Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Tenaga Pendidik dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Diniyah Takmiliyah Awaliayah Nurul Huda Napal Sisik Muara Bulian Diki Nurdwiyanto; Khairul Mutaqin; Yulia Putri
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v3i2.1265

Abstract

Educators play a role in improving the quality of education. It includes a series of processes designed to ensure National Education Standards (SNP) are achieved, including program evaluation, student assessment, and effective curriculum development. With quality, educational institutions can ensure students get a quality learning experience, according to their needs. The role of educators is also to help identify areas that need improvement, enabling corrective steps to increase learning effectiveness.
Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini Sukatin Sukatin; Khairul Mutaqin; Puji Astuti; Wahyu Widiyansih; Yulia Putri
JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL (JUPENDIS) Vol. 1 No. 3 (2023): JULI : JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jupendis.v1i3.492

Abstract

Psikologi perkembangan anak usia dini adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perkembangan mental, fisik, kognitif, bahasa, moral, dan sosio-emosional anak serta tumbuh kembang anak secara lebih spesifik. Anak-anak usia dini berada pada masa keemasan (golden age). Masa ini disebut masa keemasan sebab pada usia ini terjadi perkembangan yang sangat menakjubkan dan terbaik sepanjang hidup manusia. Perkembangan yang menakjubkan tersebut mencakup perkembangan fisik dan psikhis. Dari segi fisik anak mengalami perkembangan yang sangat luar biasa, mulai dari pertumbuhan sel-sel otak dan organ tubuh lainnya sampai perkembangan kemampuan motorik kasar seperti berjalan, berlari, melompat, memanjat, dan sebagainya. Perkembangan fisik lainnya yang tidak kalah pentingya adalah perkembangan kemampuan motorik halus yang merupakan kemampuan melakukan koordinasi gerakan tangan dan mata, misalnya menggenggam, meraih, menulis, dan sebagainya.
Pengembangan Model Kolaboratif Mahasiswa dan Masyarakat dalam Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal M. Syadli; Radika Alhasani; Hanis Sulastri; Fara Padila; Romayani; Riska Sapitri; Cindi Rahma Riadi; Nabillah; Mirna; Dea Anada; Anggi Tri Wulandari; Anggela Ayu Wulandari; Khofiza Irly Fathira; M. Khazin Khairullah; Khairul Mutaqin; M. Lutfi Alfarez; Syabbus Sauki; Rama Ardianto
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4963

Abstract

Penguatan moderasi beragama berbasis kearifan lokal menjadi urgensi dalam merespons tantangan polarisasi sosial dan intoleransi di tengah masyarakat multikultural. Perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui keterlibatan mahasiswa dalam program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada harmonisasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat dalam memperkuat moderasi beragama berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain participatory action research (PAR). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kolaboratif yang dikembangkan terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu: (1) pemetaan sosial dan identifikasi nilai kearifan lokal, (2) perancangan program kolaboratif berbasis dialog dan partisipasi aktif, serta (3) implementasi dan refleksi bersama untuk memperkuat sikap toleransi, inklusivitas, dan komitmen kebangsaan. Model ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya moderasi beragama serta memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual berupa model kolaboratif berbasis kearifan lokal yang dapat direplikasi dalam konteks masyarakat multikultural lainnya.