Noverika, Ruth Leria
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Irritable Bowel Syndrome Pada Mahasiswa Perempuan  Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2022 Noverika, Ruth Leria; Reni Zuraida; Risti Graharti; Waluyo Rudiyanto
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1057

Abstract

Pendahuluan: Irritable Bowel Syndrome (IBS) merupakan gangguan saluran cerna fungsional yang multifactorial dan dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis, termasuk stres. Mahasiswa kedokteran merupakan populasi yang berisiko tinggi mengalami stres akademik, yang dapat memicu atau memperburuk gejala IBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan kejadian IBS pada mahasiswa perempuan Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung angkatan 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan sampel 60 mahasiswa perempuan Angkatan 2022 yang memenuhi kriteria inklusi-eksklusi. Data tingkat stres dikumpulkan menggunakan kuesioner PSS-10, dan kejadian IBS berdasarkan kriteria Roma IV. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menentukan hubungan antara tingkat stres dan kejadian IBS. Hasil: Sebanyak 48 responden (80%) mengalami tingkat stres sedang–berat, sedangkan 12 responden (20%) memiliki tingkat stres ringan. Dari total sampel, 20 responden (33,3%) mengalami IBS. Analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kejadian IBS (p = 0,040), dengan proporsi IBS lebih tinggi pada kelompok stres sedang–berat dibanding kelompok stres ringan. Pembahasan: Hasil penelitian ini sejalan dengan literatur sebelumnya yang menunjukkan bahwa stres dapat memengaruhi fungsi saluran cerna melalui sumbu otak-usus dan modulasi mikrobiota, sehingga meningkatkan risiko munculnya gejala IBS. Simpulan: Tingkat stres berhubungan secara signifikan dengan kejadian IBS pada mahasiswa perempuan.