Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Edukasi Pengenalan Jenis Dan Perawatan Pohon Di Sekolah Alam Sahabat Qur’an Kabupaten Siak Somadona, Sonia; Pebriandi, Pebriandi; Sribudiani, Evi; Suhada, Nur; Darlis, Viny Volcherina; Mardhiansyah, M.; Qomar, Nurul; Yoza, Defri; Oktorini, Yossi; Masruri, Niskan Walid; Metananda, Arya Arismaya; Yunus, Wan Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 10 (2024): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i10.1714

Abstract

Pengenalan jenis dan perawatan pohon merupakan kegiatan yang akan sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan anak-anak sekolah dasar, dimana pada kegiatan ini mereka akan diajarkan dasar-dasar dari pengenalan jenis pohon serta bagaimana merawat tanaman. Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak sekolah dasar akan lebih mengetahui bahwa pohon memiliki ciri-ciri, jenis dan karakteristik yang berbeda beda dan juga mereka akan lebih peduli dengan tanaman yang ada disekitar mereka dengan cara merawat tanaman tersebut. Kegiatan ini dilakukan beberapa tahapan yaitu pertama kali adalah observasi pengetahuan jenis dan cara perawatan pohon kepada anak-anak sekolah dasar, kemudian pemberian edukasi dan praktik secara langsung bagaimana cara pengenalan jenis pohon dan juga merawat tanaman. Kemudian yang terakhir adalah evaluasi anak-anak sekolah dasar mengenai pemahaman mereka mengenai edukasi yang diberikan dengan cara melakukan tanya jawab. Adapun kesimpulan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah edukasi lingkungan dapat melatih siswa untuk bertanggung jawab, mencintai alam, dan memahami pentingnya pelestarian lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masa depan.
PENGEMBANGAN PRODUK TOGA SPRAY ANTI NYAMUK DARI SERAI SEBAGAI DUKUNGAN PENGUATAN KELOMPOK SADAR WISATA Metananda, Arya Arismaya; Hamidi, M. Rasyid; Yoza, Defri; Qomar, Nurul; Suhada, Nur; Masruri, Niskan Walid; Al-Reza, Dimaz Danang
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28436

Abstract

Abstrak: Salah satu tanaman TOGA yang umum ditemukan di desa-desa adalah serai, yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai guna, seperti spray anti nyamuk. Spray anti nyamuk berbahan dasar serai dipilih karena kandungan aktifnya, seperti sitronelal, geraniol, metilheptenon, terpen, alkohol terpen, dan asam organik, yang efektif sebagai pengusir nyamuk. Tujuan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan kelompok sadar wisata tentang pengembangan produk TOGA spray anti nyamuk dari serai. Metode yang digunakan berupa pelatihan, diskusi, dan evaluasi monitoring. Mitra pengabdian ini pemerintah desa dan kelompok sadar wisata di Desa Rambah Samo Barat dengan partisipasi 36 peserta. Sistem evaluasi dilakukan dua bentuk, yaitu melalui pre-test dan post-test selama kegiatan pengabdian. Hasil pengabdian ini peningkatan pengetahuan tentang produk TOGA, kemampuan teknis pembuatan produk, keaktifan dalam sosialisasi, dan peningkatan pengetahuan wisata. Mayoritas 90% peserta tahu tentang manfaat produk TOGA spray anti nyamuk serta 90% memahami manfaat produk dalam mendukung wisata.Abstract: One of the TOGA plants commonly found in villages is lemongrass, which has great potential to be processed into valuable products, such as anti-mosquito spray. Lemongrass-based anti-mosquito spray was chosen because of its active ingredients, such as citronellal, geraniol, methylheptenone, terpenes, terpene alcohols and organic acids, which are effective as mosquito repellents. The aim of this service is to increase the knowledge of tourism awareness groups about the development of TOGA anti-mosquito spray products from lemongrass. The methods used are training, discussion and monitoring evaluation. The service partners are the village government and the tourism awareness group in West Rambah Samo Village with the participation of 36 participants. The evaluation system is carried out in two forms, namely through pre-test and post-test during service activities. The results of this service are increased knowledge about TOGA products, technical abilities in making products, activeness in socialization, and increased tourism knowledge. The majority, 90% of participants, knew about the benefits of the TOGA anti-mosquito spray product and 90% understood the benefits of the product in supporting tourism.
EMPOWERING COASTAL COMMUNITIES THROUGH THE ELEVATION OF BIENE HONEY PRODUCTS: STRENGTHENING BRANDING, PACKAGING, AND MARKET ACCESS Nasution, Mimin Sundari; Mashur, Dadang; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Taryono, Taryono; Tua, Harapan; Ikhsan, Masrul; Metananda, Arya Arismaya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51564

