Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

CERIA (CEGAH SARIAWAN, CEGAH EKSTRAVASASI, RELAKSASI OTOT POGRESIF, CEGAH INFEKSI, AKUPRESURE) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP ANAK KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI Prishilla Sulupadang; Ni Luh Putu Shinta Devi; Sholihatul Amaliya; Yossy Utario; Riau Roslita
Molucca Medica Vol 16 No 1 (2023): VOLUME 16, NOMOR 1, APRIL 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2023.v16.i1.30

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian pada anak. Salah satu tindakan yang paling sering diberikan sebagai penanganan kasus kanker yaitu kemoterapi. Akan tetapi, kemoterapi tidak hanya mematikan sel kanker tetapi juga sel lainnya sehingga memberikan efek samping yang dapat menurunkan kualitas hidup anak. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh edukasi manajemen efek kemoterapi dengan CERIA terhadap pengetahuan keluarga dan penurunan kejadian efek kemoterapi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional untuk melihat pengaruh edukasi terhadap pengetahuan keluarga, dan mengunakan penelitian deskriptif dengan studi kasus untuk melihat dampak edukasi kejadian efek kemoterapi yang dilakukan pada 30 responden yang mendapatkan kemoterapi di Ruang Perawatan Anak Non-Infeksi RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo. Hasil uji statistik pada penelitian ini didapati bahwa ada perbedaan yang bermakna antara rerata skor pengetahuan sebelum dan setelah diberikan edukasi dengan nilai p=0,0001; α = 0,05), hasil observasi menunjukka tidak terjadi pemnambahan kejadian stomatitis, tidak terjadi ekstravasasi, tidak terjadi penambahan kasus nyeri bahkan nyeri yang dialami anak berkurang, tidak terjadi infeksi dan terdapat peningkatan kepatuhan dalam mencuci tangan dan menggunakan masker, serta tidak bertambah kasus anak mual bahkan perasaan mual anak berkurang.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Anak Usia Sekolah di SD 4 Penebel Ariawan, I Gede Nova; Prihayanti, Ni Komang Trisna; Purnama, Pande Made Dwi Ayu; Susanti, Ida Ayu; Dharmayanti, Ni Made Sri; Diastuti, Ni Nyoman Parayoni; Devi, Ni Luh Putu Shinta
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2021): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.024 KB)

Abstract

Nutritional status is a crucial indicator in developing human resources. Nutritional status indicates theexisting of stability between nutrition intake and requirements amount of the body for compliance ofvarious body functions which is affected by several factors. The aim of the study is investigated factors thatcorrelate to nutritional status among school-age children at SD 4 Penebel. This study used cross-sectionaldescriptive correlation design with total participants of 75 students who enrolled in this study anddetermined by using total sampling. Demographic questionnaire and observational sheet of anthropometrymeasurement used as instruments in collecting data. The results showed that there were no significantfactors that associated with nutritional status among school-age children at SD 4 Penebel, such as age (p =0,178), sex (p = 0,404), maternal education (p = 0,444), maternal occupation (p = 0,095), number ofsiblings (p = 0,121), anthelmintic consumed status (p = 0,361), and health status (p = 1,000). Thisresearch conducted for government program improvement that focused on nutrition issue, moreover itshould be developed with a better research method.
The Relationship between Anxiety and The Behaviour of Parents in Bringing Their Children to be Immunized During the COVID-19 Pandemic Jayanti, Ni Wayan Radha Rani; Devi, Ni Luh Putu Shinta; Utami, Ni Kadek Cahya; Puspita, Luh Mira
Babali Nursing Research Vol. 5 No. 1 (2024): January
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2024.51279

Abstract

Introduction: The Covid-19 pandemic causes fear and concern for parents to be infected with Covid-19 if they come to the Posyandu or health care facilities for immunization. The purpose of this study was to determine the relationship between anxiety and the behavior of parents in bringing their children immunized during the Covid-19 pandemic in the work area of Puskesmas III Denpasar Selatan. Methods: This study was a descriptive correlational study with a cross sectional approach. The sampling technique was used non-probability sampling with purposive sampling technique. The sample used 71 parents which have babies and toddlers with the age of 0-24 months. The data were collected in the work area of Puskesmas III Denpasar Selatan for one month from March to April 2022. The research instruments used were the Covid-19 Pandemic Anxiety Questionnaire and the Immunization Behavior Questionnaire During the Covid-19 Pandemic. Results: Spearman rank correlation test result showed that there was a significant relationship between anxiety and the behavior of parents in bringing their children immunized during the Covid-19 pandemic in the work area of Puskesmas III Denpasar Selatan (p value = 0.000; r = -0.858). Conclusion: Health workers are expected to be able to provide information to parents who have babies and toddlers about the importance of bringing their children immunized during the Covid-19 pandemic.
The Use of CERIA E-Module to Enhance Parents’ Knowledge and Family Support Practice among Childhood Cancer Survivors Undergoing Chemotherapy Utami, Kadek Cahya Utami; Devi, Ni Luh Putu Shinta; Puspita, Luh Mira
Babali Nursing Research Vol. 5 No. 1 (2024): January
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2024.51331

