p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL ILMIAH PLATAX
Rumampuk, Natalie Detty C.
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Isolation and Potential of Plastic-Degrading Bacteria from Plastic Waste Fatti, Clara; Rumampuk, Natalie Detty C.; Gerung, Grevo Soleman; Wullur, Stenly; Mamuaja, Jane Marianne; Ginting, Elvy Like
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.58358

Abstract

Plastic waste is an environmental issue, including in marine environments. One method of managing plastic waste is through biodegradation using bacteria. This study aims to isolate bacteria from plastic waste in Malalayang, and North Sulawesi waters, and test their potential to degrade plastic using laboratory experimental methods. Bacteria were isolated using a Nutrient Agar (NA) medium and then tested for their ability to degrade plastic using a Nutrient Broth (NB) medium containing plastic fragments. The NB medium with plastic fragments was incubated using an orbital shaker at room temperature with agitation at 130 rpm for 30 days. Five bacterial isolates were successfully obtained from plastic waste: isolates C1, C2, C3, C4, and C5. Four of the bacterial isolates were found to be capable of degrading plastic, as indicated by the reduction in the dry weight of the plastic after 30 days of incubation. The highest plastic weight reduction was shown in isolate C2, with a decrease of 2.95%, while the lowest reduction was observed in isolate C4, with a decrease of 2%. Keywords: Bacteria, Isolation, Biodegradation, Plastic. Abstrak Sampah plastik merupakan masalah lingkungan termasuk lingkungan laut. Salah satu pengelolaan sampah plastik adalah melalui biodegradasi menggunakan bakteri. Penelitian ini bertujuan mengisolasi bakteri dari sampah plastik Perairan Malalayang, Sulawesi Utara dan melakukan uji potensi bakteri tersebut dalam mendegradasi plastik menggunakan metode eksperimen laboratorium. Bakteri diisolasi menggunakan medium Nutrient Agar (NA), kemudian diuji kemampuan mendegradasi plastik dengan menggunakan medium Nutrient Broth (NB) yang berisi potongan plastik. Medium NB berisi potongan plastik diinkubasi menggunakan orbital shaker pada suhu ruang dengan agitasi 130 rpm selama 30 hari. Lima isolat bakteri berhasil diisolasi dari sampah plastik, yaitu isolat C1, C2, C3, C4 dan C5. Didapatkan empat isolat bakteri yang mampu mendegradasi plastik, yang ditunjukkan dengan pengurangan berat kering plastik setelah diinkubasi selama 30 hari. Pengurangan berat plastik tertinggi ditunjukkan oleh isolat C2 sebesar 2,95 %, sedangkan pengurangan berat terendah oleh isolat C4 sebesar 2 %. Kata kunci: Bakteri, Isolasi, Biodegradasi, Plastik.
Indicator Species and Diversity in Mangroves at Darunu Mangrove Park Mahmud, Maudy Rusmini; Rumengan, Antonius; Paruntu, Carolus Paulus; Schaduw, Joshian Nicolas William; Rumampuk, Natalie Detty C.; Warouw, Veibe
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.59128

Abstract

Mangrove ecosystems play a crucial role in maintaining the ecological balance of coastal areas, including protection against abrasion, providing habitat for marine species, and acting as a carbon sink. This study aims to identify indicator species and analyze biodiversity in Darunu Mangrove Park, Darunu Village, Wori Subdistrict, North Minahasa Regency. The research was conducted over three months (May–July 2024) using a line transect method for vegetation data collection. The results show that three dominant mangrove species were identified: Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, and Sonneratia alba. R. mucronata exhibited significant dominance, both in terms of mature trees and saplings, and had the highest Important Value Index (IVI). The mangrove species diversity in this area is classified as low, with the. Diversity Index (H’) indicates an imbalance in the ecosystem's species composition. The Dominance Index (C) and Evenness Index (E) analyses indicate strong dominance by certain species, particularly R. mucronata. This study recommends the importance of enhanced monitoring and more intensive conservation efforts, including the replanting of threatened mangrove species and raising community awareness of mangrove ecosystem conservation. Keywords: Darunu Mangrove Park, Diversity, Indicator Species, Important Value Index.   Abstrak   Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir, meliputi perlindungan terhadap abrasi, penyedia habitat bagi spesies laut, dan sebagai penyerap karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies indikator dan menganalisis keanekaragaman hayati di Darunu Mangrove Park, Desa Darunu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan (Mei-Juli 2024) dengan menggunakan metode transek garis untuk pengambilan data vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis mangrove dominan, yaitu R. apiculata, R. mucronata, dan S. alba. Jenis R. mucronata menunjukkan dominasi yang signifikan, baik pada tingkat pohon maupun pancang, serta memiliki nilai Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi. Keanekaragaman jenis mangrove di kawasan ini tergolong rendah dengan Indeks Keanekaragaman (H’) menunjukkan ketidakseimbangan spesies dalam ekosistem. Analisis Indeks Dominansi (C) dan Indeks Kemerataan (E) mengindikasikan adanya dominasi yang kuat dari beberapa spesies tertentu, terutama R. mucronata. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pemantauan dan upaya konservasi yang lebih intensif, termasuk penanaman kembali spesies mangrove yang terancam dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian ekosistem mangrove. Kata kunci: Darunu Mangrove Park, Indeks Nilai Penting, Keanekaragaman, Spesies indicator
The Effectiveness of Apu Wood Plants (Pistia stratiotes) in Reducing Detergents in Water Suwardy, Moch; Sambali, Hariyani; Rumampuk, Natalie Detty C.; Pangemanan, Novie Pankie Lukas; Sumilat, Deiske A.; Singkoh, Marina Flora Oktavine
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 13 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i2.65931

