: human voice; sound type; children; FFT; Matlab.
identifikasi Efek Keseragaman Terhadap Penyebaran Resin Pada Bahan Fiber Dengan Metoda Multilevel Threshold Nadhifa Noor Septina; Ismudiati Puri Handayani; Hertiana Bethaningtyas Dyah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Citra bahan komposit yang dibuat dengan teknik dry lay-up, hand lay-up, dan laminasi telah dianalisis menggunakan metoda multilevel thresholding dan software Matlab R2016b. Masing-masing citra diklasifikasikan menjadi 7 segmen dan tiap-tiap segmen mewakili intensitas dan jumlah piksel yang berbeda. Segmen dengan derajat keabuan rendah dengan rentang intensitas piksel 0 - 150 mewakili daerah yang memiliki void, sedangkan segmen dengan derajat keabuan tinggi dengan rentang intensitas piksel 151 - 255 mewakili daerah yang tertutup oleh resin. Hasil analisis citra dikaitkan dengan data hasil uji mekanik yang meliputi tensile strength dan modulus Young. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh, bahan komposit dry lay up selalu konsisten memiliki tensile strength yang kuat, jika jumlah prosentase void lebih kecil. Komposit yang dibuat dengan teknik yang lainnya belum menunjukkan hasil yang konsisten. Selain itu tidak ditemukan kaitan antara modulus Young dengan jumlah void. Kata kunci: komposit, piksel, multilevel thresholding, sifat mekanik. Abstract The image of composite material from dry lay-up, hand lay-up, and lamination techniques has been analyzed using multilevel thresholding image method and processed with Matlab R2016b’s software. Each image is classified into 7 segments and each segment represents a different intensity and number of pixels. Segments with a low gray degree with a range of pixels intensity 0 - 150 are represent the regions with void, while segments with high gray degrees with a range of pixel intensities 151 - 255 are represent the regions covered with resin. The results of image analysis are associated with mechanical test results including tensile strength and Young modulus. Based on results of the analysis obtained, dry lay up composite materials have strong tensile strength consistenly, if the number of voids is smaller. Composite materials with other techniques have not shown consistent results. In addition, there was no association between Young's modulus and the number of voids. Keywords: composite, pixel, multilevel thresholding, mechanical properties..
Pengolahan Citra Pada Sistem Pemantauan Pertumbuhan Daun Sawi Metode Hidroponik Wick Berbasis Iot Ayu Amalia; Hertiana Bethaningtyas Dyah K; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini objek yang dipilih adalah sawi, karena sawi memiliki bentuk daun yang beraturan. Sistem yang digunakan pada metode hidroponik ini yaitu sistem wick atau sistem sumbu. Padapenelitian ini akan digunakan segmentasi citra untuk proses pengolahan citra tersebut. Metode yangdigunakan pada segmentasi citra tersebut yaitu thresholding. Pengambilan gambar daun sawi dilakukandari tampak atas dengan menggunakan kamera Arducam dan ESP32 yang akan mengunggah gambarmelalui wi-fi yang sudah dihubungkan antara komputer dan ESP32. Lalu gambar tersebut di proses diMATLAB sebagai software untuk melakukan proses pengolahan citra. Pada pengolahan citra tersebutdigunakan dengan menggunakan metode thresholding. Dari metode pengolahan citra di MATLAB tersebutakan menghasilkan nilai luas area dari objek yang berupa daun sawi tampak atas, nilai luas area tersebutyang merupakan nilai piksel yang akan ditampilkan di platform IoT yaitu thingspeak. Hasil dari penelitianini diharapkan akan membantu mempermudah pemantauan pertumbuhan daun sawi. Dari pengujian 100data dengan membandingkan luas area piksel dari nilai RGB yang sebenarnya dan nilai RGB yang telahditentukan memiliki nilai error yaitu 0,679%. Konversi data dari piksel ke cm2 memiliki error yaitu 0,7%. Kata Kunci : ArduCam, ESP32, Hidroponik, MATLAB, IoT.Abstract In this study the object chosen is mustard greens, because mustard has a regular leaf shape. Thesystem used in this hydroponic method is the wick system or axis system. In this study, image segmentationwill be used for the image processing. The method used in the image segmentation is thresholding. Takingpictures of mustard leaves is from the top view using the Arducam and ESP32 that will upload images viaWi-Fi that have been connected between the computer and ESP32. Then the image is processed in MATLABas a software for image processing. The image processing is used using the thresholding method. From theimage processing method in MATLAB, it will produce a value of the area of the object in the form ofmustard leaves appearing above, the area value which is the pixel value that will be displayed on the IoTplatform is thingspeak. The results of this study are expected to help facilitate monitoring of mustard leafgrowth. From testing 100 data by comparing the pixel area of the actual RGB value and the RGB value thathas been determined has an error value of 0.679%. Data conversion from pixel to cm2 has an error of 0.7%.Keywords : ArduCam, ESP32, Hydroponics, MATLAB, IoT.