Abstract

Introduction: Chemotherapy is scientifically demonstrated as an effective modality for childhood cancers. However, despite its therapeutic effects, chemotherapy can induce unpleasant side effects. These adverse effects often cause readmissions and trigger stressful, frightening, and painful experiences. These dreadful conditions may cumulatively affect the quality of life. Family social support has been widely mentioned as a significant factor affecting childhood cancer survivors’ quality of life. That being said, an adequate level of knowledge is needed to achieve the ideal family support for the children. For a long time, the standard method applied for knowledge improvement was direct health education and counseling. However, electronic health education is now considered an excellent alternative to the standard method. This study examined the effect of the CERIA e-module application as an electronic health education media for childhood cancer survivors and their parents and the effectiveness of CERIA e-module in improving parents’ knowledge and family support practice for childhood cancer survivors. Methods: This study is a quasi-experimental study employing a total sampling technique. Thirty participants from Rumah Singgah Yayasan Peduli Kanker Anak Bali were recruited for this study. Results: Findings from this study showed that CERIA e-module is effective in improving parents’ knowledge (p=0.000; p<0.05) and enhancing skills in delivering adequate care and support for children with cancer (p=0.001; p<0.05). Conclusion: Based on the results of this study, the authors suggest that nurses organize novel and creative education media for families with childhood cancer survivors to deliver the health messages more attractively.
PENGARUH EDUKASI PERLINDUNGAN DIRI MELALUI AUDIO VISUAL PADA ANAK PRASEKOLAH TERHADAP PENGETAHUAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL Ni Kadek Yunda Virdian Purnami; Luh Mira Puspita; Kadek Cahya Utami; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p06

Abstract

Kekerasan seksual pada anak usia prasekolah di Indonesia masih tergolong tinggi dan membawa dampak serius terhadap proses tumbuh kembang anak. Salah satu langkah preventif yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan terkait upaya perlindungan diri dari lingkungan yang berisiko tinggi. Media audio visual menjadi metode yang potensial dalam menyampaikan edukasi tersebut karena mengandung unsur audio dan visual yang dapat dimanfaatkan secara bersamaan, sehingga mudah untuk dipahami. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh edukasi perlindungan diri yang disampaikan melalui media audiovisual terhadap pengetahuan anak usia prasekolah tentang pencegahan kekerasan seksual. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pra eksperimen dengan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 76 orang yang dipilih dengan teknik total sampling. Hasil pretest dominan sebesar 61,8% dalam kategori pengetahuan cukup dan hasil posttest dominan sebesar 93,4% dalam kategori pengetahuan baik. Hasil uji analisis menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai p-value 0,000 (α≤0,05) yang menunjukkan bahwa edukasi perlindungan diri melalui audio visual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan anak usia prasekolah tentang pencegahan kekerasan seksual. Edukasi perlindungan diri perlu diberikan kepada anak secara rutin dengan menggunakan media yang inovatif dan edukatif untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan anak dalam mencegah kekerasan seksual.  
GAMBARAN PENERAPAN PERILAKU IBU DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERMASALAHAN GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DENPASAR UTARA Lisa Yultiana Rizky; Luh Mira Puspita; Ni Luh Putu Shinta Devi; Kadek Cahya Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p01

Abstract

Usia balita adalah kelompok usia yang rentan terhadap permasalahan gizi yang dapat memengaruhi berbagai hal dalam proses pertumbuhan dan perkembangan hingga degradasi kondisi kesehatan di usia dewasa. Pemberdayaan masyarakat dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Perilaku ibu adalah faktor penting yang memengaruhi pemenuhan gizi sekaligus mencegah terjadinya permasalahan gizi pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran penerapan perilaku ibu dalam upaya pencegahan permasalahan gizi pada balita di Puskesmas I Denpasar Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik sampling yakni consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan kepada 104 responden yakni ibu yang memiliki balita yang berusia 12-59 bulan. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner modifikasi KADARZI dan CFPQ kepada setiap responden. Peneliti menggunakan analisis univariat untuk mengidentifikasi setiap variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penerapan perilaku ibu berada di kategori baik dengan nilai sebanyak 51%. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan para ibu balita dapat meningkatkan perilaku yang baik dalam memberikan pengasuhan kepada balitanya, sehingga mampu mencegah terjadinya permasalahan gizi pada balita. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN ANEMIA DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI Ni Putu Niken Setiya Dewi; Kadek Cahya Utami; Luh Mira Puspita; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p09

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh remaja putri dan berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, serta produktivitas. Upaya pencegahan anemia telah dilakukan melalui program pemberian tablet tambah darah (TTD), namun tingkat kepatuhan remaja putri terhadap konsumsi TTD masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang pencegahan anemia dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 157 orang yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan kepatuhan konsumsi TTD. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan tinggi (72,6%) dan kepatuhan tinggi (48,4%) dalam mengonsumsi TTD. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi TTD (p = 0,001) dengan nilai korelasi (r) = 0,252 yang menunjukkan hubungan positif lemah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan responden tentang pencegahan anemia, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhannya dalam mengonsumsi TTD. Remaja putri diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang pencegahan anemia yang dimiliki melalui tindakan nyata dan memilah informasi tentang pencegahan anemia dengan cara mengklarifikasi kepada petugas kesehatan sehingga dapat meningkatkan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI PENGASUHAN DENGAN STRES PENGASUHAN PADA ORANG TUA DENGAN ANAK SINDROM DOWN DI PIK POTADS BALI I Gusti Ayu Srimas Cahyani P.A; Kadek Cahya Utami; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p11

