Perkembangan bisnis kuliner di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan, ditandai dengan semakin banyaknya restoran, kafe, dan tempat makan yang bersaing memperebutkan pelanggan. Pola konsumsi masyarakat juga mengalami perubahan, di mana konsumen cenderung memilih layanan pemesanan makanan secara daring dengan mempertimbangkan rating, ulasan, serta rekomendasi digital. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, “Kuliner Tegal” dikembangkan sebagai sistem informasi berbasis website yang menyediakan rekomendasi makanan dan tempat makan dengan rating terbaik sesuai preferensi pengguna. Sistem ini tidak hanya memudahkan masyarakat dalam menemukan kuliner yang tepat tanpa harus datang langsung atau mengantri, tetapi juga berfungsi sebagai media promosi digital bagi pelaku UMKM kuliner di Kota Tegal. Pengembangan website Kuliner Tegal menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall, meliputi tahapan analisis, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Website ini menawarkan beberapa kelebihan, antara lain kemampuan menampilkan rekomendasi berdasarkan rating dan harga, serta kemudahan akses bagi seluruh pengguna. Namun demikian, sistem ini masih memiliki keterbatasan, yaitu belum menyediakan fitur pencarian berdasarkan jarak terdekat maupun informasi promo yang sedang berlangsung pada masing-masing tempat makan. Temuan ini menjadi dasar bagi pengembangan fitur lanjutan agar sistem dapat memberikan rekomendasi yang lebih personal dan relevan.