Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengelolaan Manajemen pada Pengaplikasian Konsep Green Design dalam Menciptakan Pondok Cerdas yang Ramah Lingkungan Putra Budi Purnomo Sidi, Taqwa; Bongsoikrama, Justin; Widyananda Putra, Ricky
Artinara Vol 1 No 3 (2022): Jurnal Artinara Oktober 2022
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/art.v1i03.57

Abstract

Tri Dharma merupakan salah satu kegiatan akademis yang berorientasi pada sifat kebudiluhuran manusia, yang mana mahasiswa sebagai subjek penggerak perubahan sosial di masyarakat. Adapun permasalahan yang tengah dialami oleh masyarakat di sekitar Jl. H. Gaim RT. 10, RW. 02 Kel. Petukangan Utara, Kec. Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 12260 yang tidak jauh berlokasi dari Universitas Budi Luhur adalah belum adanya prasarana sebagai wadah untuk menunjang kegiatan kemasyarakatan seperti edukasi, sosialisasi, dan lain-lain. kegiatan tri dharma ini memiliki tujuan untuk mewujudkan prasarana bagi masyarakat Jl. H. Gaim RT. 10, RW. 02 Kel. Petukangan Utara, Kec. Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sebagai penunjang kegiatan masyarakat. Manfaat yang diharapkan dalam tri dharma ini ialah pemanfaatan sumber daya ataupun potensi yang dimiliki guna meningkatkan kesejahteraan, serta menumbuhkan solidaritas dalam bermasyarakat yang bersifat berkelanjutan dengan mengaplikasikan konsep green design dalam terciptanya pondok cerdas yang ramah lingkungan. Strategi yang digunakan adalah melakukan survei, observasi dan konsultasi, menerima saran atau tanggapan, mengajak, melibatkan rasa kekeluargaan maupun solidaritas yang tinggi pada masyarakat Jl. H. Gaim RT. 10, RW. 02 Kel. Petukangan Utara, Kec. Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 12260. Indikator keberhasilan dari program kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini adalah menciptakan harmonisasi fisik, mental, pikiran, hati yang bersih dan sehat antara mahasiswa dengan masyarakat
Pelatihan Packaging untuk Meningkatkan Keamanan Produk Wallpaper di CV. Sunter Wallpaper, Tangerang Selatan : Penelitian Vildayanti, Rina Ayu; Bongsoikrama, Justin; Kuncoro, Aris Wahyu; Wijaya, Andreas; Kartini, Tri Mulyani; Atmaja, Dodi Ria; Ahmad, Ahmad; Hamidi, Dendi Zainuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan pengemasan produk merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dalam rantai distribusi e-commerce. Kegiatan ini dilaksanakan di CV. Sunter Wallpaper, Tangerang Selatan, guna meningkatkan keterampilan karyawan dalam mengemas produk wallpaper secara aman dan efisien. Metode pelatihan meliputi observasi awal terhadap permasalahan pengemasan, presentasi materi, serta praktik langsung oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman teknis pengemasan, pengurangan tingkat kerusakan produk saat pengiriman, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya kepuasan pelanggan. Pelatihan ini juga berdampak pada perubahan sikap kerja yang lebih profesional, efisiensi biaya operasional, dan penguatan citra perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan pengemasan tidak hanya berdampak teknis, tetapi juga berperan penting dalam mendukung keberlangsungan dan daya saing bisnis di era digital
Kontribusi Penerapan Good Corporate Governance Dan Eco-Efficiency Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Pemoderasi Bongsoikrama, Justin; Andini, Prita; Riyadi, Sugeng; Wulandari, Army Ardiani
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 7 No 1 (2024): Article Research Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v7i1.1512

Abstract

This research examines the value relevance of the concept of environmental efficiency which refers to the process of maximizing the effectiveness of business processes in order to minimize a company's environmental impact. This research aims to determine how the contribution of good corporate governance (GCG) and environmental efficiency is moderated by financial performance on company value. This research uses secondary data from 2018 to 2022 and was conducted on companies in the non-primary consumer goods industry sector listed on the Indonesia Stock Exchange. Information obtained from annual reports and sustainability reports. The sampling method used was the purposive sampling method, obtaining a sample of 56 companies with 280 observed data. This data analysis method uses Moderated Regression Analysis (MRA). The research results show that companies that implement eco-efficiency strategies can increase their company value. Eco-efficiency strategies are able to produce greater cost efficiency and profits, so they are carried out by companies to improve their financial performance. This research also found that financial performance was able to mediate the relationship between eco-efficiency and company value. However, this does not affect the ability to implement GCG to increase the company's performance value. The contribution of this research lies in analyzing the influence of eco-efficiency, GCG, on company value in customer goods companies with ISO 14001 Certificate.
The Role of Disaster Communication Against Disaster Mitigation Programs at Mega Bangsa Vocational High School HIRAM, Taqwa Putra Budi Purnomo Sidi; BONGSOIKRAMA, Justin; Pratama, Jeremy Putra
International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science Vol. 5 No. 1 (2024): International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science (Jan
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/ijesss.v5i1.959

