p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL ILMIAH PLATAX
Suputri, Putu Ayu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Coral and Reef Fish Biodiversity in the Waters of Bangka Island, North Sulawesi Mantiri, Rose O. S. E.; Septianto, Andarum; Ridwan, Moh.; Suputri, Putu Ayu; Podung, Thania Theresia; Kalmareuro, Vennda Uno; Sumilat, Deiske A.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 14 No. 1 (2026): ISSUE JANUARY-JUNE 2026
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v14i1.66620

Abstract

This study documents and identifies the diversity of coral reefs and reef fish species in the waters of Bangka Island, North Sulawesi, a coastal area rich in marine biodiversity and ecologically and economically important to the local community. The Underwater Visual Census (UVC) method was used through snorkeling and diving at depths of less than 18 meters at three locations (Coral Eye house reef, Tanjung Husi, and Linggua) from March 14 to April 4, 2025. Visual data were collected and identified in the Coral Eye Library. The results indicate that the coral reef ecosystem around Coral Eye is dominated by branching corals (Acropora) and stony corals (massive), which are important habitats for reef fish. The reef fish community is dominated by the families Pomacentridae and Chaetodontidae at depths of less than 20 meters. Fish were grouped into indicator fish (family Chaetodontidae with 6 species), target fish (5 families with 10 species, including Serranidae, Mullidae, Siganidae, Labridae, and Scaridae), and major groups (14 families with 34 species). This study provides strategic recommendations for maintaining and preserving coral reef ecosystems and reef fish diversity on Bangka Island. Keywords: Coral reefs; Reef fish; Bangka Island Abstrak.  Penelitian ini mendokumentasikan dan mengidentifikasi keanekaragaman terumbu karang dan spesies ikan karang di perairan Pulau Bangka, Sulawesi Utara, sebuah kawasan pesisir yang kaya akan keanekaragaman hayati laut dan penting secara ekologis serta ekonomis bagi masyarakat setempat. Menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC) melalui snorkeling dan penyelaman pada kedalaman kurang dari 18 meter di tiga lokasi (Coral Eye house reef, Tanjung Husi, dan Linggua) dari 14 Maret hingga 4 April 2025. Data visual dikumpulkan dan diidentifikasi di Perpustakaan Coral Eye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem terumbu karang di sekitar Coral Eye didominasi oleh terumbu karang bercabang (Acropora) dan terumbu karang batu (massive), yang merupakan habitat penting bagi ikan karang. Komunitas ikan karang didominasi oleh famili Pomacentridae dan Chaetodontidae pada kedalaman kurang dari 20 meter. Ikan dikelompokkan menjadi ikan indikator (famili Chaetodontidae dengan 6 spesies), ikan target (5 famili dengan 10 spesies seperti Serranidae, Mullidae, Siganidae, Labridae, dan Scaridae), dan kelompok major group (14 famili dengan 34 spesies). Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk menjaga dan melestarikan ekosistem terumbu karang dan keanekaragaman ikan karang di Pulau Bangka. Kata kunci: Terumbu karang; Ikan karang; Pulau Bangka
Effects of Tidal Dynamics on the Variation of Physicochemical Parameters in Bitung Port Waters Suputri, Putu Ayu; Rumampuk, Natalie Detty C.; Sumilat, Deiske A.; Pelle, Wilmy E.; Gerung, Grevo S.; Darmawan, Putu Deny; Niode, Burhan
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 14 No. 1 (2026): ISSUE JANUARY-JUNE 2026
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v14i1.67605

Abstract

This study aimed to evaluate the influence of tidal dynamics on the spatial and temporal variability of physicochemical parameters in Bitung Port waters. Sampling was conducted at three representative sites under high and low tide conditions. Parameters including temperature, pH, salinity, turbidity, DO, TDS, and conductivity were measured in situ, while TSS and heavy metals (Cu, Pb, Zn, Cd, and Ni) were analysed in the laboratory. Descriptive statistics, Kruskal-Wallis test, and Linear Mixed Model (LMM) were applied. Results showed that DO and pH were significantly higher during high tide, while turbidity, TDS, salinity, and conductivity were significantly higher during low tide. Spatial variability was low during high tide but increased significantly during low tide, indicating stronger local influence. The integration of interquartile range (IQR) analysis revealed higher variability of dissolved and suspended parameters during low tide, while DO exhibits higher variability during high tide due to intensified mixing processes. These findings highlight that tidal dynamics act as a key regulator of water quality distribution in semi-enclosed port systems. Incorporating tidal phase into monitoring strategies is essential for effective environmental management and supports the implementation of sustainable green port practices. Keywords: tidal dynamics, seawater quality, Bitung Port, physicochemical parameters, LMM Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dinamika pasang surut memengaruhi variasi parameter fisika-kimia air laut, baik secara ruang maupun waktu, di perairan Pelabuhan Bitung. Pengambilan sampel dilakukan di tiga lokasi yang dianggap mewakili kondisi perairan, dengan mempertimbangkan fase pasang dan surut. Parameter yang diukur langsung di lapangan meliputi suhu, pH, salinitas, kekeruhan, DO, TDS, serta konduktivitas. Sementara itu, parameter seperti TSS dan kandungan logam berat (Cu, Pb, Zn, Cd, dan Ni) dianalisis di laboratorium. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji Kruskal-Wallis, dan Linear Mixed Model (LMM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai DO dan pH secara signifikan lebih tinggi pada saat pasang. Sebaliknya, kekeruhan, TDS, salinitas, dan konduktivitas cenderung meningkat pada saat surut. Dari sisi spasial, variasi parameter relatif kecil ketika pasang, namun meningkat saat surut, yang mengindikasikan kuatnya pengaruh faktor lokal. Analisis Interquartile Range (IQR) juga memperlihatkan bahwa parameter terlarut dan tersuspensi lebih bervariasi saat surut, sedangkan DO menunjukkan variasi lebih besar saat pasang akibat proses pencampuran yang lebih intens. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa dinamika pasang surut berperan penting dalam mengatur distribusi kualitas air di perairan pelabuhan semi-tertutup. Oleh karena itu, fase pasang surut perlu dipertimbangkan dalam kegiatan pemantauan lingkungan guna mendukung pengelolaan pelabuhan yang berkelanjutan. Kata kunci: pasang surut, kualitas air laut, pelabuhan Bitung, parameter fisika-kimia, LMM