Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan nilai kreativitas seni berbasis kearifan lokal dalam rangka meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa Madrasah Aliyah (MA) Al Bidayah Candi Bandungan, Kabupaten Semarang. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada pentingnya pengembangan keterampilan abad ke-21, khususnya kolaborasi, serta perlunya pelestarian budaya lokal melalui pembelajaran seni yang kontekstual. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan modul pembelajaran seni berbasis kearifan lokal, rendahnya keterampilan kolaboratif siswa, serta belum optimalnya apresiasi terhadap budaya lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode partisipatif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan kreativitas seni, pendampingan penciptaan karya seni berbasis kearifan lokal, serta monitoring dan evaluasi. Subjek kegiatan adalah 130 siswa kelas XII MA Al Bidayah. Instrumen evaluasi berupa angket dan rubrik penilaian ketercapaian indikator yang meliputi pemahaman unsur seni dan budaya lokal, keterampilan kolaborasi, serta apresiasi dan pelestarian kearifan lokal. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator dengan rata-rata capaian sebesar 93,67%, yang berada pada kategori sangat baik. Secara rinci, pemahaman siswa terhadap unsur seni dan budaya lokal meningkat menjadi 95%, keterampilan kolaborasi siswa mencapai 90%, dan apresiasi serta pelestarian kearifan lokal meningkat menjadi 96%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penguatan kreativitas seni berbasis kearifan lokal efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa serta menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan terhadap budaya lokal. Kegiatan ini direkomendasikan sebagai model pengabdian berkelanjutan yang mendukung pembelajaran seni, penguatan karakter, dan pengembangan keterampilan abad ke-21.