Callula Manika Syaffiya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Interpretasi Narasi Visual Dalam Karya Seni Lukis Wastra Dengan Pendekatan Analisis Formal Sanjaya, Jesslyn; Callula Manika Syaffiya; Leonel Adrian Triskanto; Nosy Rakhmatdyanti; Suy Rahel Marlentina
Jurnal SeniRupa Warna Vol. 14 No. 1 (2026): Transformasi Etika dan Estetika dalam Seni Rupa di Era Digital
Publisher : Faculty of Arts and Design, Jakarta Institute of the Arts

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v14i1.775

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana sebuah narasi visual dalam karya seni lukis wastra terbentuk melalui hubungan antar unsur formal seperi garis, warna, bentuk, pola, dan komposisi. Meskipun wastra sering kali dihubungkan dengan makna simbolik dan tradisi budaya, penelitian ini memfokuskan perhatian pada pendekatan analisis formal sebagai cara untuk memahami struktur visual dalam menyusun narasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan narasi visual yang terdapat dalam karya seni lukis wastra dengan menggunakan pendekatan analisis formal. Sampel yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah lima karya seni lukis wastra yang dibuat oleh lima orang perupa. Indikator pilihan dari karya lukis wastra tersebut memiliki kesamaan dalam memvisualisasikan objek visual. Hasil analisis menunjukkan bahwa garis organik dan geometris, serta penggunaan palet warna yang terdiri atas warna- warna pastel ditambah dengan kontras warna primer yang dipadukan dengan aksen hijau neon dan putih sebagai outline, mampu menciptakan kesan naratif yang dapat dibaca melalui pengalaman visual. Penelitian ini juga menekankan pentingnya eksplorasi medium wastra sebagai ruang kreatif yang terus berkembang, di mana teknik tradisional dipadukan dengan pendekatan artistik. Penelitian ini membantu memperluas pemahaman tentang narasi visual dalam seni wastra serta memberikan pandangan baru bahwa narasi tidak hanya muncul dari motif atau tanda budaya, tetapi bisa datang dari struktur formal karya itu sendiri.