Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Toleransi dalam Al-Qur’an: Kajian Tafsir Tematik terhadap Ayat-Ayat Toleransi dalam Perspektif Mufassir Klasik dan Kontemporer M. Syadli
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4667

Abstract

Toleransi merupakan salah satu nilai fundamental dalam ajaran Islam yang memiliki relevansi tinggi dalam kehidupan masyarakat majemuk. Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam memuat berbagai ayat yang menegaskan prinsip kebebasan beragama, penghormatan terhadap perbedaan, dan hidup berdampingan secara damai. Namun, pemahaman terhadap ayat-ayat toleransi sering kali mengalami penyempitan makna akibat pembacaan yang parsial dan kontekstual yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna toleransi dalam Al-Qur’an melalui kajian tafsir tematik (maudhu‘i) terhadap ayat-ayat toleransi dalam perspektif mufassir klasik dan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan sumber data utama berupa Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir, seperti Tafsir al-Ṭabari, Tafsir Ibnu Katsir, dan Tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep toleransi dalam Al-Qur’an menekankan pada aspek kebebasan memilih keyakinan, pengakuan terhadap keragaman sebagai sunnatullah, serta prinsip interaksi sosial yang adil dan beretika tanpa mencampuradukkan aspek akidah. Dengan demikian, toleransi dalam perspektif Al-Qur’an tidak dimaknai sebagai relativisme teologis, melainkan sebagai sikap sosial yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan perdamaian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan kajian tafsir serta menjadi rujukan dalam penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat plural.
Pengembangan Model Kolaboratif Mahasiswa dan Masyarakat dalam Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal M. Syadli; Radika Alhasani; Hanis Sulastri; Fara Padila; Romayani; Riska Sapitri; Cindi Rahma Riadi; Nabillah; Mirna; Dea Anada; Anggi Tri Wulandari; Anggela Ayu Wulandari; Khofiza Irly Fathira; M. Khazin Khairullah; Khairul Mutaqin; M. Lutfi Alfarez; Syabbus Sauki; Rama Ardianto
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4963

Abstract

Penguatan moderasi beragama berbasis kearifan lokal menjadi urgensi dalam merespons tantangan polarisasi sosial dan intoleransi di tengah masyarakat multikultural. Perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui keterlibatan mahasiswa dalam program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada harmonisasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat dalam memperkuat moderasi beragama berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain participatory action research (PAR). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kolaboratif yang dikembangkan terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu: (1) pemetaan sosial dan identifikasi nilai kearifan lokal, (2) perancangan program kolaboratif berbasis dialog dan partisipasi aktif, serta (3) implementasi dan refleksi bersama untuk memperkuat sikap toleransi, inklusivitas, dan komitmen kebangsaan. Model ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya moderasi beragama serta memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual berupa model kolaboratif berbasis kearifan lokal yang dapat direplikasi dalam konteks masyarakat multikultural lainnya.