Paulina Yuritha Amtiran
Universitas Nusa Cendana Kupang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Beban Kerja Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Work-Life Balance Pada BPJS Kesehatan Cabang Kupang Nonie Erinda; Apriana H. J. Fanggidae; Paulina Yuritha Amtiran
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 4 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i4.8915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan melalui work-life balance pada BPJS Kesehatan Cabang Kupang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena tidak tercapainya kategori kinerja unggul di lingkungan kerja BPJS Kesehatan Cabang Kupang, yang diduga berkaitan dengan tingginya beban kerja, stres kerja, serta ketidakseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap pada BPJS Kesehatan Cabang Kupang dengan jumlah 40 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) menggunakan software SmartPLS 4. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Beban kerja dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap work-life balance, dan work-life balance berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Work-life balance mampu memediasi beban kerja terhadap terhadap kinerja karyawan, sedangkan work-life balance tidak mampu memediasi stres kerja terhadap kinerja karyawan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen organisasi khususnya dalam pengelolaan beban kerja, stres kerja, dan work-life balance demi tercapainya kinerja karyawan yang optimal di lingkungan organisasi publik.
ANALISIS TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR (TPB) TERHADAP MINAT PENGGUNAAN E-MONEY PADA PELAKU UMKM DENGAN PERCEIVED RISK Theresia Ndasa Woga; I Komang Arthana; Paulina Yuritha Amtiran
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/1mm0vn12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat penggunaan e-money pada pelaku UMKM di Kota Kupang melalui Technology Acceptance Model (TAM) dan Theory of Planned Behavior (TPB), dengan perceived risk diuji sebagai variabel yang memberikan pengaruh langsung sekaligus sebagai variabel moderasi. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel judgment sampling, melibatkan 392 pelaku UMKM sebagai responden. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan e-money, sedangkan sikap tidak berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan. Selain itu, perceived risk terbukti berpengaruh negatif dan signifikan sebagai pengaruh langsung terhadap minat penggunaan e-money, namun tidak berperan sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, maupun sikap terhadap minat penggunaan. Temuan ini menegaskan bahwa faktor fungsional, dukungan sosial, dan kemampuan teknis lebih dominan dalam membentuk minat penggunaan e-money oleh pelaku UMKM dibandingkan persepsi risiko.