Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS PRODUK USAHA MIKRO  KECIL  DAN MENENGAH (UMKM)  MAHASISWA UNIVERSITAS BINA BANGSA Azdi; Romi Hidayat; Asih Setyo Rini; Eka Lailita Eti Varina; Muhamad Jahiri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/8zfz1r58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengukur tingkat kualitas produk berdasarkan persepsi konsumen (pelaku usaha aktif) di Kota Serang, dan (2) Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang paling berpengaruh terhadap kualitas produk tersebut. Sampel diambil secara purposive sampling dengan kriteria (a). Berstatus sebagai pelaku usaha aktif (memiliki UMKM) di Kota Serang. (b). Diasumsikan memiliki pengetahuan dan pengalaman sebagai konsumen maupun pengusaha yang dapat menilai produk saingan dengan 20 orang responden. Berfokus pada tujuh produk kuliner yang dikembangkan oleh mahasiswa di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), yaitu: (1) kebab Samawa, (2) es kopi latte gula aren, (3) risol ayam suwir, (4) sosis dan bakso bakar, (5) lumpia crispy, (6) makaroni, dan (7) kue putu ayu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan populasi sekaligus sampel sebanyak 20 pelaku usaha aktif di Kota Serang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert 1–5 yang mencakup dimensi kualitas produk, meliputi kinerja, keandalan, daya tahan, kesesuaian dengan spesifikasi, dan estetika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM mahasiswa berhasil menciptakan produk dengan nilai desain dan inovasi yang tinggi, yang menjadi unique selling point mereka. Hal ini selaras dengan semangat kewirausahaan kampus yang mendorong kreativitas. Namun, temuan utama yang perlu menjadi perhatian adalah rendahnya skor keandalan dan konsistensi dengan nilai rata-rata 3.4 yang disebabkan oleh keterbatasan modal, pengalaman, serta belum adanya sistem manajemen mutu. upaya peningkatan kualitas produk perlu difokuskan pada pelatihan produksi, kontrol kualitas, serta pendampingan kewirausahaan berkelanjutan