Abstract

This study aims to (1) evaluate the concentration of detergents in the water of the Dayanan River, (2) analyze the ability of Pistia stratiotes to reduce detergents, and (3) evaluate the effect of phytoremediation media on the physiological response of carp (Cyprinus carpio). The study used a Complete Random Design (RAL) with a plant contact time treatment of 3 and 6 days on two types of media (river water and well water + 10 mg/L detergent), as well as three replicas. Detergent analysis was carried out using the SNI 06-6989.51-2005 spectrophotometry method. The results showed that the highest concentration of detergent in the Dayanan River was found in the middle (0.0497 mg/L). Pistia stratiotes effectively reduced detergent significantly (p = 0.025) with optimal time on the third day. The fish response showed an increase in the frequency of operculum opening on the third day (p = 0.004) and no mortality was found for 48 hours. These results prove that Pistia stratiotes is effectively used as a natural biofilter to reduce the detergent content in waters. Keywords: detergent, Pistia stratiotes, phytoremediation, common carp (Cyprinus carpio), Dayanan River Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi konsentrasi detergen dalam air Sungai Dayanan, (2) menganalisis kemampuan Pistia stratiotes dalam mereduksi detergen, dan (3) mengevaluasi efek media hasil fitoremediasi terhadap respon fisiologis ikan mas (Cyprinus carpio). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan waktu kontak tanaman 3 dan 6 hari pada dua jenis media (air sungai dan air sumur + detergen 10 mg/L), serta tiga ulangan. Analisis detergen dilakukan menggunakan metode spektrofotometri SNI 06-6989.51-2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi detergen tertinggi di Sungai Dayanan terdapat pada bagian tengah (0,0497 mg/L). Pistia stratiotes efektif mereduksi detergen secara signifikan (p = 0,025) dengan waktu optimal pada hari ketiga. Respon ikan menunjukkan peningkatan frekuensi bukaan operkulum pada hari ketiga (p = 0,004) dan tidak ditemukan mortalitas selama 48 jam. Hasil ini membuktikan bahwa Pistia stratiotes efektif digunakan sebagai biofilter alami untuk menurunkan kandungan detergen di perairan. Kata kunci: detergen, Pistia stratiotes, fitoremediasi, ikan mas (Cyprinus carpio), Sungai Dayanan
Effects of Tidal Dynamics on the Variation of Physicochemical Parameters in Bitung Port Waters Suputri, Putu Ayu; Rumampuk, Natalie Detty C.; Sumilat, Deiske A.; Pelle, Wilmy E.; Gerung, Grevo S.; Darmawan, Putu Deny; Niode, Burhan
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 14 No. 1 (2026): ISSUE JANUARY-JUNE 2026
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v14i1.67605

Abstract

This study aimed to evaluate the influence of tidal dynamics on the spatial and temporal variability of physicochemical parameters in Bitung Port waters. Sampling was conducted at three representative sites under high and low tide conditions. Parameters including temperature, pH, salinity, turbidity, DO, TDS, and conductivity were measured in situ, while TSS and heavy metals (Cu, Pb, Zn, Cd, and Ni) were analysed in the laboratory. Descriptive statistics, Kruskal-Wallis test, and Linear Mixed Model (LMM) were applied. Results showed that DO and pH were significantly higher during high tide, while turbidity, TDS, salinity, and conductivity were significantly higher during low tide. Spatial variability was low during high tide but increased significantly during low tide, indicating stronger local influence. The integration of interquartile range (IQR) analysis revealed higher variability of dissolved and suspended parameters during low tide, while DO exhibits higher variability during high tide due to intensified mixing processes. These findings highlight that tidal dynamics act as a key regulator of water quality distribution in semi-enclosed port systems. Incorporating tidal phase into monitoring strategies is essential for effective environmental management and supports the implementation of sustainable green port practices. Keywords: tidal dynamics, seawater quality, Bitung Port, physicochemical parameters, LMM Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dinamika pasang surut memengaruhi variasi parameter fisika-kimia air laut, baik secara ruang maupun waktu, di perairan Pelabuhan Bitung. Pengambilan sampel dilakukan di tiga lokasi yang dianggap mewakili kondisi perairan, dengan mempertimbangkan fase pasang dan surut. Parameter yang diukur langsung di lapangan meliputi suhu, pH, salinitas, kekeruhan, DO, TDS, serta konduktivitas. Sementara itu, parameter seperti TSS dan kandungan logam berat (Cu, Pb, Zn, Cd, dan Ni) dianalisis di laboratorium. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji Kruskal-Wallis, dan Linear Mixed Model (LMM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai DO dan pH secara signifikan lebih tinggi pada saat pasang. Sebaliknya, kekeruhan, TDS, salinitas, dan konduktivitas cenderung meningkat pada saat surut. Dari sisi spasial, variasi parameter relatif kecil ketika pasang, namun meningkat saat surut, yang mengindikasikan kuatnya pengaruh faktor lokal. Analisis Interquartile Range (IQR) juga memperlihatkan bahwa parameter terlarut dan tersuspensi lebih bervariasi saat surut, sedangkan DO menunjukkan variasi lebih besar saat pasang akibat proses pencampuran yang lebih intens. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa dinamika pasang surut berperan penting dalam mengatur distribusi kualitas air di perairan pelabuhan semi-tertutup. Oleh karena itu, fase pasang surut perlu dipertimbangkan dalam kegiatan pemantauan lingkungan guna mendukung pengelolaan pelabuhan yang berkelanjutan. Kata kunci: pasang surut, kualitas air laut, pelabuhan Bitung, parameter fisika-kimia, LMM