Ketimpangan sosial di bidang pendidikan tetap menjadi masalah mendasar yang sangat mempengaruhi kemampuan asyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu. Pendidikan seharusnya berperan sebagai alat untuk pergerakan sosial dan penyamaan peluang, tetapi kenyataannya, akses, mutu, dan capaian pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi oleh aspek ekonomi, lokasi geografis, norma budaya, serta regulasi pendidikan. Situasi ini menciptakan perbedaan kesempatan di antara berbagai lapisan masyarakat untuk meningkatkan kedudukan sosial melalui pendidikan. Kajian ini bermaksud untuk menelaah jenis ketimpangan sosial dalam pendidikan, penyebabnya, serta kaitanyya dengan peluang pergerakan sosial di Indonesia. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah penelitian pustaka (library research) dengan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengkajian buku, jurnal akademik, temuan riset, serta dokumen resmi dari pemerintah dan organisasi internasional yang terkait. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa ketidaksetaraan pendidikan mempertegas pembagian lapisan sosial dan menghambat pergerakan sosial bagi kelompok dengan sumber daya ekonomi, sosial, dan budaya yang terbatas. Sebaliknya, kelompok dengan sumber daya yang lebih memadai umumnya memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan atau menaikkan posisi sosialnya. Dengan demikian, perlu adanya upaya penyamaan akses, peningkkatan kualitas pendidikan, serta langkah-langkah kebijakan afirmatif guna membangun sistem pendidikan yang inklusif, adil, dan mendorong pergerakan sosial untuk semua warga negara.