Neiza Damai Nirwana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI BAHAYA PENGAWET BORAKS PADA MAKANAN DI SMA NEGERI 12 MEDAN Suharyanisa, Suharyanisa; Yanti Musyawarah; Betharina br Tarigan; Julia Susanti; Widya Fitri; Panjaitan, Juprianto Yosafat; Nadine Wildan Laoli; Florentina Nafannes Duha; Rumonda Sihaloho; Selvi Anisa Manik; Neiza Damai Nirwana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6809

Abstract

Latar belakang: Boraks merupakan senyawa kimia yang dilarang dalam makanan karena bersifat toksik dan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Boraks sering disalahgunakan oleh produsen makanan untuk meningkatkan kekenyalan, tekstur, dan daya simpan makanan. Konsumsi boraks secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti iritasi saluran pencernaan, kerusakan ginjal dan hati, serta gangguan metabolisme. Remaja sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap paparan boraks karena sering mengonsumsi makanan jajanan di lingkungan sekolah tanpa mengetahui kandungan bahan tambahan yang digunakan. Tujuan: Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMA Negeri 12 Medan terhadap bahaya penggunaan pengawet boraks pada makanan, sehingga siswa mampu mengenali risiko kesehatan yang ditimbulkan serta selektif dalam memilih makanan yang aman di lingkungan sekolah. Metode: Diharapkan dengan adanya edukasi bahaya pengawet boraks pada makanan, siswa SMA Negeri 12 Medan mengalami peningkatan pemahaman mengenai pengertian boraks, ciri-ciri makanan yang mengandung boraks, serta dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat konsumsinya. Keberhasilan kegiatan edukasi ini ditunjukkan melalui peningkatan nilai pre-test dan post-test sebagai indikator peningkatan pengetahuan. Hasil: Setelah pelaksanaan penyuluhan, siswa menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran terhadap keamanan pangan, khususnya terkait risiko penggunaan boraks pada makanan jajanan yang beredar di lingkungan sekolah. Kesimpulan: Kegiatan edukasi bahaya pengawet boraks pada makanan di SMA Negeri 12 Medan berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan pemahaman serta kesadaran siswa tentang keamanan pangan. Siswa menjadi lebih mengenal bahaya boraks dan lebih berhati-hati dalam memilih makanan jajanan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi di lingkungan sekolah penting dilakukan sebagai upaya pencegahan agar siswa terhindar dari konsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya.