Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Plang Edukasi Berapa Lama Sampah Terurai Palta, Marsel Deno; Insagi, Eep Elpres; Anugrah, Jovandika; Pranata, Aldi; Imran, Ranny Fitri; Karmanita , Deti; Susena, Karona Cahya
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jkb.v8i1.1331

Abstract

Household waste remains a major problem in residential areas, including RT 03 RW 01, Penurunan Village, Ratu Samban District, Bengkulu City. Low public awareness of sorting and disposing of waste according to type has resulted in an unclean environment and the potential for pollution. One effort that can be made to overcome this problem is through the installation of waste education signs. Waste education signs serve as a medium of information and a reminder for residents to dispose of and sort waste properly. This activity aims to increase public awareness of the importance of waste management starting from the household level and to create a clean, healthy, and sustainable environment.
Peran Program Kkn-T Di Lingkungan Rt 02 Pematang Gubernur Ayu, Tri Andara; Putra, Aldiansyah; Anggara, Diup; Alfikri, Muhammad; Kresnawati, Kresnawati; Ramdani, Fitrah; Imran, Ranny Fitri; Gayatri, Ida Ayu Made Er Meytha; Perdima, Feby Elra
Jurnal Karya Nyata Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : Utami Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70963/jknp.v2i2.582

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kelompok 27 Universitas Dehasen Bengkulu dilaksanakan di RT 02 Kelurahan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu, pada periode 22 Desember 2025 hingga 19 Januari 2026. Berdasarkan pemetaan awal, ditemukan permasalahan utama berupa nomor rumah warga yang tidak runtut, lingkungan pemukiman yang kurang bersih, serta kurangnya kegiatan pembinaan pendidikan keagamaan bagi anak, khususnya pembelajaran mengaji dan pemahaman ibadah. Solusi program disusun dalam tiga kegiatan utama, yaitu pendataan dan penomoran ulang 101 rumah warga secara door to door, gotong royong bersama masyarakat pada area masjid dan lingkungan rumah warga, dan pembelajaran agama Islam berupa mengaji, hafalan surah pendek, serta praktik sholat bagi sekitar 15 anak selama tiga minggu. Hasil pelaksanaan menunjukkan administrasi wilayah lebih tertata, kebersihan lingkungan meningkat, dan partisipasi warga serta motivasi anak mengikuti pembinaan keagamaan semakin tinggi. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi mahasiswa dan masyarakat mampu meningkatkan kesadaran lingkungan pada tingkat komunitas.