Abstract

This community service program aims to enhance the competitiveness of local products through the empowerment of coastal communities in Bengkalis Regency, particularly the Biene honey business group. The main problems faced by the partners are weak branding, simple packaging design, and limited market access, which hinder the honey products from competing broadly. The method used is Participatory Action Research (PAR) through training, mentoring, and joint evaluation stages. The interventions carried out include strengthening brand identity, redesigning packaging to meet food safety standards, and facilitating digital marketing through marketplaces and social media. The results of the program indicate an increase in partners’ capacity in business management, marketing, and product handling. The new Biene Honey brand identity has been registered as intellectual property, product packaging has become more attractive and hygienic, and market access has expanded through online sales channels and promotion via local media. Overall, this program has successfully fostered the economic independence of coastal communities by strengthening branding, packaging, and market access, while also contributing to the achievement of sustainable development goals, particularly in the areas of decent work, economic growth, and partnerships.
TRANSFORMASI SOSIAL PETANI LEBAH MADU DI LAHAN GAMBUT Mashur, Dadang; Metananda, Arya Arismaya; Nasution, Mimin Sundari; Ikhsan, Masrul; Zulfarina, Zulfarina; Iswandi, Iswandi; Putri, Vera Darasni; Manullang, Leonardo; Dewi, Asri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51957

Abstract

Transformasi sosial petani lebah madu di lahan gambut menjadi isu penting karena selama ini sebagian besar petani lebah madu di Desa Tanjung Leban masih menggantungkan pendapatan dari pengambilan madu liar yang bersifat musiman, berisiko tinggi, dan tidak ramah lingkungan. Aktivitas tersebut sering kali menyebabkan kerusakan habitat lebah serta menurunkan keberlanjutan ekosistem gambut. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengabdian yang mampu mengalihkan praktik tradisional menuju sistem budidaya lebah madu yang berkelanjutan. Pengembangan budidaya lebah madu di lahan gambut tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendukung konservasi ekosistem dan ketahanan ekonomi lokal berbasis sumber daya alam hayati. Metode pengabdian dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan teknis pembuatan stup dan pemeliharaan koloni lebah madu, dan praktik pemanenan ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku petani lebah, yang semula hanya mengandalkan madu hutan menjadi mampu mengelola budidaya lebah secara mandiri dan berorientasi pasar. Petani mulai memahami pentingnya keberlanjutan ekologi, manajemen koloni, serta pengolahan produk bernilai tambah. Pengabdian ini membuktikan bahwa transformasi sosial melalui pendekatan pemberdayaan dan transfer teknologi sederhana dapat memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat gambut sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. Program ini menjadi model praktik baik dalam pengembangan ekonomi hijau berbasis lebah madu di lahan gambut yang dapat direplikasi di wilayah lain.
PENDAMPINGAN PETANI DALAM PERENCANAAN DESAIN PRASARANA PADI SAWAH LAHAN RAWA DI DESA TOPANG KEPULAUAN MERANTI Dewi , Novia; Herlon, Meki; Sutikno, Sigit; Metananda, Arya Arismaya; Gunawan, Wawan; Mubarak, Mubarak; Qomar, Nurul
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): JP2N: September- Desember 2025
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/xgkgm669

Abstract

The target location for land optimization in the Kepulauan Meranti Regency is situated in Topang Village, Rangsang District. Several constraints were encountered in the development planning of infrastructure for swamp paddy fields, including the remote location, high costs of transportation and materials, among others. This community service project, therefore, aims to provide assistance in the planning process for cost estimation and priority scaling of the infrastructure to be developed for the paddy fields in Topang Village. The objective of this assistance is to align the available funding with the feasible infrastructure projects. The target participants for this activity are paddy farmers in Topang Village with a cropping index of 100 per year, who are members of a farmers' group. The service method involved facilitation, opinion surveys, and discussions concerning the infrastructure priorities for the Topang Village paddy fields. The results indicate that the participants gained an understanding of the priorities for utilizing the grant funds from the Ministry of Agriculture and the types of infrastructure to be prioritized, such as channel normalization, the construction of automatic water gates, canal barriers, farm access bridges, and the procurement of water pumps.  
Sosialisasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Bidang Kehutanan Bagi Siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Sebagai Persiapan Pra Kerja Lestari, Ika; Somadona, Sonia; Darlis, Viny Volcherina; Sribudiani, Evi; Qomar, Nurul; Pebriandi, Pebriandi; Irfani, Ewi; Oktorini, Yossi; Mardiansyah, M. Mardiansyah; Yoza, Defri; Suhada, Nur; Masruri, Niskan Walid; Metananda, Arya Arismaya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.6329

