Abstrak: Kabupaten Lampung Tengah memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan, namun ketersediaan pakan ternak masih menjadi permasalahan utama, terutama pada musim kemarau. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan alternatif melalui teknologi pengolahan menjadi langkah penting untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan rakyat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softskill peternak dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak alternatif yang berkualitas dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta praktik langsung pembuatan pakan melalui fermentasi dan silase. Mitra kegiatan adalah 16 orang peternak di Kampung Varia Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest berbasis angket untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan, dari 93,75% peserta berada pada kategori tidak paham dan kurang paham menjadi 98,75% berada pada kategori paham dan sangat paham. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan dan motivasi peternak untuk mengaplikasikan teknologi pakan alternatif secara mandiri.Abstract: Central Lampung Regency has substantial potential in agricultural and livestock sectors; however, feed availability remains a major constraint, particularly during the dry season. The utilization of agricultural waste as alternative livestock feed through appropriate processing technologies is therefore essential to support the sustainability of smallholder farming systems. This community engagement activity aimed to enhance both the hard skills and soft skills of farmers in processing agricultural by-products into high-quality and sustainable alternative feed. The methods applied included lectures, interactive discussions, and hands-on practice in producing fermented feed and silage. The partners involved were 16 smallholder farmers from Varia Agung Village, Central Lampung Regency. Evaluation was conducted using pretest and posttest questionnaires to assess participants’ levels of understanding. The results demonstrated a significant improvement, with 93.75% of participants initially categorized as having low or no understanding, increasing to 98.75% classified as having good to very good understanding after the activity. These findings indicate that the program was effective in improving farmers’ skills and motivation to independently adopt alternative feed processing technologies.