Kota Kendari memiliki karakteristik iklim tropis lembap dengan suhu udara dan tingkat kelembapan yang relatif tinggi sepanjang tahun. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kenyamanan termal bangunan, termasuk bangunan peribadatan yang digunakan secara intensif oleh masyarakat. Masjid Al Alam Kendari sebagai salah satu masjid ikonik yang berada di kawasan pesisir Teluk Kendari memiliki tantangan tersendiri dalam menciptakan kenyamanan termal bagi jamaah akibat pengaruh radiasi matahari, kelembapan udara, dan kondisi lingkungan pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengelola masjid dalam menerapkan prinsip-prinsip arsitektur tropis guna mendukung kenyamanan termal bangunan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, identifikasi kondisi eksisting bangunan, sosialisasi, diskusi, serta pendampingan kepada pengelola masjid terkait strategi penerapan arsitektur tropis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Masjid Al Alam telah memiliki beberapa elemen arsitektur yang mendukung kenyamanan termal, seperti keberadaan bukaan alami, area semi terbuka, dan pemanfaatan ventilasi alami. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang dapat dioptimalkan, terutama terkait pengendalian radiasi matahari dan peningkatan sirkulasi udara pada area tertentu. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada pengelola masjid mengenai pentingnya penerapan prinsip arsitektur tropis sebagai upaya meningkatkan kualitas kenyamanan termal jamaah serta mewujudkan bangunan masjid yang lebih responsif terhadap kondisi iklim pesisir tropis.