Abstract

Orang tua yang memiliki anak dengan sindrom down memerlukan waktu dan tenaga yang lebih besar untuk mengoptimalkan perawatan anak, namun kondisi ini juga membuat orang tua berisiko mengalami stres pengasuhan akibat banyaknya tekanan dalam perawatan anak. Stres pengasuhan dapat berakibat negatif bagi psikologis orang tua dan berisiko mengganggu tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri pengasuhan dengan stres pengasuhan pada orang tua dengan anak sindrom down di PIK POTADS Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Parental Stress Scale (PSS) dan Self-Efficacy for Parenting Task Index (SEPTI). Besar sampel adalah 30 orang yang merupakan orang tua (ayah atau ibu) yang memiliki anak sindrom down berusia 5-12 tahun. Uji statistik yang digunakan adalah Pearson product moment dan didapatkan nilai p= 0,000 (α=<0,05) dengan skor koefisien korelasi r -0,609. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang kuat antara efikasi diri pengasuhan dengan stres pengasuhan pada orang tua dengan anak sindrom down di PIK POTADS Bali yang dapat diartikan semakin tinggi tingkat efikasi diri pengasuhan maka tingkat stres pengasuhan akan menurun, begitupun sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian ini, orang tua diharapkan dapat meminimalkan stres pengasuhan yang terjadi dengan meningkatkan efikasi diri pengasuhan dan mengikuti program-program yang memiliki support system pengasuhan yang baik.
PERBEDAAN ACADEMIC BURNOUT PADA SISWA SMA YANG MEMILIKI AKTIVITAS HALF DAY SCHOOL DENGAN FULL DAY SCHOOL DI KABUPATEN GIANYAR Desak Ayu Diana Diantari; Ni Luh Putu Shinta Devi; Luh Mira Puspita
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p02

Abstract

Academic burnout dapat diartikan sebagai perasaan lelah dan jenuh karena waktu pembelajaran yang lama serta monoton. Academic burnout dapat dipengaruhi oleh aktivitas sistem pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan academic burnout pada siswa SMA yang memiliki aktivitas half day school dengan full day school di Kabupaten Gianyar. Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Responden penelitian siswa kelas X dan XI di SMAN 1 Sukawati 90 responden dan SMAN 1 Ubud 87 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling Proportionate Stratified Random Sampling. Alat ukur pada penelitian ini yaitu Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada academic burnout antara sistem pendidikan half day school dengan full day school (nilai p = 0,016 (p <0,05). Meskipun terdapat perbedaan academic burnout pada kedua sistem pembelajaran ini, tidak menunjukkan bahwa salah satu sistem pembelajaran merupakan sistem yang terbaik. Kedua sistem pendidikan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya sesuai dengan kebutuhan dan konteks pendidikan tertentu. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang academic burnout sehingga, dapat merancang sistem pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan prestasi akademik pada siswa.
GAMBARAN SIKAP ORANG TUA MENGENAI PEMBERIAN PENDIDIKAN SEKSUAL PADA ANAK DI TK NEGERI PEMBINA DENPASAR Gaby Margaretha; Ida Arimurti Sanjiwani; Ni Ketut Guru Prapti; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p07

Abstract

Berbagai bentuk kekerasan seksual, seperti pelecehan seksual, pemerkosaan, eksploitasi seksual, dan pelecehan seksual di dunia maya, dapat menimpa siapa saja, termasuk anak-anak. Salah satu bentuk untuk mencegah kekerasan seksual, diperlukan pendekatan holistik yang mencakup berbagai aspek, termasuk pendidikan seksual yang komprehensif. Tujuan studi ini ialah untuk menganalisis gambaran sikap orang tua mengenai pemberian pendidikan seksual pada anak di TK Negeri Pembina Denpasar. Studi ini ialah studi kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah responden pada studi ini yakni 85 responden. Pengumpulan data didapatkan dengan pengisian kuesioner sikap orang tua dijalankan secara online. Adapun analisis data penelitian ini memanfaatkan analisis statistik deskriptif. Hasil studi ini menyampaikan mayoritas responden pada studi ini memerankan sikap netral mengenai pemberian pendidikan seksual anak di TK Negeri Pembina Denpasar total 39 responden (45,9%). Sedangkan total 4 responden (4,7%) memiliki sikap positif, 21 responden (24,7%) memiliki sikap cenderung positif, 14 responden (16,5%) memiliki sikap cenderung negatif, dan 7 responden (8,2%) memiliki sikap negatif. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan orang tua dan sekolah mampu bekerja sama agar melakukan pembekalan kepada orang tua serta anak mengenai pendidikan seksual anak usia dini.