Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama Islam Pasca 2019: Studi Literatur di Madrasah dan Pesantren Dewi Setia Rahayu; Ahmad Bayu Permana; Muhammad Rafif Said
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jimi.v1i2.107

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan Pendidikan Agama Islam di Madrasah dan Pesantren berdasarkan KMA No. 183 dan 184 Tahun 2019 serta UU No. 18 Tahun 2019, yang bertujuan memperkuat mutu, karakter, dan daya saing Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Permasalahan yang dikaji adalah sejauh mana kebijakan tersebut diimplementasikan secara efektif di kedua lembaga yang memiliki karakteristik berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui analisis dokumen kebijakan, literatur akademik, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Pendidikan Agama Islam di Madrasah berjalan efektif melalui modernisasi kurikulum berbasis moderasi beragama, penguatan kompetensi abad ke-21, serta penerapan pembelajaran kolaboratif meskipun masih terkendala sumber daya dan pelatihan guru. Sementara itu, Pesantren mengimplementasikan UU No. 18 Tahun 2019 dengan mempertahankan metode tradisional seperti sorogan dan bandongan serta mengembangkan pesantren khalafi yang mengintegrasikan pendidikan umum sehingga tercipta sinergi antara modernisasi pendidikan dan pelestarian nilai-nilai tradisional Islam. Meski demikian secara keseluruhan, kebijakan ini menciptakan integrasi pendidikan agama islam yang kuat di Indonesia, yaitu antara modernisasi pendidikan di Madrasah dan pelestarian nilai tradisional di Pesantren.
PERAN DAN STRATEGI TENAGA PENDIDIK DALAM MENDIDIK KARAKTER MODERAT BERAGAMA DI SMPIT SALMAN ALFARISI YOGYAKARTA Ahmad Bayu Permana; Muh. Wasith Achadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44982

Abstract

This research is motivated by the urgency of strengthening religious moderation amidst increasing cases of intolerance and exposure to radical ideologies in educational institutions. The focus of this study is to identify and analyze the roles and strategies of educators at SMPIT Salman Alfarisi Yogyakarta in instilling religious moderate characters in students. The method used is qualitative field research through in-depth interviews with the principal, vice-principals, and Islamic Religious Education teachers. The results indicate that the implementation of religious moderation is at an early stage of value internalization, focusing on social tolerance and respect for differences. Educators perform educational, habituation, role-modeling, and persuasive value reinforcement roles. Strategies applied include integration in the formal curriculum, experiential learning, and indirect strategies through school culture. The main challenges lie in the homogeneous school environment and the absence of a systematically structured special program