Komunikasi interpersonal yang efektif menjadi salah satu kunci utama dalam proses terapi, terutama bagi remaja yang cenderung tertutup dan mengalami kesulitan dalam mengungkapkan emosi. Salah satu upaya yang dilakukan psikolog klinis di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam adalah dengan memberikan konseling yang aman dan nyaman kepada remaja depresi melalui kemampuan komunikasi interpersonal. Adapun tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal psikolog klinis dan remaja dalam menangani kasus depresi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam serta mengkajinya dengan Teori Kognitif Sosial dan lima konsep komunikasi interpersonal yakni konsep keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif dan ekualitas. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research), yang pengumpulan data dan hasilnya diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap psikolg klinis dan para remaja depresi yang menjadi pasien di RSJD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi interpersonal psikolog klinis melalui lima konsep memberi dampak positif terhadap proses penyembuhan dan penanganan kasus depresi bagi remaja di RSJD. Secara kesimpulan, komunikasi interpersonal yang efektif—yang mengintegrasikan kelima aspek tersebut berperan penting dalam membangun hubungan terapeutik, meningkatkan keterlibatan remaja dalam terapi, dan mendukung pemulihan kesehatan mental mereka. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kompetensi komunikasi interpersonal bagi praktisi kesehatan mental dalam menangani depresi pada populasi remaja.