Dowansiba, John Kelvin Bastian
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POTENSI DAUN JELATANG (Laportea interrupta) SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN Trichopyton rubrum Hutomo, Suryani; Dowansiba, John Kelvin Bastian; Dowansiba, Christian Vitson Bastian; Sooai, Christiane Marlene; Prasetyo, Yacobus Christian
Bahasa Indonesia Vol 24 No 3 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i3.6926

Abstract

Pendahuluan: Dermatofitosis merupakan infeksi kulit menular yang disebabkan oleh jamur dermatofita, terutama Trichophyton rubrum. Jenis yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah Tinea corporis dan Tinea cruris. Meningkatnya resistensi T. rubrum terhadap antijamur seperti terbinafine dan azole mendorong perlunya alternatif pengobatan, salah satunya tanaman herbal. Laportea interrupta (jelatang) merupakan tanaman tradisional yang diketahui memiliki senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin yang berpotensi sebagai antimikroba. Saat ini belum ada penelitian yang menguji aktivitas antifungi L. interrupta terhadap T. rubrum. Metode: Metode pengujian antifungi menggunakan Broth Microdilution Method pada 96-well Microtiter Plate. Analisis statistic dilakukan menggunakan Welch Anova. Hasil: Ekstrak etanol daun L. interrupta menunjukkan aktivitas antifungi terhadap T. rubrum, dengan konsentrasi 37.500–150.000 μg/ml mampu menghambat pertumbuhan jamur secara efektif dan sebanding dengan flukonazol. Sebaliknya, konsentrasi di bawah 18.750 μg/ml tidak menunjukkan efek penghambatan yang signifikan. Analisis statistik menggunakan One-way ANOVA menunjukkan perbedaan yang bermakna dari masing-masing kelompok perlakuan (p=0,000). Simpulan: Ekstrak etanol daun L. interrupta efektif menghambat pertumbuhan T. rubrum pada konsentrasi 37.500–150.000 μg/ml, dengan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) sebesar 37.500 μg/ml