Susmita, Deti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Comparison of Islamic Education Curriculum Evaluation In 2013 Curriculum and Independent Curriculum School and Madrasah Nilawati, Nilawati; Putri, Meidia; Susmita, Deti; Lahmi, Ahmad; Hakim, Rosniati
An-Nuha Vol 6 No 1 (2026): Islamic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Keagamaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/annuha.v6i1.911

Abstract

Curriculum evaluation is an important component in ensuring the achievement of Islamic Religious Education (IRE) learning objectives in schools and madrasahs. The transition from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum has brought fundamental changes in the learning evaluation paradigm, in terms of approach, instruments, and the roles of teachers and students. This article aims to comparatively analyze the evaluation of the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum in the context of Islamic Religious Education learning in schools and madrasas, highlighting aspects of the concept of evaluation, assessment approaches, implementation in the field, challenges faced, and its application to PAI learning. The research method used is a literature review. Data were obtained from various literature sources in the form of books and national and international journal articles relevant to curriculum evaluation, the 2013 Curriculum, the Merdeka Curriculum, and Islamic Religious Education. The analysis was conducted thematically and comparatively to identify similarities, differences, and evaluation trends in both curricula. The results of the study show that the evaluation of the 2013 Curriculum is more structured and oriented towards achieving Core Competencies and Basic Competencies through the assessment of attitudes, knowledge, and skills. Meanwhile, the Merdeka Curriculum emphasizes flexible, contextual, and student-centered evaluation through diagnostic and formative assessments. Overall, the Merdeka Curriculum is considered more adaptive in supporting meaningful PAI learning, although it still requires improvements in teacher readiness and educational system support.
Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Konsep, Prinsip, dan Landasan Evaluasi dalam Perspektif Islam Hazirman, Hazirman; Nilawati, Nilawati; Lona, Devita; Putri, Meidia; Susmita, Deti; Wahyuni, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36044

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan komponen esensial dalam pendidikan yang berfungsi untuk menilai ketercapaian tujuan pembelajaran secara sistematis dan berkelanjutan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), evaluasi tidak dapat dipahami semata-mata sebagai kegiatan pengukuran hasil belajar kognitif, melainkan harus mencakup aspek afektif dan psikomotorik yang berpijak pada nilai-nilai ajaran Islam. Realitas praktik evaluasi pembelajaran PAI menunjukkan bahwa pendekatan evaluasi yang digunakan masih dominan berorientasi pada paradigma evaluasi konvensional, sehingga belum sepenuhnya merepresentasikan konsep, prinsip, dan landasan evaluasi dalam perspektif Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta mengidentifikasi prinsip dan landasan evaluasi dalam perspektif Islam yang dapat dijadikan dasar pengembangan evaluasi pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka , dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa buku dan artikel jurnal nasional maupun internasional yang relevan dengan evaluasi pendidikan, evaluasi pembelajaran PAI, serta konsep evaluasi dalam Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi dalam perspektif Islam memiliki landasan teologis yang kuat, bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis, serta didukung oleh landasan filosofis dan pedagogis. Prinsip evaluasi Islam menekankan nilai keadilan, objektivitas, kejujuran, amanah, dan tanggung jawab. Evaluasi tidak hanya berfungsi sebagai alat penilaian hasil belajar, tetapi juga sebagai sarana muhasabah, perbaikan berkelanjutan, dan pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, evaluasi pembelajaran PAI yang berlandaskan perspektif Islam diharapkan mampu mewujudkan proses penilaian yang holistik, integratif, dan berorientasi pada pembentukan insan kamil.