Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, dan deteksi dini melalui inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) merupakan metode skrining yang aplikatif di layanan primer. Namun, cakupan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur (WUS) di beberapa wilayah, termasuk wilayah kerja Puskesmas Rarang, masih belum optimal. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan keikutsertaan WUS dalam pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Rarang. Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional) dilakukan pada JuniāJuli 2024 di Puskesmas Rarang, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Populasi adalah seluruh WUS tahun 2023 sebanyak 6.829 orang. Sampel berjumlah 416 responden, diambil menggunakan consecutive sampling berdasarkan rumus Slovin. Analisis data menggunakan uji Chi-square pada taraf signifikansi p<0,05. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (p=0,024), sikap dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (p=0,018), serta dukungan keluarga dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (p=0,006). Responden dengan pengetahuan lebih baik, sikap positif, dan dukungan keluarga baik lebih banyak yang mengikuti pemeriksaan IVA. Pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga berhubungan signifikan dengan keikutsertaan WUS dalam pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Rarang. Penguatan edukasi dan konseling yang melibatkan keluarga berpotensi meningkatkan cakupan pemeriksaan IVA di layanan primer. Wanita usia subur; pemeriksaan IVA; pengetahuan; sikap; dukungan keluarga.