Abstrak Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah akibat gangguan produksi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Diabetes melitus yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan dampak serius yaitu dapat mengalami penurunan sensitivitas kaki akibat neuropati diabetik. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya luka, ulkus, dan komplikasi lainnya pada kaki, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Intervensi non farmakologis seperti senam kaki diabetik dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan sensitivitas kaki dan mencegah komplikasi. Berdasarkan observasi awal terhadap 10 penderita diabetes melitus yang bersedia diperiksa, ditemukan bahwa 70% responden mengalami penurunan sensitivitas kaki dengan gejala kesemutan, mati rasa, atau berkurangnya kemampuan merasakan tekanan dan panas/dingin. Kegiatan ini bertujuan mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap peningkatan sensitivitas kaki pada penderita diabetes melitus di Desa Sidorejo Bandongan Kabupaten Magelang. Metode dalam artikel ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre eksperimen one group pre test post test. Populasi penelitian ini adalah penderita diabetes melitus sejumlah 35 orang di Desa Sidorejo, Bandongan. Pelaksanaan dilakukan bulan November 2025 hingga bulan Januari 2026. Hasil uji statistik menggunakan analisis uji paired t-test jika data terdistribusi normal dan uji Wilcoxon jika data tidak terdistribusi normal. Nilai signifikansi kaki kanan menunjukkan nilai p-value = 0,096 yang berarti p > 0,05, sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan sensitivitas kaki kanan sebelum dan sesudah dilakukan senam kaki. Nilai signifikansi kaki kiri menunjukkan nilai p-value = 0,130 yang berarti p > 0,05, sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan sensitivitas kaki kiri sebelum dan sesudah dilakukan senam kaki. Kata Kunci : Diabetes melitus; Sensitivitas kaki; Senam kaki diabetik. Abstract Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood sugar levels due to impaired insulin production, insulin action, or both. Untreated diabetes mellitus can have serious consequences, including decreased foot sensitivity due to diabetic neuropathy. This condition increases the risk of wounds, ulcers, and other foot complications, which can reduce the patient's quality of life. Non-pharmacological interventions such as diabetic foot exercises can be an alternative to improve foot sensitivity and prevent complications.. Based on initial observations of 10 diabetes mellitus sufferers who were willing to be examined, it was found that 70% of respondents experienced decreased sensitivity in their feet with symptoms of tingling, numbness, or reduced ability to feel pressure and heat/cold. This activity aims toThis study aimed to determine the effect of diabetic foot exercises on increasing foot sensitivity in diabetes mellitus patients in Sidorejo Bandongan Village, Magelang Regency. The method used in this article is quantitative with a pre-experimental approach one group pre test post test. The population of this study was 35 people with diabetes mellitus in Sidorejo Village, Bandongan. The study was conducted from November 2025 to January 2026. The results of the statistical test used a test analysis.paired t-testif the data is normally distributed and the Wilcoxon test if the data is not normally distributed. The significance value of the right leg shows the valuep-value= 0.096 which means p > 0.05, so it is concluded that there is no significant difference in the sensitivity of the right leg before and after doing foot exercises. The significance value of the left leg shows the valuep-value= 0.130 which means p > 0.05, so it is concluded that there is no significant difference in the sensitivity of the left leg before and after foot exercises. Keywords: Diabetes mellitus; Foot sensitivity; Diabetic foot exercise.