Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Subcorneal Pustular Dermatosis Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 dan Dislipidemia: Sebuah Laporan Kasus Gustia, Rina; Muchyar, Mutia Sari; Ashar, Miranda; Imaduddin, Ummul Khair; Intan, Shinta Ayu; Oktora, Meta Zulyati
Scientific Journal Vol. 5 No. 1 (2026): SCIENA Volume V No 1, January 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i1.331

Abstract

Pendahuluan: Subcorneal pustular dermatosis (SPD), atau penyakit Sneddon–Wilkinson, merupakan dermatosis neutrofilik kronis yang jarang, ditandai dengan pustul superfisial berulang. SPD semakin banyak dilaporkan berhubungan dengan penyakit sistemik, terutama gangguan metabolik seperti diabetes melitus tipe 2 dan dislipidemia, yang dapat berkontribusi terhadap onset dan kekambuhan penyakit. Laporan kasus: Seorang perempuan berusia 36 tahun yang datang dengan keluhan bercak kemerahan berulang disertai pustul superfisial flaksid berwarna kekuningan yang gatal pada daerah perut dan punggung bawah selama dua bulan terakhir. Lesi awalnya membaik dengan kortikosteroid topikal tetapi kambuh kembali dua minggu kemudian dengan cakupan yang lebih luas. Pasien tidak mengeluhkan demam maupun riwayat konsumsi obat sebelumnya. Pasien memiliki penyakit dasar diabetes melitus tipe 2 dan dislipidemia, keduanya dalam kondisi tidak terkontrol dengan baik. Pemeriksaan klinis menunjukkan plak eritematosa multipel dengan pustul superfisial, krusta, erosi, serta makula hiperpigmentasi pada perut dan punggung bawah. Pemeriksaan dermoskopi menunjukkan multiple yellow-white globule di atas dasar eritematosa yang dikelilingi sisik halus. Evaluasi psikologis menunjukkan tingkat kecemasan sedang dan dampak sedang terhadap kualitas hidup.  Kesimpulan: Kasus ini menekankan pentingnya mengevaluasi dan menangani komorbiditas sistemik, karena disfungsi metabolik dapat berkontribusi terhadap inflamasi persisten, kekambuhan berulang, dan respons terapi yang kurang optimal pada Subcorneal Pustular Dermatosis.
Community Empowerment of Nagari Salimpek in Developing a Herbal Cosmetic Village Based on Family Medicinal Plants (TOGA) Yenny, Satya Wydya; Gustia, Rina; Rahmatini; Usman, Elly; Asri, Ennesta; Akhyar, Gardenia; Ariani, Tutty; Sari, Mutia; Sari, Indah Indria; Yossy, Vesri; Julia, Dwi Sabtika; Ashar, Miranda; Taria, Sari
Warta Pengabdian Andalas Vol 33 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.33.1.67-74.2026

Abstract

Nagari Salimpek in Alahan Panjang, West Sumatra, has a potential for wellness tourism due to its rich biodiversity, especially medicinal and cosmetic plants. However, community awareness in managing Family Medicinal Gardens (TOGA) remain limited, with only three of twenty household groups actively cultivating herbal plants. This condition emphasizes the need for community empowerment to optimize health and economic benefits from local resources. This community service program aimed to enhance local capacity in cultivating and processing TOGA as the basis for developing a Herbal Cosmetic Village. The programme began on 19 July 2025 and was evaluated over six months. Activities included educational sessions on TOGA utilization, training on herbal and cosmetic plant processing, distribution and planting of herbal seeds, and the signing of a Memorandum of Agreement (MoA) with local stakeholders. A pre-test and post-test evaluation involving 31 participants showed significant improvement in knowledge, with understanding of the “herbal center village” concept rising from 29% to 55% and awareness of Nagari Salimpek’s potential increasing from 32% to 77%. Overall, participants gained broader insights into the role of TOGA in health, cosmetics, and economic development. These results highlight the importance of continued education, mentorship, and government support to establish Nagari Salimpek as a model Herbal Cosmetic Village for wellness tourism.