Abstract

The current high intensity of disasters in Indonesia is a topic of conversation in various circles today natural disasters such as earthquakes, floods, and fires as like they are time bombs that cannot be controlled by humans, can explode at any time, and humans can only try to reduce the risk impact of these disasters. This is a concern for parents about the condition of their children while at school during a disaster. To prepare for future disasters, we need to raise awareness of and develop strategies. Mega Bangsa Vocational High School conducts a Disaster Mitigation program that aims to convey information related to disaster communication. This research uses a qualitative descriptive method with research techniques focused on Focus Group Discussion (FGD). Focus Group Discussion (FGD) was conducted by involving School Principals, Teachers, Educators, and Students of Mega Bangsa Vocational High School. This study states that the role of disaster communication in the implementation of the Disaster Mitigation program at Mega Bangsa Vocational High School is very necessary to prepare themselves to face disasters in the school environment.
PENGARUH BEBAN KERJA, KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION (STUDI KASUS PADA GURU SMA BUDI MULIA DI KOTA TANGERANG) Wahyudi, Widi; Audya, Mela; Bongsoikrama, Justin; Naryoto, Pambuko; Kuncoro, Aris Wahyu
Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jekma.v5i1.2563

Abstract

Turnover intention pada guru merupakan permasalahan krusial dalam dunia pendidikan karena berdampak pada stabilitas tenaga pendidik dan kualitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Beban Kerja, Komitmen Organisasi, dan Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention guru SMA Budi Mulia di Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh populasi guru yang berjumlah 40 orang dengan teknik sampling jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi beban kerja yang dirasakan guru, semakin besar kecenderungan munculnya niat untuk meninggalkan organisasi. Sebaliknya, komitmen organisasi dan kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun guru memiliki loyalitas dan tingkat kepuasan tertentu terhadap pekerjaannya, faktor tersebut belum mampu menekan niat keluar apabila tuntutan kerja dirasakan berlebihan. Secara simultan, Beban Kerja, Komitmen Organisasi, dan Kepuasan Kerja memberikan kontribusi sebesar 22% terhadap variasi turnover intention, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan Beban Kerja yang proporsional menjadi faktor kunci dalam menekan Turnover Intention guru dan perlu menjadi perhatian utama manajemen sekolah dalam pengelolaan sumber daya manusia.
Verifikasi–Diseminasi Manajemen Komunikasi Lintas Sektor dan Peran Manajemen SDM dalam Kesiapsiagaan Bencana Pangandaran Hiram, Taqwa Putra Budi Purnomo Sidi; Bongsoikrama, Justin
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2794

