Tanpa pemetaan kebutuhan sistem pendukung yang jelas, pembelajaran sangat memungkinkan untuk berjalan dengan kurang optimal serta menurunkan kualitas pengalaman belajar peserta didik. Oleh karena itu, identifikasi sistem pendukung berperan strategis sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan media pembelajaran yang kontekstual, efektif, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah survei terhadap 47 mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Palangka Raya yang telah menempuh atau sedang menempuh mata kuliah massage. Instrumen yang digunakan adalah instrumen pernyataan jenis media dengan validitas isi menggunakan Aiken V, yaitu 0.813, dan uji reliabilitas terhadap 31 mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Palangka Raya menggunakan Cronbach's alpha dengan nilai 0.736. Hasil penelitian ini secara sederhana menyebutkan bahwa kebutuhan media pembelajaran massage didominasi oleh handbook digital (87,23%), handbook cetak (74,47%), podcast episodic (82,98% ) dan video tutorial (68,09%). Penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan responden yang masih terbatas pada satu konteks institusi dan belum mengkaji secara mendalam aspek efektivitas penggunaan media terhadap peningkatan hasil belajar dan keterampilan praktik mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih luas, mengembangkan sistem pendukung pembelajaran massage yang terintegrasi dan berbasis digital, serta mengintegrasikan uji efektivitas dan eksperimen penggunaan media agar mampu memenuhi kebutuhan belajar mahasiswa secara komprehensif dan berkelanjutan