Perwata, Alya Nursyifa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi model of care praktik kebidanan dalam upaya mengurangi burnout di lingkungan kerja: Narrative review Rahmawati, Rahmawati; Ulfa, Farah Wardya; Astika, Astika; Umaroh, Viana Bari; Agreena, Tulus; Perwata, Alya Nursyifa; Lawo, Frederika Eufrasia; Guterres, Dulce Maria; Pratiwi, Cesa Septiana
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Burnout pada bidan adalah kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat stres dan beban kerja tinggi, yang dapat menurunkan produktivitas serta kualitas pelayanan. Profesi ini rentan terhadap burnout, dengan prevalensi tinggi di berbagai negara, dan dapat menghilangkan motivasi serta menimbulkan pikiran negatif. Tujuan penelitian: Review ini bertujuan merangkum dan menganalisis secara kritis literatur yang relevan mengenai implementasi model of care praktik kebidanan dalam upaya mengurangi burnout di lingkungan kerja. Metode: Narrative Review dilakukan pada database PubMed, Research Rabbit, dan Wiley Library Online untuk periode 2020-2025. Kriteria inklusi mencakup studi kualitatif/kuantitatif, artikel 5 tahun terakhir, berbahasa Indonesia/Inggris, dan teks lengkap. Hasil: Faktor pemicu burnout meliputi lingkungan praktik tidak mendukung, beban kerja tinggi, konflik kebijakan, kurangnya kerja sama tim, karakteristik individu, serta masalah kesehatan mental. Model praktik kebidanan yang efektif mengurangi burnout adalah berbasis pemberdayaan, dukungan organisasi, koping/spiritualitas, dan caseload midwifery, karena meningkatkan otonomi, dukungan, ketahanan mental, dan kesejahteraan emosional. Kesimpulan: Burnout pada bidan adalah masalah kompleks yang berdampak serius. Penanganannya memerlukan pendekatan menyeluruh, mencakup reformasi sistem kerja (misalnya caseload midwifery), peningkatan dukungan organisasi, pelatihan resiliensi, dan pemantauan kesehatan mental berkala, guna menjamin pelayanan berkualitas dan kesejahteraan bidan.