Strategi brand image menjadi kebutuhan strategis bagi perguruan tinggi dalam mempertahankan daya saing di tengah persaingan global dan komersialisasi pendidikan tinggi. Universitas KH. Abdul Chalim (UAC) Mojokerto menghadirkan fenomena menarik dengan membangun citra kelembagaan melalui pendekatan religius dan pesantren, bukan semata promosi komersial. Sebagian besar studi tentang branding perguruan tinggi masih berfokus pada aspek visual, promosi digital, dan segmentasi pasar umum. Kesenjangan muncul karena minimnya kajian yang menyoroti pendekatan berbasis nilai keislaman modern dalam membangun brand image dan keunggulan kompetitif, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi brand image Universitas KH. Abdul Chalim dalam mempertegas keunggulan kompetitif. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap lima informan kunci dan dokumentasi pendukung. Temuan utama menunjukkan bahwa strategi brand image UAC bersifat otentik dan terintegrasi dengan sistem nilai, spiritualitas kelembagaan, relasi sosial, dan kemitraan berbasis komunitas. Branding dilakukan melalui kurikulum unggulan, sistem asrama empat tahun, dan komunikasi digital berbasis testimoni serta tokoh pesantren. Strategi demikian berdampak langsung pada peningkatan partisipasi mahasiswa dari luar daerah dan luar negeri, penguatan akreditasi institusi, serta pengakuan dari lembaga eksternal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap kajian brand image berbasis nilai pada konteks perguruan tinggi keagamaan Islam. Direkomendasikan agar sistem riset pasar serta dokumentasi strategi dilaksanakan secara lebih terstruktur bagi pengembangan PTKI di masa depan.