Kekerasan verbal merupakan tindakan negatif yang sering dilakukan orang tua terhadap anak. Tindakan ini berdampak buruk karena dapat menghambat pola pikir positif dan kreatif pada anak. Aspek pola pikir tersebut sangat berkaitan dengan perkembangan kognitif, hambatan yang terjadi pada proses berpikir pada anak akhirnya akan mengganggu perkembangan kognitifnya secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan kekerasan verbal dengan perkembangan kognitif anak. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan yang digunakan yaitu cross sectional. Teknik samplingang digunakan dalam penelitian ini yaitu proportional stratified random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 70 orang. Responden diambil menggunakan teknik acak sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi penelitian ini yaitu: tinggal bersama orang tua, mendapatkan izin dari wali kelas. Kriteria eksklusi penelitian ini adalah tidak hadir saat pengumpulan data dengan alasan apapun. Berdasarkan hasil uji statistik spearman rank didapatkan koefisien korelasi -0.275 (r=-0,275), menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna dengan kekuatan hubungan yang lemah dan arah negatif antara kekerasan verbal orang tua dengan perkembangan kognitif anak (p=0,021). Arah hubungan negatif memiliki arti bahwa semakin tinggi kekerasan verbal yang dilakukan orang tua maka semakin rendah perkembangan kognitif anak. Orang tua diharapkan mengetahui bentuk dan dampak dari kekerasan verbal sehingga dapat mengurangi tindakan kekerasan verbal yang dilakukan pada anak.