Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah, pemberdayaan guru, dan kompetensi profesional guru dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri Belajar pada SMP Negeri di Kota Banjarmasin. Hal ini didasarkan pada berbagai permasalahan di lapangan, khususnya kecenderungan kepemimpinan kepala sekolah yang berfokus pada administratif sehingga belum optimal dalam mendorong pemberdayaan guru. Selain itu, sebagian guru belum menunjukkan perhatian yang maksimal terhadap pengembangan kompetensi profesional, terutama dalam mengimplementasikan kurikulum secara inovatif dan adaptif. Keterbatasan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi pembelajaran juga menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Sampel penelitian melibatkan 250 guru SMP Negeri yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi, dan uji asumsi klasik. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki hubungan positif dan signifikan dengan implementasi Kurikulum Merdeka (r = 0,788). Pemberdayaan guru berhubungan signifikan dengan implementasi kurikulum (r = 0,760), demikian pula kompetensi profesional guru (r = 0,735). Secara simultan, ketiga variabel tersebut memberikan kontribusi yang sangat kuat terhadap keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,866. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi kepemimpinan sekolah, pemberdayaan guru, dan penguatan kompetensi profesional dalam mendukung keberhasilan Kurikulum Merdeka.