Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL INTEGRATIF IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DIGITAL: SINTESIS EDWARD III DAN DIGITAL GOVERNANCE PADA SISTEM PENGADUAN SOSIAL KOTA MALANG Melati, Savia; Setyawan, Dody; Chornelia Wulandary, Roro Merry; Manggul, Desanti Pamilar
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v9i2.6961

Abstract

Transformasi digital dalam sektor pelayanan publik mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan kebijakan berbasis teknologi sebagai bagian dari reformasi tata kelola pemerintahan. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan digital melalui penyusunan kerangka konseptual yang mengintegrasikan model implementasi kebijakan George C. Edward III dengan perspektif digital governance pada Sistem Pengaduan Sosial Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen kebijakan, dengan informan yang dipilih secara purposive dari unsur birokrasi dan pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem pengaduan sosial belum sepenuhnya optimal karena dipengaruhi oleh keterbatasan komunikasi kebijakan, kapasitas sumber daya, fragmentasi struktur birokrasi, serta tantangan tata kelola digital yang bersifat lintas sektor. Penelitian ini menawarkan novelty berupa kerangka konseptual integratif yang memosisikan sistem pengaduan sosial sebagai instrumen kebijakan digital dalam sektor kesejahteraan sosial, bukan sekadar aplikasi layanan administratif. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan digital sangat ditentukan oleh kapasitas institusional dan kualitas digital governance di tingkat pemerintah daerah.
Digitalisasi Administrasi Tugas Akhir melalui Sistem E-JB di FISIP Universitas Tribhuwana Tunggadewi Zaini, Alya Fattika; Chornelia Wulandary, Roro Merry; Suprojo, Agung; Najih, Aizun
Indonesian Social Science Review Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/issr.v4i1.187

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the Electronic Title and Guidance (E-JB) system at the Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang, as a strategic response to inefficient manual administrative processes. The research employs a qualitative descriptive approach, utilizing semi-structured interviews with faculty leaders and students, field observations, and documentation as primary data collection techniques. The results indicate that the E-JB system significantly enhances administrative efficiency by reducing title submission processing time from seven days to approximately three days. Furthermore, the system promotes transparency through real-time tracking of academic status and contributes to environmental sustainability by minimizing paper consumption. However, the study identifies critical implementation barriers, including user resistance due to varying levels of digital literacy and technical constraints such as unstable internet connectivity and hardware limitations. In conclusion, while the E-JB system successfully modernizes academic services and accelerates bureaucratic workflows, its long-term effectiveness depends on comprehensive digital literacy training and infrastructure optimization. This study provides a foundational framework for higher education institutions seeking to navigate digital transformation while mitigating the socio-technical challenges inherent in transitioning from conventional to integrated digital administrative models. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi sistem Elektronik Judul dan Bimbingan (E-JB) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang, sebagai respons strategis terhadap ketidakefisienan proses administrasi manual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semiterstruktur bersama pimpinan fakultas dan mahasiswa, observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem E-JB secara signifikan meningkatkan efisiensi administrasi dengan memangkas waktu pemrosesan pengajuan judul dari tujuh hari menjadi sekitar tiga hari. Lebih lanjut, sistem ini mendorong transparansi melalui pelacakan status akademik secara real-time dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dengan meminimalkan konsumsi kertas. Namun, penelitian ini mengidentifikasi hambatan implementasi yang kritis, termasuk resistensi pengguna akibat tingkat literasi digital yang bervariasi serta kendala teknis seperti konektivitas internet yang tidak stabil dan keterbatasan perangkat keras. Kesimpulannya, meskipun sistem E-JB berhasil memodernisasi layanan akademik dan mempercepat alur kerja birokrasi, efektivitas jangka panjangnya bergantung pada pelatihan literasi digital yang komprehensif dan optimalisasi infrastruktur. Penelitian ini memberikan kerangka dasar bagi institusi pendidikan tinggi yang berupaya melakukan transformasi digital sembari memitigasi tantangan sosio-teknis yang melekat dalam transisi dari model administrasi konvensional ke digital terintegrasi.