Pekerjaan di bidang kehutanan tergolong berisiko tinggi, baik terhadap kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Rendahnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi salah satu penyebab utama belum optimalnya penerapan K3 di sektor ini. Sayangnya, pemahaman mengenai K3 masih sangat minim, baik dari segi edukasi, pelatihan, maupun sosialisasi di lingkungan kerja kehutanan. Siswa SMK Kehutanan, sebagai calon tenaga kerja masa depan, perlu dibekali sejak dini dengan pengetahuan menyeluruh tentang pentingnya K3. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman awal kepada siswa, khususnya di SMK Negeri Kehutanan Pekanbaru, agar mereka memiliki kesiapan bekerja secara sehat, aman, dan bertanggung jawab setelah menyelesaikan Pendidikan. Kegiatan diimplementasikan melalui sosialisasi K3 yang mencakup tiga tahapan utama: prasosialisasi, sosialisasi, dan pascasosialisasi. Materi disampaikan melalui metode posko dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan interaktif. Terdapat empat fokus materi yang diberikan, yaitu: (1) K3 di bidang kehutanan, (2) alasan pentingnya K3, (3) alat pelindung diri (APD) yang digunakan dalam kehutanan, dan (4) perancangan praktik kerja kehutanan yang sesuai dengan standar K3. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 20 indikator yang telah ditentukan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa dari 49% sebelum sosialisasi menjadi 82% setelah kegiatan berlangsung. Ini membuktikan bahwa kegiatan sosialisasi berhasil membangun kesadaran awal siswa mengenai pentingnya perlindungan diri dan keselamatan kerja sejak dini, khususnya dalam sektor kehutanan.