Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Petani Terhadap Penerapan Good Agricultural Practice (GAP) pada Komoditas Padi di Desa Rukam Kecamatan Mendo Barat Ulfa, Febriyanti Putri; Mustamid, Mustamid; Syahadan, Syahadan; R, Amri; Mustikarini, Eries Dyah
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.22188

Abstract

Sustainable agriculture plays a crucial role in improving food security by efficiently and environmentally friendly means of meeting food needs. In Indonesia, rice is a vital staple food source and source of livelihood for the majority of rural residents. However, conventional agricultural practices, which rely heavily on chemical fertilizers, synthetic pesticides, and excessive land exploitation, have led to various environmental and social problems. Consequently, farmers' understanding and perceptions of the concept of sustainable agriculture remain largely unknown. This study aims to determine rice farmers' perceptions of sustainable agriculture through the application of Good Agricultural Practice (GAP) and to identify factors influencing their perceptions. The study was conducted in Rukam Village, Mendo Barat District, from September to November 2025. A survey method was used, with 30 rice farmers as respondents, using purposive sampling. Data were analyzed descriptively to determine farmers' perceptions, and quantitatively using multiple linear regression to analyze factors influencing farmers' perceptions. The analysis showed that farmers' perceptions of GAP implementation in lowland rice were categorized as very good, with a percentage of 81.88%, covering economic, social, and technical aspects. The results of multiple linear regression are Y = 12.814746 – 0.331873 X1 – 0.407773 X2 + 0.527081 X3 + 0.340421 X4. The variables of education and extension workers have a significant effect on farmers' perceptions in the implementation of GAP for rice commodities, while the variables of farming experience and cultivation techniques do not have a significant effect on farmers' perceptions in the implementation of GAP for rice commodities.
Analisa Strategi Pascapanen Padi Sawah Menghadapi IP 300 di Desa Rias Pranoto, Yudi Sapta; Feryanto, Indra; Yani, Ahmad; R, Amri; Riski, Riski; Tamimi, M
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/mea.v11i1.392

Abstract

Indeks Pertanaman (IP) 300 padi sawah di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, telah meningkatkan volume produksi padi secara signifikan, namun sekaligus memperlebar kesenjangan pada sistem pascapanen yang masih didominasi metode tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun prioritas strategi sistem pascapanen padi sawah pada tingkat petani skala kecil sebagai respons terhadap tantangan intensifikasi produksi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan kombinasi kualitatif dan kuantitatif melalui Analytical Hierarchy Process (AHP) terhadap 12 narasumber kunci. Hasil analisis menunjukkan bahwa kriteria Modal memiliki bobot tertinggi (0,4081) sebagai faktor pengungkit utama, diikuti oleh Sarana dan Prasarana (0,1893) serta Teknologi (0,1820). Pada level sub-kriteria, Keuntungan Bersih Musim Tanam (0,2979), Lantai Jemur (0,1221), dan Ketersediaan Dryer (0,1116) menjadi prioritas global yang mendesak, mengonfirmasi bahwa kendala ekonomi dan hambatan teknis pengeringan gabah adalah masalah utama (bottleneck) dalam sistem pascapanen. Sintesis akhir menetapkan Strategi Kebijakan dan Insentif Pemerintah yang Terintegrasi (A4) dengan bobot 0,3155 sebagai strategi prioritas utama. Strategi ini dianggap paling efektif karena mampu secara simultan mengatasi keterbatasan modal, menjamin stabilitas harga, dan menyediakan infrastruktur pengeringan secara kolektif. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa landasan strategis bagi pengambil kebijakan lokal untuk mengembangkan roadmap pascapanen yang berkelanjutan bagi petani skala kecil di wilayah intensifikasi padi.