Abstract

Pekerjaan di bidang kehutanan tergolong berisiko tinggi, baik terhadap kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Rendahnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi salah satu penyebab utama belum optimalnya penerapan K3 di sektor ini. Sayangnya, pemahaman mengenai K3 masih sangat minim, baik dari segi edukasi, pelatihan, maupun sosialisasi di lingkungan kerja kehutanan. Siswa SMK Kehutanan, sebagai calon tenaga kerja masa depan, perlu dibekali sejak dini dengan pengetahuan menyeluruh tentang pentingnya K3. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman awal kepada siswa, khususnya di SMK Negeri Kehutanan Pekanbaru, agar mereka memiliki kesiapan bekerja secara sehat, aman, dan bertanggung jawab setelah menyelesaikan Pendidikan. Kegiatan diimplementasikan melalui sosialisasi K3 yang mencakup tiga tahapan utama: prasosialisasi, sosialisasi, dan pascasosialisasi. Materi disampaikan melalui metode posko dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan interaktif. Terdapat empat fokus materi yang diberikan, yaitu: (1) K3 di bidang kehutanan, (2) alasan pentingnya K3, (3) alat pelindung diri (APD) yang digunakan dalam kehutanan, dan (4) perancangan praktik kerja kehutanan yang sesuai dengan standar K3. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 20 indikator yang telah ditentukan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa dari 49% sebelum sosialisasi menjadi 82% setelah kegiatan berlangsung. Ini membuktikan bahwa kegiatan sosialisasi berhasil membangun kesadaran awal siswa mengenai pentingnya perlindungan diri dan keselamatan kerja sejak dini, khususnya dalam sektor kehutanan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Eduwisata Lebah Madu di Lahan Gambut Mashur, Dadang; Metananda, Arya Arismaya; Nasution, Mimin Sundari; Ikhsan, Masrul; Zulfarina, Zulfarina; Rusli, Zaili; Sadad, Abdul; zulkarnaini, zulkarnaini; Putra, Indra Mardeni; Sulistyani, Andri; Iswandi, Iswandi; Putri, Vera Darasni; Dewi, Asri; Manullang, Leonardo
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.76-86

Abstract

The peatlands in Tanjung Leban Village, Bandar Laksamana District, Bengkalis Regency, have great potential to be developed into conservation-based and creative economy-based educational tourism areas. One of the leading potentials is honeybee cultivation, which is not only environmentally friendly but can also increase community income. However, to date, this potential has not been developed sustainably. The purpose of this community service activity is to empower the community through honeybee educational tourism by increasing community capacity in honeybee cultivation, raising awareness of the importance of peatland conservation through an educational approach, and encouraging village economic growth through environmentally friendly tourism and creative economy sectors. The methods of this community service activity include counseling on honeybee cultivation techniques, training on peatland management for honeybee cultivation and educational tourism, workshops on modern bee cultivation techniques, group mentoring in honeybee educational tourism management and product marketing, and training on honeybee educational tourism promotion through social media and marketplaces. The results of community service show that there is an increase in community capacity and knowledge, diversification of livelihoods and improvement of the local economy, development of infrastructure and educational tourism destinations, contribution to peatland conservation and strengthening of community institutions.
Kolaborasi Multi-Sektoral dalam Penguatan Branding, Packaging, dan Akses Pasar Madu Lokal untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Nasution, Mimin Sundari; Mashur, Dadang; zulkarnaini, zulkarnaini; Taryono, Taryono; Tua, Harapan; Ikhsan, Masrul; Metananda, Arya Arismaya
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.578-586

Abstract

This community service program aims to enhance the competitiveness of the local honey product “Madu Biene” in Bengkalis Regency through strengthening branding, packaging, and market access to support sustainable development. Prior to implementation, the partner MSME had no Trade Business License (IUD), which hindered market expansion and formal cooperation. The method employed was Participatory Action Research (PAR), involving local government, entrepreneurs, academics, communities, and the private sector as strategic partners. Activities included training on brand identity design, development of eco-friendly packaging, facilitation of online and offline marketing, and socialization as well as assistance in obtaining the IUD. The results showed improvements in packaging quality and brand image, expansion of marketing networks, increased understanding of sustainability principles among business actors, and the issuance of the IUD, which strengthened business legality. Multi-sectoral collaboration proved effective as a catalyst for empowering MSMEs based on local resources, while contributing to the achievement of SDGs, particularly goals 8, 12, and 17.