Turnover intention pada guru merupakan permasalahan krusial dalam dunia pendidikan karena berdampak pada stabilitas tenaga pendidik dan kualitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Beban Kerja, Komitmen Organisasi, dan Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention guru SMA Budi Mulia di Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh populasi guru yang berjumlah 40 orang dengan teknik sampling jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi beban kerja yang dirasakan guru, semakin besar kecenderungan munculnya niat untuk meninggalkan organisasi. Sebaliknya, komitmen organisasi dan kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun guru memiliki loyalitas dan tingkat kepuasan tertentu terhadap pekerjaannya, faktor tersebut belum mampu menekan niat keluar apabila tuntutan kerja dirasakan berlebihan. Secara simultan, Beban Kerja, Komitmen Organisasi, dan Kepuasan Kerja memberikan kontribusi sebesar 22% terhadap variasi turnover intention, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan Beban Kerja yang proporsional menjadi faktor kunci dalam menekan Turnover Intention guru dan perlu menjadi perhatian utama manajemen sekolah dalam pengelolaan sumber daya manusia.