Abstract

Pangandaran Regency faces a high threat of coastal disasters, but preparedness remains vulnerable when information comes in very quickly, from multiple sources, and is not always verified, making cross-sector coordination difficult. This study analyzes cross-sector communication management in the information verification-dissemination process and the role of human resource management, which includes role distribution, competencies, capacity building, work coordination, and quality control. The study uses a qualitative case study approach with in-depth interviews, limited observation, and document study; informants were selected purposively and developed using snowball sampling until data saturation was reached. The data were analyzed using Miles' model through data condensation (hybrid coding), data presentation (matrix/networking and process tracing), and conclusion drawing verified through triangulation, brief member checking, and audit trails. The findings show that the flow of reports from citizens and social media triggered overload, making layered verification a critical point; BPBD, Basarnas, Polri, and volunteers played different roles with Pusdalops as the control node. Dissemination became effective when the release authority was locked, messages were standardized, and corrections were made quickly when hoaxes appeared. Quality control is marked by the use of internal validity indicators and status determination coordination meetings, which maintain narrative consistency and accelerate community action directives across various communication channels. In conclusion, preparedness is strengthened when the verification-dissemination process is orderly and supported by competent and well-managed human resources during information surges. Abstrak Kabupaten Pangandaran menghadapi ancaman bencana pesisir yang tinggi, tetapi penguatan kesiapsiagaan masih rentan ketika informasi masuk sangat cepat, berlapis sumber, dan tidak selalu terverifikasi sehingga koordinasi lintas sektor mudah tersendat. Penelitian ini menganalisis manajemen komunikasi lintas sektor pada alur verifikasi–diseminasi informasi serta peran manajemen SDM yang mencakup pembagian peran, kompetensi, penguatan kapasitas, koordinasi kerja, dan kontrol mutu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan wawancara mendalam, observasi terbatas, dan studi dokumen; informan dipilih secara purposive dan dikembangkan secara snowball hingga kejenuhan data. Data dianalisis dengan model Miles melalui kondensasi data (hybrid coding), penyajian data (matriks/jejaring dan process tracing), serta penarikan kesimpulan yang diverifikasi melalui triangulasi, member checking ringkas, dan audit trail. Temuan menunjukkan arus laporan warga dan media sosial memicu overload, sehingga verifikasi berlapis menjadi titik kritis; BPBD, Basarnas, Polri, dan relawan menjalankan peran berbeda dengan Pusdalops sebagai simpul kendali. Diseminasi menjadi efektif ketika otoritas rilis dikunci, pesan distandarkan, dan ralat dilakukan cepat saat hoaks muncul. Pengendalian mutu ditandai penggunaan indikator validitas internal dan rapat koordinasi penetapan status, yang menjaga konsistensi narasi dan mempercepat arahan tindakan masyarakat di berbagai kanal komunikasi. Kesimpulannya, kesiapsiagaan menguat bila proses verifikasi–diseminasi tertib dan ditopang SDM yang kompeten serta terkelola pada lonjakan informasi.
Verifikasi–Diseminasi Manajemen Komunikasi Lintas Sektor dan Peran Manajemen SDM dalam Kesiapsiagaan Bencana Pangandaran Hiram, Taqwa Putra Budi Purnomo Sidi; Bongsoikrama, Justin
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2794

Abstract

Pangandaran Regency faces a high threat of coastal disasters, but preparedness remains vulnerable when information comes in very quickly, from multiple sources, and is not always verified, making cross-sector coordination difficult. This study analyzes cross-sector communication management in the information verification-dissemination process and the role of human resource management, which includes role distribution, competencies, capacity building, work coordination, and quality control. The study uses a qualitative case study approach with in-depth interviews, limited observation, and document study; informants were selected purposively and developed using snowball sampling until data saturation was reached. The data were analyzed using Miles' model through data condensation (hybrid coding), data presentation (matrix/networking and process tracing), and conclusion drawing verified through triangulation, brief member checking, and audit trails. The findings show that the flow of reports from citizens and social media triggered overload, making layered verification a critical point; BPBD, Basarnas, Polri, and volunteers played different roles with Pusdalops as the control node. Dissemination became effective when the release authority was locked, messages were standardized, and corrections were made quickly when hoaxes appeared. Quality control is marked by the use of internal validity indicators and status determination coordination meetings, which maintain narrative consistency and accelerate community action directives across various communication channels. In conclusion, preparedness is strengthened when the verification-dissemination process is orderly and supported by competent and well-managed human resources during information surges. Abstrak Kabupaten Pangandaran menghadapi ancaman bencana pesisir yang tinggi, tetapi penguatan kesiapsiagaan masih rentan ketika informasi masuk sangat cepat, berlapis sumber, dan tidak selalu terverifikasi sehingga koordinasi lintas sektor mudah tersendat. Penelitian ini menganalisis manajemen komunikasi lintas sektor pada alur verifikasi–diseminasi informasi serta peran manajemen SDM yang mencakup pembagian peran, kompetensi, penguatan kapasitas, koordinasi kerja, dan kontrol mutu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan wawancara mendalam, observasi terbatas, dan studi dokumen; informan dipilih secara purposive dan dikembangkan secara snowball hingga kejenuhan data. Data dianalisis dengan model Miles melalui kondensasi data (hybrid coding), penyajian data (matriks/jejaring dan process tracing), serta penarikan kesimpulan yang diverifikasi melalui triangulasi, member checking ringkas, dan audit trail. Temuan menunjukkan arus laporan warga dan media sosial memicu overload, sehingga verifikasi berlapis menjadi titik kritis; BPBD, Basarnas, Polri, dan relawan menjalankan peran berbeda dengan Pusdalops sebagai simpul kendali. Diseminasi menjadi efektif ketika otoritas rilis dikunci, pesan distandarkan, dan ralat dilakukan cepat saat hoaks muncul. Pengendalian mutu ditandai penggunaan indikator validitas internal dan rapat koordinasi penetapan status, yang menjaga konsistensi narasi dan mempercepat arahan tindakan masyarakat di berbagai kanal komunikasi. Kesimpulannya, kesiapsiagaan menguat bila proses verifikasi–diseminasi tertib dan ditopang SDM yang kompeten serta terkelola pada lonjakan informasi.