Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai – Nilai Dalam Tradisi Notok Ompong Perkawinan Adat Dayak Ransa Di Desa Nusa Poring Kecamatan Menukung Kabupaten Melawi Mikaria, Mikaria; Bahari, Yohanes; Shilmy; Zakso, Amrazi; Sastra Atmaja, Thomy
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 11 No SpecialIssue(1) (2026): Edisi Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Multikultural
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v11iSpecialIssue(1).12915

Abstract

This study aims to describe the values contained in the Notok Ompong tradition of marriage ceremonies within the Dayak Ransa indigenous community in Nusa Poring Village, Menukung District, Melawi Regency, West Kalimantan. Notok Ompong is a tradition for welcoming guests within the Dayak Ransa community. This research is a qualitative descriptive study involving research subjects such as the Tumenggung (customary leader), village head, customary officials, community leaders, and the general public. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques included data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of this study indicate that Notok Ompong is a tradition to welcome guests entering the bride's residence or those visiting the village for the first time. The values embedded in the Notok Ompong marriage tradition of the Dayak Ransa include religious values, mutual cooperation (gotong-royong), social values, solidarity, and local wisdom. Furthermore, the factors influencing the shift in values within the Notok Ompong tradition are social, temporal, and economic factors. Despite these influencing factors, the community continues to maintain and preserve the Notok Ompong tradition in Dayak Ransa traditional marriages in Nusa Poring Village, Menukung District, Melawi Regency
Karakter Kewarganegaraan (Civic Disposition) Dalam Kearifan Lokal Tepung Tawar Masyarakat Melayu Di Dusun Siantau Kabupaten Ketapang Rukaya; Bistari; Shilmy
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Pembelajaran Prospektif
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v11i2.110998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter civic disposition dalam kearifan lokal tradisi tepung tawar masyarakat Melayu di Dusun Siantau, Kabupaten Ketapang. Tradisi ini memiliki peran penting dalam pelestarian budaya dan pembentukan karakter sosial, namun menghadapi tantangan modernisasi serta kurangnya perhatian dari generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, masyarakat usia 15–29 tahun, serta 30–50 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tepung tawar mencerminkan nilai-nilai kewarganegaraan seperti kesopanan, saling menghargai, kelapangan hati, toleransi, kasih sayang, kesetiaan, serta berpikir untuk kepentingan umum. Faktor pendukung tradisi ini meliputi keterlibatan masyarakat, dukungan tokoh adat, serta integrasi dengan kegiatan sosial. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah modernisasi, keterbatasan pengetahuan, dan faktor ekonomi. Upaya untuk mengatasi hambatan tersebut dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, sosialisasi, serta dukungan pemerintah. Tradisi tepung tawar memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter kewarganegaraan masyarakat Melayu di Dusun Siantau. Pelestarian tradisi ini memerlukan partisipasi aktif dari semua pihak, terutama dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya.